Info Media Sosial: Perubahan Algoritme Iklan Facebook, Desain Tampilan Twitter

Ilustrasi Media Sosial (Medsos).

TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis besar Facebook dibangun di atas kemampuannya untuk melacak pengguna di internet. Tapi sekarang, berkat peraturan ketat yang membatasi pengumpulan data, maka itu berubah. Ratusan insinyur sedang membangun kembali cara kerja iklan Facebook untuk memberi nilai yang lebih privasi bagi pengguna.

Vice President of Product Marketing Facebook, Graham Mudd, mengatakan langkah Facebook masih dalam tahap awal, menggambarkan bagaimana ekonomi internet yang didukung iklan sedang dalam proses pembentukan kembali secara fundamental. 

Bersama dengan Google, Facebook sedang memeriksa beberapa teknik peningkatan privasi untuk menayangkan iklan yang dipersonalisasi tanpa mengetahui apa pun tentang individu tertentu yang melihatnya.

Menurut Mudd, Facebook pasti melihat bahwa personalisasi iklan akan berkembang sangat berarti selama lima tahun ke depan. “Dan investasi ke depan akan menguntungkan semua pelanggan kami, memungkinkan kami membantu membentuk keadaan ekosistem iklan di masa depan,” ujar dia kepada The Verge, Rabu, 11 Agustus 2021.

Bagi Facebook, hal itu tentu akan membuatnya tidak mendapatkan banyak hak terkait data privasi pengguna. Retorika baru Facebook tentang membuat iklan lebih sadar privasi juga, dalam arti tertentu, mengakui kekalahan sistemnya.

Tahun lalu, media sosial besutan Mark Zuckerberg itu memasang kampanye yang keras untuk menentang permintaan pelacakan iklan Apple. Alasannya bahwa Apple bertindak merugikan usaha kecil yang mengandalkan iklan untuk menjangkau pelanggan.

Namun, kampanye itu akhirnya gagal, dan sekarang Facebook sedang mengerjakan beberapa pendekatan sadar privasi yang sama untuk pengumpulan data yang digunakan Apple. Salah satu contohnya adalah "privasi diferensial," teknik yang sengaja mengacaukan kumpulan data untuk mengaburkan identitas individu. 

Seorang juru bicara Facebook tidak setuju dengan pernyataan bahwa perubahan privasi untuk iklan ini menandai kekalahan dalam pertarungannya dengan Apple. Menurut dia, Facebook menganjurkan pendekatan yang berbeda dan lebih baik untuk memajukan privasi dalam periklanan.

“Yang didasarkan pada kolaborasi industri dan fokus mendukung usaha kecil dan ekonomi internet terbuka. Pendekatan Apple justru sebaliknya, mengerahkan kendalinya atas App Store untuk menguntungkan sendiri,” kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya itu.

Masalah Facebook dengan Apple, yang saat ini sedang membangun bisnis iklannya sendiri, masih jauh dari selesai. Mengingat kontrol ketat Apple terhadap iPhone, keduanya kemungkinan akan berbenturan dengan bidang teknologi yang dieksplorasi Facebook.

Alih-alih mengirimkan data tentang pengguna ke cloud, algoritme berjalan secara lokal di ponsel untuk menentukan jenis iklan yang menurut seseorang menarik dan kemudian menampilkan iklan kepada mereka. Hasilnya kemudian dikirim kembali ke cloud dalam format anonim dan agregat untuk ditinjau pengiklan. 

“Saya pikir salah satu tantangan dengan pembelajaran di perangkat adalah bahwa sumber daya komputasi yang diperlukan untuk melakukannya jelas berada di bawah kendali sistem operasi itu sendiri,” tutur Mudd. 

Sementara media sosial lainnya, Twitter, juga telah menghadirkan perubahan, tapi dari segi desain tampilan timeline. Media sosial berologo burung terbang itu merilis pengaturan Chirp ke aplikasi dan umpan Twitter, yang akan membuat timeline terlihat sedikit berbeda dari biasanya. 

Twitter merinci, Chirp sebagai salah satu bagian dari penyegaran merek yang lebih luas yang diluncurkan pada bulan Januari. “Chirp menyeimbangkan isi konten, tapi juga dapat membawa beban keseriusan saat dibutuhkan,” kata Twitter dalam sebuah unggahan blog.

Saat itu, Twitter menggunakannya dalam hal-hal seperti materi promosi dan grafik, tapi itu bukan yang dilihat di umpan atau saat menavigasi aplikasi. Derrit DeRouen dari Twitter, direktur kreatif untuk merek global perusahaan, mengatakan pada Januari bahwa itu adalah keinginan pribadinya untuk menjadikan Chirp sebagai produk Twitter. Saat itu, dia tidak berkomitmen kapan hal itu bisa terjadi. 

Pengguna dapat men-tweet logo Twitter jika mengetik [CHIRPBIRDICON] di kotak tulis tweet. Di aplikasi iOS, ikon muncul di kotak tulis setelah mengetik [CHIRPBIRDICON], tapi di web, itu tidak muncul sampai benar-benar mengirim tweet termasuk frasa dan tanda kurung. 

Namun ini bukan satu-satunya perubahan visual yang dikenalkan Twitter. “Kami telah memperbarui warna kami menjadi kontras tinggi dan jauh lebih sedikit biru. Perubahan dibuat untuk menarik perhatian pada foto dan video yang Anda bagikan,” kata Twitter.

Perusahaan berjanji untuk meluncurkan warna baru dalam waktu dekat, meskipun tidak jelas apa artinya. Orang yang berlangganan layanan berlangganan Twitter Blue berbayar sudah dapat mengubah warna aplikasi dan mengubah warna ikon aplikasi, meskipun layanan ini hanya tersedia untuk iOS di Kanada dan Australia saat ini. 

THE VERGE | TWITTER BLOG

Baca:
Tips Autentikasi Dua Langkah untuk Lindungi Akun Facebook, Instagram, WhatsApp






Elon Musk Jawab Isu Soal Bunuh Diri Usai Beberkan Bisnis Anak Biden di Ukraina

2 jam lalu

Elon Musk Jawab Isu Soal Bunuh Diri Usai Beberkan Bisnis Anak Biden di Ukraina

Elon Musk menyangkal kabar upaya bunuh diri di tengah pertanyaan mengenai kesehatan mentalnya yang membeberkan dugaan intervensi di pemilu AS.


CekFakta #185 Bom Waktu Ujaran Kebencian di Twitter

5 jam lalu

CekFakta #185 Bom Waktu Ujaran Kebencian di Twitter

Sejak diakuisisi miliarder Elon Musk 28 Oktober silam, Twitter melakukan banyak langkah kontroversial.


Erupsi Gunung Semeru, Begini Jepang Memantau Dampak di Wilayahnya

5 jam lalu

Erupsi Gunung Semeru, Begini Jepang Memantau Dampak di Wilayahnya

BMKG 'sentil' pemberitaan media online nasional yang mengangkat adanya peringatan tsunami dampak erupsi Gunung Semeru di Jepang.


Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

1 hari lalu

Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

Istilah vibes kerap diucapkan dalam percakapan atau mungkin sering terlihat di caption media sosial. Lalu apa arti vibes tersebut?


Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

1 hari lalu

Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

Presiden Macron mendiskusikan kebijakan moderasi konten platform media sosial saat bertemu dengan bos Twitter Elon Musk di Amerika Serikat.


Kisah Logo Twitter Si Burung Biru, dari Manakah Nama Larry Bird Itu?

1 hari lalu

Kisah Logo Twitter Si Burung Biru, dari Manakah Nama Larry Bird Itu?

Logo Twitter si burung biru dinamai Larry Bird, begini kisah nama itu disematkan. Siapa dia?


Ini Cara Australia Paksa Facebook dan Google Berbagi Pendapatan dengan Media Berita

2 hari lalu

Ini Cara Australia Paksa Facebook dan Google Berbagi Pendapatan dengan Media Berita

Undang-undang di Australia berhasil membuat Facebook dan Google membagi keuntungan dengan media yang beritanya mereka muat dan menghasilkan dolar


Direktur Kreatif Balenciaga Demna Gvasalia Minta Maaf Atas Iklan Kontroversialnya

2 hari lalu

Direktur Kreatif Balenciaga Demna Gvasalia Minta Maaf Atas Iklan Kontroversialnya

Direktur Kreatif Balenciaga Demna Gvasalia mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram-nya


Daftar 40 Tautan Twibbon Hari AIDS Sedunia dan Cara Download

3 hari lalu

Daftar 40 Tautan Twibbon Hari AIDS Sedunia dan Cara Download

Twibbon Hari AIDS Sedunia yang telah dibuat bisa Anda bagikan melalui media sosial.


Meta Didenda Rp 4,3 Triliun karena Data Facebook 2021 Bocor di Irlandia

5 hari lalu

Meta Didenda Rp 4,3 Triliun karena Data Facebook 2021 Bocor di Irlandia

Kasus ini mencatat pelanggaran dua pasal peraturan GDPR Uni Eropa oleh Meta.