Mahasiswa Buktikan Bias Twitter Terhadap Kulit Gelap dan Wajah Tua

Ilustrasi Twitter. REUTERS/Kacper Pempel

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian menguatkan tudingan bahwa algoritme foto otomatis Twitter memang mendukung wajah yang muda, feminin, dan berkulit terang. Sebelumya, Twitter menawarkan hadiah uang tunai kepada pengguna yang dapat membantunya menghilangkan bias dalam algoritme fotonya itu. 

Bogdan Kulynych, mahasiswa dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss, mengungkapkan bias algoritme selama kompetisi di konferensi keamanan di Las Vegas, Amerika Serikat, yang digelar Twitter. Karena berhasil membuktikannya, Twitter menghadiahi Kulynych dengan uang tunai senilai US$ 3.500 (Rp 50,4 juta).

Algoritme Twitter lebih menyukai wajah yang lebih muda, lebih ramping, dan lebih cerah daripada mereka yang memiliki fitur lebih besar, lebih tua, dan lebih gelap,” ujar Kulynych setelah mengikuti kompetisi di konferensi keamanan DEF CON, bagian dari algorithmic bug bounty pertama Twitter, seperti dikutip The Hill, 11 Agustus 2021.

Untuk membuktikan bias tersebut, Kulynych membuat wajah secara artifisial dengan fitur yang berbeda. Kemudian menjalankannya melalui algoritma cropping Twitter untuk mempelajari bagaimana perangkat lunak di aplikasi media sosial itu berfokus pada setiap gambar. Setelah menjalankan tes, menjadi jelas bahwa algoritme Twitter bekerja melawan wajah hitam.

Menurut Kulynych, kerugian algoritmik bukan hanya 'bug’. Banyak teknologi berbahaya bukan karena kecelakaan, kesalahan yang tidak disengaja, tapi lebih karena desain. “Ini berasal dari maksimalisasi keterlibatan dan, secara umum, keuntungan mengeksternalisasi biaya kepada orang lain," katanya.

Rumman Chowdhury, Kepala Tim Etik Kecerdasan Buatan di Twitter, dalam konferensi tersebut, menerangkan, ketika pihaknya memikirkan bias dalam model Twitter, ini bukan hanya tentang akademis atau eksperimental. “Tetapi bagaimana itu juga bekerja dengan cara kami berpikir di dalam masyarakat," tutur dia.

Ilustrasi Twitter Foto Shutterstock

Chowdhury menggunakan ungkapan 'seni meniru kehidupan' dan menjelaskan bahwa pihaknya membuat filter karena timnya pikir itu indah. “Dan itu akhirnya melatih pemodelan kami dan mendorong gagasan yang tidak realistis tentang apa artinya menjadi menarik," kata dia. 

Ini bukan pertama kalinya perangkat lunak Twitter dikaitkan dengan bias algoritmik. Perusahaan berlogo burung biru itu harus meminta maaf pada 2020 setelah pengguna memperhatikan bahwa fitur cropping lebih menyukai wajah putih daripada wajah hitam. 

THE HILL | THE GUARDIAN | DAILY MAIL

Baca juga:
Berbahayakah Teknologi Pengenalan Wajah? Ini Penjelasan Facebook






Elon Musk Jawab Isu Soal Bunuh Diri Usai Beberkan Bisnis Anak Biden di Ukraina

2 jam lalu

Elon Musk Jawab Isu Soal Bunuh Diri Usai Beberkan Bisnis Anak Biden di Ukraina

Elon Musk menyangkal kabar upaya bunuh diri di tengah pertanyaan mengenai kesehatan mentalnya yang membeberkan dugaan intervensi di pemilu AS.


CekFakta #185 Bom Waktu Ujaran Kebencian di Twitter

4 jam lalu

CekFakta #185 Bom Waktu Ujaran Kebencian di Twitter

Sejak diakuisisi miliarder Elon Musk 28 Oktober silam, Twitter melakukan banyak langkah kontroversial.


Erupsi Gunung Semeru, Begini Jepang Memantau Dampak di Wilayahnya

4 jam lalu

Erupsi Gunung Semeru, Begini Jepang Memantau Dampak di Wilayahnya

BMKG 'sentil' pemberitaan media online nasional yang mengangkat adanya peringatan tsunami dampak erupsi Gunung Semeru di Jepang.


43 Ribu Mahasiswa Mendaftar Program Kampus Mengajar Angkatan 5

1 hari lalu

43 Ribu Mahasiswa Mendaftar Program Kampus Mengajar Angkatan 5

Rekor tertinggi selama pelaksanaan program Kampus Mengajar sejak diluncurkan Menteri Nadiem pada 2020.


Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

1 hari lalu

Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

Presiden Macron mendiskusikan kebijakan moderasi konten platform media sosial saat bertemu dengan bos Twitter Elon Musk di Amerika Serikat.


Kisah Logo Twitter Si Burung Biru, dari Manakah Nama Larry Bird Itu?

1 hari lalu

Kisah Logo Twitter Si Burung Biru, dari Manakah Nama Larry Bird Itu?

Logo Twitter si burung biru dinamai Larry Bird, begini kisah nama itu disematkan. Siapa dia?


Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

2 hari lalu

Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

Di antara aset yang dibekukan itu adalah 15 unit properti milik lembaga dan individu asal Rusia yang masuk daftar sanksi


Institut Teknologi PLN Terima Mahasiswa Baru Lebih Banyak Tahun Depan

4 hari lalu

Institut Teknologi PLN Terima Mahasiswa Baru Lebih Banyak Tahun Depan

Berikut informasi penerimaan mahasiswa baru, program studi, beasiswa, fasilitas dan sebaran lulusan dari Institut Teknologi PLN.


Jokowi: Asrama Mahasiswa Nusantara agar Putra Daerah Kompak

5 hari lalu

Jokowi: Asrama Mahasiswa Nusantara agar Putra Daerah Kompak

Mahasiswa dari berbagai daerah akan tinggal bersama di Asrama Mahasiswa Nusantara sehingga dapat saling mengenal dan menghargai.


Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

5 hari lalu

Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

Ikon di kampung wisata Kota Yogyakarta itu perlu ditemukan, di-branding lalu dijual kepada wisawatan.