Pesawat C-17 Amerika Dijejali Warga Afghanistan yang Lari dari Taliban

Pengungsi memadati interior pesawat angkut C-17 Globemaster III Angkatan Udara AS, membawa sekitar 640 warga Afganistan ke Qatar dari Kabul, Afganistan, 15 Agustus 2021. [Courtesy of Defense One/via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Satu pesawat transport militer Angkatan Udara Amerika Serikat, C-17 Globemaster III, telah mengevakuasi sekitar 640 warga Afganistan dari Kabul pada Minggu malam. Sejumlah pejabat pertahanan AS dan foto-foto yang diperoleh DEFENSE ONE mengungkap itu.

Penerbangan itu sempat disebut mengangkut hingga 800 penumpang dan menjadi jumlah penumpang terbanyak yang pernah diangkut C-17 sekali terbang. Pesawat C-17 Globemaster III adalah jenis kargo militer buatan Boeing, dengan kapasitas muatan hingga 77,5 ton, yang telah dioperasikan AS dan sekutunya selama hampir tiga dekade.

Perangkat lunak untuk melacak penerbangan menunjukkan pesawat itu berasal dari Divisi Air Wing ke-436 yang berbasis di Pangkalan Militer Angkatan Udara di Delaware, AS. Pesawat dikerahkan untuk mengevakuasi warga Amerika Serikat dan juga warga Afghanistan yang dianggap rentan atas kembalinya Taliban berkuasa di negara itu. Tapi, menggunakan kode Reach 871, pesawat C-17 itu sebenarnya tak berniat mengangkut sebanyak itu.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan, warga Afghanistan yang panik memaksa masuk dan menjejalkan diri mereka ke pintu pesawat yang sudah setengah tertutup. Video kepanikan dan kenekatan warga Afghanistan di Bandara Internasional Hamid Karzai atau populer sebagai Bandara Internasional Kabul telah lebih dulu viral.

Kabar penerbangan itupun menyebar luas Minggu malam di Amerika Serikat ketika suara radio dari kru pesawat yang melaporkan jumlah penumpang sampai 800 orang diunggah di media sosial. Seorang pejabat pertahanan yang tak menyebutkan namanya lalu memastikan angka sebenarnya adalah sekitar 640 orang, atau setara kapasitas maksimal dari pesawat sipil Boeing seri 747 yang terbesar--sekalipun itu jarang terpenuhi. 

Puluhan orang nekat memanjat garbarata menuju pesawat yang hendak tinggal landas di bandara Kabul, Afganistan, dalam cuplikan video yang diunggah Editor Sudhir Chaudhary pada Senin, 16 Agustus 2021. Suasana kepanikan warga Afganistan berupaya menaiki pesawat viral di media sosial. Twitter/@Sudhirchaudhary

Dia juga mengatakan penerbangan itu adalah satu di antara beberapa penerbangan meninggalkan Kabul yang juga mengangkut ratusan orang di dalamnya. “Beberapa yang lain mungkin memiliki muatan yang lebih banyak lagi daripada 640,” katanya.

Pada 2013, sebuah pesawat C-17 juga pernah mengevakuasi 670 orang saat mereka berusaha menghindar dari bencana alam taifun di Filipina. Seperti yang saat itu terjadi, warga Afghanistan yang terbang dari Kabul menuju Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar itu duduk di lantai pesawat. Prosedurnya dikenal sebagai ‘floor loading’. Mereka menggunakan cargo strap di dinding sebagai seatbelt

DEFENSE ONE, AIRFORCE TECHNOLOGY

Baca juga:
Afghanistan: Nekat Terbang Bergantungan di Pesawat, Tiga Orang Dilaporkan Jatuh






Kepala Intel Putin Bahas Nuklir dan Ukraina dengan Direktur CIA

6 jam lalu

Kepala Intel Putin Bahas Nuklir dan Ukraina dengan Direktur CIA

Kepala badan intelijen luar negeri Rusia membahas masalah nuklir dan Ukraina dalam pertemuan dengan Direktur CIA di Turki


Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

9 jam lalu

Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

Beberapa penggemar sepak bola menyebut pertandingan Amerika Serikat melawan Iran di Piala Dunia 2022 sebagai pertandingan 'Piala Perang'.


Taliban Pakistan Mengklaim Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 3 Orang

9 jam lalu

Taliban Pakistan Mengklaim Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 3 Orang

Taliban Pakistan- dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) -mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di Pakistan barat


Kanye West Komplain Uang Rp 1 Triliun Dibekukan karena Dituduh Menunggak Pajak

10 jam lalu

Kanye West Komplain Uang Rp 1 Triliun Dibekukan karena Dituduh Menunggak Pajak

Kanye West tidak bisa mengambil uang yang ada dalam rekening itu yang totalnya sebesar Rp 1,1 triliun atas dugaan mengemplang pajak.


Christian Pulisic Yakin Bisa Tampil di 16 Besar Piala Dunia 2022, saat AS Lawan Belanda pada Sabtu 3 Desember

11 jam lalu

Christian Pulisic Yakin Bisa Tampil di 16 Besar Piala Dunia 2022, saat AS Lawan Belanda pada Sabtu 3 Desember

Christian Pulisic dirawat di rumah sakit setelah mengalami cedera saat AS mengalahkan Iran 1-0 untuk memastikan lolos ke 16 besar Piala Dunia 2022.


Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

12 jam lalu

Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

Bom bunuh diri telah terjadi di kota Quetta, Pakistan, di mana pelaku mengincar aparat kepolisian. Taliban mengklaim bertanggung jawab.


Senat AS Meloloskan RUU Perlindungan Pernikahan Sesama Jenis

14 jam lalu

Senat AS Meloloskan RUU Perlindungan Pernikahan Sesama Jenis

Pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat akan dilindungi Undang-undang. RUU ini untuk memproteksi seandainya pernikahan sesama jenis ditentang MA.


Piala Dunia 2022 , Demonstran Iran Merayakan Kemenangan AS

15 jam lalu

Piala Dunia 2022 , Demonstran Iran Merayakan Kemenangan AS

Demonstran Iran merayakan kemenangan timnas Amerika Serikat dengan membakar kembang api.


Mantan Presiden Rusia Curiga Hubungan Amerika dan Uni Eropa Retak

1 hari lalu

Mantan Presiden Rusia Curiga Hubungan Amerika dan Uni Eropa Retak

Mantan Presiden Rusia berpandangan hubungan Amerika dan Uni Eropa mulai memburuk karena Amerika dianggap ambil kesempatan dari krisis Ukraina.


Joe Biden Minta Kongres Cegah Pemogokan Buruh Kereta Api

1 hari lalu

Joe Biden Minta Kongres Cegah Pemogokan Buruh Kereta Api

Presiden AS Joe Biden meminta Kongres untuk campur tangan guna mencegah potensi pemogokan buruh kereta api yang dapat terjadi paling cepat 9 Desember