Afghanistan Punya Logam Langka Berbahaya Senilai Rp 43.000 T, Digarap Cina?

Reporter

Editor

Erwin Prima


TEMPO.CO, Jakarta - Seorang analis mengatakan kepada CNBC bahwa Afghanistan diperkirakan memiliki triliunan dolar logam tanah jarang, dan negara-negara seperti Cina, yang mungkin ingin masuk ke negara itu, harus mengikuti persyaratan internasional.

Shamaila Khan, direktur utang pasar negara berkembang di AllianceBernstein, mengatakan Taliban telah muncul dan memiliki  sumber daya dengan proposisi yang sangat berbahaya bagi dunia. “Dengan mineral di Afghanistan yang dapat dieksploitasi,” ujarnya sebagaimana dikutip CNBC, Selasa, 17 Agustus 2021.

Afghanistan jatuh ke tangan Taliban selama akhir pekan, setelah merebut ibukota Kabul serta Istana Kepresidenan. Setelah keputusan Presiden Joe Biden pada bulan April untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan, Taliban membuat kemajuan yang menakjubkan di medan perang dan hampir seluruh negara sekarang berada di bawah kendalinya.

“Komunitas internasional harus menekan Cina, misalnya, jika ingin bersekutu dengan Taliban,” tambah Khan.

Mineral dan logam tanah jarang di Afghanistan diperkirakan bernilai antara US$ 1 triliun-3 triliun pada tahun 2020, menurut sebuah laporan di majalah berita The Diplomat, mengutip Ahmad Shah Katawazai, mantan diplomat di Kedutaan Besar Afghanistan di Washington DC. Sebuah laporan oleh organisasi berita Amerika, The Hill, awal tahun ini menempatkan nilainya sekitar US$3 triliun.

“Ini harus menjadi inisiatif internasional untuk memastikan bahwa jika ada negara yang setuju untuk mengeksploitasi mineralnya atas nama Taliban, hanya melakukannya di bawah kondisi kemanusiaan yang ketat di mana hak asasi manusia dan hak-hak perempuan dipertahankan dalam situasi tersebut,” Khan mengatakan kepada CNBC "Squawk Box Asia" pada hari Selasa.

Reuters menulis bahwa perkiraan nilai US$ 3 triliun itu dibuat menjelang akhir siklus super komoditas terakhir pada tahun 2010 dan bisa lebih bernilai sekarang, setelah pemulihan ekonomi global dari guncangan virus corona yang membuat harga untuk segala sesuatu mulai dari tembaga hingga lithium melonjak tahun ini.

Afghanistan kaya akan sumber daya seperti tembaga, emas, minyak, gas alam, uranium, bauksit, batu bara, bijih besi, tanah jarang, litium, kromium, timah, seng, batu permata, bedak, belerang, travertin, gipsum, dan marmer.

CNBC | REUTERS

Baca:
Kekuatan Militer Afghanistan vs Taliban: Personil, Teknologi Senjata






Potensi Mineral Litium dari Lumpur Lapindo di Sidoarjo

4 hari lalu

Potensi Mineral Litium dari Lumpur Lapindo di Sidoarjo

Badan Geologi ukur kandungan litium, stronsium dan logam tanah jarang dalam sampel endapan lumpur Lapindo. Dari bencana menjadi berkah. Mungkinkah?


Badan Geologi ESDM Usulkan Penerbitan WIUP Logam Tanah Jarang

4 hari lalu

Badan Geologi ESDM Usulkan Penerbitan WIUP Logam Tanah Jarang

ESDM mengirimkan usulan penerbitan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) untuk Rare Earth Material atau logam tanah jarang (LTJ).


Air Minum Murni dan Mineral, Mana yang Lebih Baik?

5 hari lalu

Air Minum Murni dan Mineral, Mana yang Lebih Baik?

Pakar menyebut syarat air minum yang baik untuk dikonsumsi jernih, bersih, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa. Bagaimana dengan air mineral?


Korban Tewas dalam Ledakan di Masjid Pakistan Bertambah Jadi 87 Orang

6 hari lalu

Korban Tewas dalam Ledakan di Masjid Pakistan Bertambah Jadi 87 Orang

Korban tewas dalam ledakan di masjid Pakistan bertambah menjadi 87 orang, sehari setelah bom bunuh diri


Sektor ESDM Realisasikan PNBP Senilai Rp 351 Triliun pada 2022

7 hari lalu

Sektor ESDM Realisasikan PNBP Senilai Rp 351 Triliun pada 2022

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan realisasi PNBP didominasi sektor mineral dan batu bara atau minerba senilai Rp 183,4 triliun.


Taliban Larang Siswa Perempuan Afghanistan Ikuti Ujian Masuk Universitas

8 hari lalu

Taliban Larang Siswa Perempuan Afghanistan Ikuti Ujian Masuk Universitas

Kementerian Pendidikan Tinggi yang dikelola Taliban melarang universitas swasta di Afghanistan mengizinkan siswa perempuan mengikuti ujian masuk


Bahaya Kekurangan Mikronutrien pada Anak

10 hari lalu

Bahaya Kekurangan Mikronutrien pada Anak

Dokter anak mengatakan kekurangan mikronutrien tertentu bisa menyebabkan masalah kesehatan, termasuk kurang gizi.


Lebih dari 160 orang Afghanistan Meninggal Dunia karena Cuaca Dingin Ekstrem

10 hari lalu

Lebih dari 160 orang Afghanistan Meninggal Dunia karena Cuaca Dingin Ekstrem

Banyak warga Afghanistan tidak mampu membeli bahan bakar untuk menghangatkan rumah-rumah di suhu jauh di bawah titik beku.


PBB Berunding soal Hak Perempuan dengan Taliban

13 hari lalu

PBB Berunding soal Hak Perempuan dengan Taliban

Taliban masih membatasi hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.


Viral Petugas Keamanan PBB Berfoto di Depan Bendera Taliban

16 hari lalu

Viral Petugas Keamanan PBB Berfoto di Depan Bendera Taliban

PBB meminta maaf atas beredarnya foto beberapa staf di depan bendera Taliban di Afghanistan.