Bagaimana Tes PCR Bisa Murah, bahkan Termurah di Dunia? Ini Cerita dari India

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas kesehatan layanan tes usap (swab) antigen dan PCR dikawasan Mampang Jakarta, Kamis 22 Juli 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sendiri telah menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan swab test antigen sebesar Rp250.000 untuk Pulau Jawa dan Rp275.000 untuk daerah di luar Pulau Jawa. Tempo/Tony Hartawan

    Fasilitas kesehatan layanan tes usap (swab) antigen dan PCR dikawasan Mampang Jakarta, Kamis 22 Juli 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sendiri telah menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan swab test antigen sebesar Rp250.000 untuk Pulau Jawa dan Rp275.000 untuk daerah di luar Pulau Jawa. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemangkasan harga resmi tes PCR untuk kepentingan testing dan tracing Covid-19 tak cuma dilakukan di Indonesia. Pemangkasan juga terjadi di India dan yang dilakukan di Ibu Kota, New Delhi, pada awal bulan ini bukanlah yang pertama.

    Pemangkasan terkini tersebut menjadikan harga tes Real Time PCR di seluruh laboratorium swasta di New Delhi seragam 500 Rupee dari sebelumnya dipatok 800 Rupee. Itu setara turun dari Rp 155 ribu menjadi Rp 97 ribu.

    Bagi mereka yang ingin layanan tes PCR di rumah, tarif resminya kini yang diberlakukan Pemerintahan New Delhi adalah 700 Rupee atau Rp 136 ribu per tes. Sebelum pengurangan yang terbaru, harga yang dikenakan 1.200 Rupee atau Rp 232 ribu.

    Sejalan, tes cepat antigen juga kini ditetapkan seharga 300 Rupee. Seluruh laboratorium dan rumah sakit swasta yang melakukan tes Covid-19 telah diinstruksikan untuk mematuhi dan menerapkan perubahan harga tersebut. Kepada mereka semua juga diminta memastikan proses pemeriksaan setiap sampel spesimen, pelaporan dan pembaruan harus sudah selesai dalam 24 jam sejak sampel spesimen dikoleksi dari seseorang.

    Perubahan harga terakhir kali dilakukan 30 November tahun lalu. Saat itu harga tes PCR real time diturunkan menjadi 800 Rupee dan layanan tes di rumah menjadi 1.200 Rupee. Terus disesuaikannya harga tes PCR diharapkan membuatnya semakin dapat dijangkau semakin banyak warga. “Dan semakin mendorong testing Covid-19 di ibu kota,” kata Menteri Kepala New Delhi, Arvind Kejriwal, dalam pengumuman revisi harga yang terbaru.

    Sebagai catatan, semua harga itu untuk laboratorium dan rumah sakit swasta. Sedang segala tes Covid-19 di rumah sakit dan fasilitas milik pemerintah digratiskan.

    Instruksi penurunan harga terjadi beberapa hari setelah perusahaan rintisan atau startup dari Prancis, PathStore, menawarkan tes RT-PCR Covid-19 pada harga 299 Rupee atau Rp 232 ribu. Setelahnya, dan sebelum New Delhi, pemerintahan Haryana yang lebih dulu bereaksi dengan menurunkan harga PCR menjadi sama dengan yang ditawarkan PathStore.

    Di negara bagian Maharashtra, ‘penyesuaian’ harga tes PCR bahkan telah dilakukan enam kali hingga awal April lalu. Dari pertama mencapai 4.500 Rupee atau Rp 872 ribu saat pandemi merebak pertama di India pada tahun lalu, per April 2021 harga tes PCR sudah menjadi 500-800 Rupee (Rp 97-155 ribu)—bergantung lokasi layanan pengambilan sampel spesimennya. Termahal, sama di negara bagian lain, adalah jika swab dilakukan di rumah.

    Warga menjalani tes COVID-19 berbasis 'Polymerase Chain Reaction' (PCR) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu, 21 Agustus 2021. Tarif layanan tes PCR di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai turun menjadi Rp495 ribu sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    "Laboratorium swasta tidak boleh memungut harga lebih dari itu,” kata Mengeri Kesehatan Maharashtra, Rajesh Tope, saat pengumuman April lalu. Dia menambahkan, “Sudah tersedia material yang berlimpah untuk kebutuhan tes-tes itu, karenanya pemerintah memutuskan menurunkan harga.”

    Berdasar survei yang dilakukan Skytrax terhadap layanan tes PCR di banyak bandara negara-negada di dunia pada April lalu, tes PCR di Mumbai dan New Delhi tercatat sebagai dua yang termurah. Tarifnya ditulis Skytrax, perusahaan pemeringkat kualitas maskapai dan bandara di dunia, sekitar US$ 8 atau Rp 115 ribu.

    Dalam survei yang sama harga resmi tes PCR di bandara internasional di Jakarta dan Denpasar Bali didapati sekitar US$ 60-70 atau Rp 864 ribu sampai Rp 1 juta. Tapi keduanya bukan yang termahal karena masih lebih banyak bandara yang menetapkan tarif di atas itu hingga yang termahal di Kansai, Jepang, yakni US$ 404 atau setara Rp 5,8 juta.

    INDIA TODAY, HINDUSTAN TIMES, LIVEMINT, SKYTRAX

    Baca juga:
    Pakai Produk Sendiri, Harga Tes PCR Unpad Diusulkan Rp 302 Ribu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.