Stroke Merusak Otak, Perempuan di Kanada Tak Bisa Rasakan Lapar

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stroke.saga.co.uk

    Ilustrasi stroke.saga.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan, warga Kanada, yang menderita stroke tidak bisa merasakan lapar selama lebih dari setahun. Sejumlah ahli dari University of Montreal menulis di jurnal Neurocase bahwa kasus hilang rasa lapar tersebut adalah yang pertama yang pernah ditemukan.

    Perempuan itu, berusia 28 tahun, sedang hamil saat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami lumpuh tubuh kanan dan tiba-tiba gagu pada tahun lalu. Tim dokter, dengan bantuan alat MRI, mendiagnosa stroke iskemik akut di bagian dalam otak besar sebelah kiri. Stroke iskemik adalah yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah—untuk membedakannya dari stroke hemoragik yang disebabkan pembuluh darah pecah.

    Setelah 11 hari pasien mulai pulih. Saat meninggalkan rumah sakit, pasien perempuan itu hanya mengkonsumsi obat acetylsalicylic acid. Selama enam bulan kemudian, kondisinya membaik, tapi, anehnya, dia mengaku tidak pernah merasa lapar. Karenanya, sering tidak sadar kalau dia belum makan.

    Sempat menduganya masih terkait dengan stroke yang dialami, perempuan itu baru berkonsultasi tentang kondisinya itu kepada tim dokter pada bulan ketujuh. Tim dokternya kemudian melakukan uji dan menemukan, benar, meski kekurangan kalori, si pasien tidak menerima sinyal psikologis kalau sudah waktunya bagi dia untuk segera makan. Dia juga tak terganggu oleh segala rasa dan aroma makanan.

    Pasien perempuan itu bisa kembali merasakan lapar setelah 15 bulan berselang dari serangan stroke. Saat itulah dia menyadari bobot tubuhnya sudah susut 13 kilogram.  “Hilangnya rasa lapar bukan karena medikasi, bukan pula karena kelainan tindakan klinis maupun penggunaan obat tertentu,” bunyi hasil studi tim dokter memastikan.

    Menurut ketua tim studi itu, Dang Khoa Nguyen, penyebab dari fenomena itu adalah kerusakan pada bagian otak yang bertanggung jawab untuk pemrosesan sinyal rasa, selera makan, dan keseimbangan energi. “Stroke diduga telah memprovokasi ketidakseimbangan sistem saraf otonom dan meningkatkan fungsi simpatik yang pada gilirannya berkontribusi ke penurunan selera makan,” katanya.

    Belakangan sejumlah kalangan menilai pengalaman unik hilang rasa lapar pada perempuan Kanada yang menderita stroke itu bisa dimanfaatkan untuk mencari pengobatan atas obesitas.

    FREENEWS, THEN24, NEW SCIENTIST

    Baca juga:
    Lampaui Stroke, Covid-19 Bisa Turunkan IQ Pasien lebih dari 7 Poin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.