Mantan Eksekutif Sony Sebut Harga Game PS5 Bakal Lebih Mahal

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PlayStation 5. Kredit: The Verge

    PlayStation 5. Kredit: The Verge

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga game yang dibuat untuk konsol PlayStation 5 (PS5) mungkin akan menjadi lebih mahal. Mantan eksekutif Sony PlayStation, Shawn Layden, menjelaskan kenaikan itu dapat disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi video game baru.

    “Biaya pembuatan video game untuk platform baru berlipat ganda dengan setiap generasi konsol,” ujar Layden, seperti dikutip Gizmochina, Senin, 6 September 2021.

    Menurut Layden, biaya pengembangan sebuah game untuk PS5 terbaru sekitar US$ 200 juta (Rp 2,8 triliun). Meskipun ini jumlah yang cukup besar, Layden percaya bahwa angka ini diperkirakan akan meningkat terus menerus.

    Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa studio pengembangan game besar dan bahkan beberapa studio indie harus menghadapi ini dengan menerapkan strategi baru, yang disebutnya “de-risk”. Dengan kata lain, sebagian besar perusahaan akan lebih terdorong untuk membuat sekuel dari judul yang sudah ada daripada membuat IP baru dari awal. 

    Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Layden berbagi pemikirannya tentang masa depan game. Dia percaya bahwa PS5 dan game untuk konsol akan berkembang sepanjang siklus hidupnya.

    Sampai sekarang, PS5 hampir satu tahun memasuki layanannya dan Sony telah merencanakan sekuel anggaran besar untuk waralaba tertentu. Ini termasuk game Horizon Forbidden West yang akan datang, Gran Turismo 7 dan sekuel God of War yang belum diumumkan. 

    Sementara anggaran yang meningkat untuk game memastikan bahwa judul-judul baru akan mampu memanfaatkan sepenuhnya perangkat keras baru dan kuat dari konsol generasi saat ini. Namun, masih harus dilihat apakah kenaikan biaya akan dibenarkan dengan permainan baru.

    GIZMOCHINA | BLOOMBERG

    Baca:
    Begini Penjualan Konsol PS5 Dorong Sony Catat Sejarah Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.