Eksperimen Ini Menerangkan Kenapa Covid-19 Bisa Begitu Mematikan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Pembekuan atau penggumpalan darah (trombus) di vena. ANTARA/Shutterstock/pri.

    Ilustrasi - Pembekuan atau penggumpalan darah (trombus) di vena. ANTARA/Shutterstock/pri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partikel-partikel dari sel dalam darah yang memicu penggumpalan atau pembekuan darah bisa jadi kunci untuk menjelaskan kenapa Covid-19, penyakit infeksi virus corona 2019, bisa menjadi mematikan. Temuan studi terbaru membawa harapan kalau pengobatan yang ada saat ini bisa digunakan untuk mencegah penyakit itu menjadi mematikan.

    Dasarnya adalah orang-orang dengan gejala berat atau parah Covid-19 yang kerap ditemui memiliki komplikasi akibat pembekuan darah berlebihan yang mereka alami. Misalnya, serangan jantung, stroke dan kerusakan ginjal.

    Tessa Barrett di NYU Langone Health, New York, dan koleganya meneliti platelet dari 291 pasien Covid-19 di rumah sakit. Mereka menemukan kemudian menemukan banyak platelet itu memiliki kadar lebih tinggi untuk dua molekulnya yang biasa terlibat dalam pembekuan darah.

    Penelitian itu membandingkannya dengan platelet dari orang-orang yang tak terinfeksi SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19. “Kadarnya semakin tinggi pada mereka yang harus menjalani perawatan di rumah sakit yang lebih lama,” bunyi temuan studi Barrett dkk yang dipublikasikan dalam Science Advances, Rabu 8 September 2021.

    Tim peneliti itu juga melakukan eksperimen dengan menumbuhkan sel-sel sehat dari dinding pembuluh darah di laboratorium. Sel kemudian diberi fluida dari platelet yang telah melalui infeksi SARS-CoV-2. Hasilnya, mereka menemukan ada lebih banyak molekul khas penggumpalan darah daripada ketika platelet yang digunakan dipajankan ke virus corona penyebab penyakit flu biasa.

    Seiring waktu, perbedaannya semakin tajam di antara kedua perlakuan sel dalam cawan petri tersebut. Ini yang diyakini bisa menerangkan kenapa pembuluh darah menjadi lebih ‘bocor’ pada pasien gejala berat Covid-19, menyebabkan cairan terakumulasi dalam paru-paru. 

    “Temuan kami mungkin menerangkan banyak hal pada apa yang membuat Covid-19 jauh lebih mematikan daripada kerabatnya yang menyebabkan flu biasa,” kata Barrett.

    Dari hasil studi ini, obat-obatan stroke yang biasa digunakan memblok platelet penyebab pembekuan darah kini sedang diuji sebagai pengobatan Covid-19.

    NEW SCIENTIST

    Baca juga:
    Moderna Uji Klinis Kombinasi Booster Vaksin Covid-19 dan Vaksin Flu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.