Kaspersky: Serangan terhadap Microsoft Exchange Tumbuh 170 Persen pada Agustus

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

    Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pengguna yang diserang oleh eksploitasi dengan menargetkan kerentanan di Microsoft Exchange Server yang diblokir oleh produk Kaspersky tumbuh sebesar 170 persen pada bulan Agustus, dari 7.342 menjadi 19.839 pengguna.

    Menurut pakar Kaspersky, pertumbuhan mengejutkan ini terjadi karena meningkatnya jumlah serangan yang mencoba mengeksploitasi kerentanan yang diungkapkan sebelumnya dalam produk itu, dan fakta bahwa pengguna tidak segera menambal perangkat lunak mereka yang rentan, sehingga memperluas permukaan serangan potensial.

    “Fakta bahwa kerentanan ini sedang dieksploitasi secara aktif menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan siber terus mencoba peruntungan untuk menembus jaringan apa pun yang bisa mereka dapatkan," ujar Evgeny Lopatin, peneliti keamanan Kaspersky, Jumat, 10 September 2021.

    "Pertumbuhan serangan yang aktif ini juga menunjukkan sekali lagi mengapa sangat penting untuk menambal kerentanan sesegera mungkin untuk mencegah jaringan berada dalam kondisi berisiko. Kami sangat menyarankan untuk mengikuti saran terbaru Microsoft untuk mengurangi risiko yang lebih luas,” tambahnya.

    Kerentanan di dalam Microsoft Exchange Server menyebabkan banyak kekacauan tahun ini. Pada tanggal 2 Maret 2021, publik mengetahui tentang eksploitasi secara luas dari kerentanan zero-day di dalam Microsoft Exchange Server, yang kemudian ditunjukkan dengan gelombang serangan terhadap berbagai organisasi di seluruh dunia.

    Tahun ini juga, Microsoft telah menambal serangkaian kerentanan yang disebut ProxyShell – CVE-2021-34473, CVE-2021-34523 dan CVE-2021-31207. Secara bersama-sama, kerentanan ini mewakili ancaman kritis dan memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk melewati otentikasi dan mengeksekusi kode layaknya pengguna yang memiliki hak istimewa.

    Meskipun penambalan (patch) untuk kerentanan ini dirilis beberapa waktu lalu, para pelaku kejahatan siber tidak ragu untuk mengeksploitasinya, di mana sebanyak 74.274 pengguna Kaspersky dihadapkan dengan eksploitasi kerentanan MS Exchange ini dalam enam bulan terakhir.

    Selain itu, seperti yang diperingatkan oleh Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA) di AS pada 21 Agustus lalu, kerentanan ProxyShell sekarang secara aktif dieksploitasi oleh para pelaku kejahatan siber dalam gelombang serangan baru-baru ini.

    Kemudian pada 26 Agustus, Microsoft menjelaskan bahwa server Exchange rentan jika tidak menjalankan Pembaruan Kumulatif (CU) dengan setidaknya Pembaruan Keamanan Mei (SU).

    Menurut telemetri Kaspersky, pada minggu terakhir musim panas, lebih dari 1.700 pengguna diserang menggunakan eksploitasi ProxyShell setiap harinya, menyebabkan jumlah pengguna yang diserang pada Agustus 2021 tumbuh sebesar 170 persen dibandingkan dengan Juli 2021. Ini menunjukkan besarnya akibat yang dapat ditimbulkan dari kerentanan server tersebut, jika dibiarkan tidak ditambal atau di-patch.

    Produk Kaspersky telah memberikan proteksi dari penyalahgunaan kerentanan ProxyShell dengan komponen Behavior Detection and Exploit Prevention serta mendeteksi eksploitasi dengan hasil sebagai berikut: PDM:Exploit.Win32.Generic, HEUR:Exploit.Win32.ProxyShell, dan HEUR:Exploit.*.CVE-2021-26855.

    Untuk terlindung dari serangan yang mengeksploitasi kerentanan yang disebutkan di atas, Kaspersky merekomendasikan untuk memperbarui Server Exchange sesegera mungkin, strategi pertahanan fokus pada mendeteksi gerakan lateral dan eksfiltrasi data ke internet, memberikan perhatian khusus pada lalu lintas keluar untuk mendeteksi koneksi para pelaku kejahatan siber, mencadangkan data secara teratur. "Pastikan Anda dapat mengaksesnya dengan cepat dalam keadaan darurat," ujar Kaspersky.

    Kaspersky memiliki solusi seperti Kaspersky Endpoint Detection and Response dan layanan Kaspersky Managed Detection and Response, yang membantu mengidentifikasi dan menghentikan serangan pada tahap awal, sebelum penyerang mencapai tujuannya, serta menggunakan solusi keamanan titik akhir yang andal seperti Kaspersky Endpoint Security for Business yang didukung oleh pencegahan eksploitasi, deteksi perilaku, dan mesin perbaikan yang dapat memutar kembali tindakan berbahaya.

    Baca:
    Hacker Serang Acer, Minta Tebusan Rp 722 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.