Peretas Spionase Cina Diduga Susupi Jaringan BIN dan 9 Lembaga Negara

Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Peretas Cina diduga telah menembus jaringan internal Badan Intelijen Negara (BIN) dan sekitar sembilan kementerian dan lembaga di Indonesia. Penyusupan itu ditemukan oleh Insikt Group, divisi penelitian ancaman siber Recorded Future, dan dikaitkan dengan Mustang Panda, hacker Cina yang dikenal dengan kampanye spionase dunia maya.

Peneliti Insikt Group pertama kali menemukan kampanye ini pada bulan April tahun ini, ketika mereka mendeteksi server command and control (C&C) malware PlugX, yang dioperasikan oleh grup Mustang Panda, berkomunikasi dengan host di dalam jaringan pemerintah Indonesia. Kelompok hacker itu memang dikenal menargetkan kawasan Asia Tenggara.

“Komunikasi ini kemudian ditelusuri kembali ke setidaknya Maret 2021. Namun, titik intrusi dan metode pengiriman malware masih belum jelas,” tertulis dalam laporan Insikt Group, seperti dikutip The Record, akhir pekan lalu.

Peneliti Insikt Group memberi tahu pihak berwenang Indonesia tentang penyusupan tersebut pada Juni tahun ini, kemudian pada Juli. Namun, pejabat Indonesia tidak memberikan umpan balik untuk laporan tersebut. 

BIN, yang merupakan target paling sensitif yang dikompromikan dalam kampanye, juga tidak membalas permintaan komentar yang dikirim oleh The Record pada Juli dan Agustus. Namun, sebuah sumber yang akrab dengan penyelidikan mengatakan kepada The Record bulan lalu bahwa pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan membersihkan sistem yang terinfeksi. 

Beberapa hari kemudian, peneliti Insikt Group mengonfirmasi bahwa host di dalam jaringan pemerintah Indonesia masih berkomunikasi dengan server malware Mustang Panda. 

Kabar tentang upaya spionase dunia maya yang mengganggu ini muncul ketika kedua negara telah membangun kembali hubungan diplomatik yang erat setelah hampir mencapai konflik bersenjata beberapa tahun sebelumnya. “Terutama karena sengketa wilayah laut,” kata laporan itu.

Saat ini sebagai investor terbesar kedua di Indonesia, Cina telah bergabung dengan provinsi-provinsi di Indonesia selama dua tahun terakhir. Tujuannya, untuk memfasilitasi peningkatan perdagangan dan implementasi Belt and Road Initiative, kebijakan luar negeri untuk berinvestasi di negara-negara tetangga dalam rangka membangun ikatan politik dan perjanjian perdagangan yang langgeng. 

Tetapi investasi ini tidak selalu disambut baik, dengan beberapa negara melihatnya sebagai kuda Troya bagi ekonomi mereka. “Sejak 2013, ketika Cina mengumumkan Belt and Road Initiative, kelompok spionase siber sering menargetkan negara-negara di mana Cina berencana untuk berinvestasi sebagai bagian dari proyek ini,” kata laporan itu.

THE RECORD | RECORDED FUTURE

Baca:
Ratusan Website Pemerintah Disusupi Judi Online, Ini Saran Kasperksy






Pengusaha Cina Ingin Manfaatkan Pasar Rusia

12 jam lalu

Pengusaha Cina Ingin Manfaatkan Pasar Rusia

Sejumlah pengusaha asal Cina tertarik menanamkan sejumlah investasi di Rusia dan memamerkan produk-produk mereka, khususnya produk teknologi


IHSG Sesi Pertama Ditutup Lesu, Sektor Transportasi Turun Paling Dalam

1 hari lalu

IHSG Sesi Pertama Ditutup Lesu, Sektor Transportasi Turun Paling Dalam

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum terus turun di sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks menutup sesi di level 6,825, turun 0,97 persen


Cina Diproyeksi Akan Umumkan 10 Poin Aturan Covid-19 yang Dilonggarkan

2 hari lalu

Cina Diproyeksi Akan Umumkan 10 Poin Aturan Covid-19 yang Dilonggarkan

Dua sumber menyebut pada Reuters kalau Cina kemungkinan akan mengumumkan 10 poin aturan pelonggaran Covid-19 yang baru.


Produksi Tesla Model Y Dipangkas, Genjot Model 3 di Cina

2 hari lalu

Produksi Tesla Model Y Dipangkas, Genjot Model 3 di Cina

Produsen otomotif asal AS itu memotong harga mobil listrik Tesla Model 3 dan Model Y hingga 9 persen di Cina sekaligus menawarkan insentif asuransi.


Mobil LIstrik Baterai BYD Cina Serbu Pasar Jepang

2 hari lalu

Mobil LIstrik Baterai BYD Cina Serbu Pasar Jepang

BYD Jepang berencana memperkenalkan dua model lagi pada akhir 2023 dengan mengandalkan lebih dari 100 dealer mobil di Jepang pada akhir 2025.


Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

3 hari lalu

Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

Berita terpopuler di kanal ekonomi dan bisnis dimulai dengan kabar BPS memperingatkan kenaikan inflasi akan semakin tinggi pada Desember 2022.


Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

3 hari lalu

Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

XPeng mengharapkan pengiriman akan meningkat signifikan pada Desember 2022 karena peningkatan dan percepatan produksi mobil listrik G9.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

5 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


Survei Cisco Tegaskan Risiko Keamanan Siber dari WFH dan WFA

5 hari lalu

Survei Cisco Tegaskan Risiko Keamanan Siber dari WFH dan WFA

Di antara korban insiden keamanan siber, 73 persen mengatakan perusahaannya menderita kerugian setidaknya Rp 1,5 miliar. Bahkan ada yang Rp 7 miliar.


Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

6 hari lalu

Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

Tesla di Cina hampir dua kali melakukan penarikan mobil listrik pada periode 1 November hingga 27 November 2022.