Mengenang Tragedi 9/11, Hoax Rudal F-16 Hajar Pesawat Flight 93

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing 757-200 bernomor registrasi N591UA, yang dibajak teroris dalam penerbangan United Airlines Flight 93, pada 11 September 2001. MacMax/Wikipedia

    Pesawat Boeing 757-200 bernomor registrasi N591UA, yang dibajak teroris dalam penerbangan United Airlines Flight 93, pada 11 September 2001. MacMax/Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Rakyat Amerika baru saja mengenang dua dekade serangan teroris yang terjadi pada 11 September 2001, atau yang dikenal sebagai tragedi 9/11. Sepanjang periode itu pula mereka melawan hoax yang menyebar berbagai teori konspirasi tentang jatuhnya para korban.

    Di antaranya adalah teori konspirasi seputar jatuhnya pesawat penerbangan domestik United Airlines Flight 93 beserta 44 penumpang dan awaknya di Pennsylvania. Ini adalah korban di luar serangan yang mengarah ke Menara World Trade Center di Manhattan, New York, dan Pentagon di Arlington County, Virginia.

    Teori konspirasi yang berkembang di antaranya menyebutkan pesawat yang dibajak empat teroris di antara para penumpangnya itu rontok ke Bumi karena rudal pencari panas milik jet tempur F-16 ataupun pesawat putih yang misterius. Pesawat Unites Airlines 93 adalah satu-satunya dari empat pesawat sipil yang dibajak yang tak mampu mencapai targetnya: Capitol Hill, gedung parlemen Amerika Serikat di Washington.

    Teori konspirasi itu berkembang sekalipun suara rekaman dari kokpit yang menjadi bagian dari kotak hitam pesawat itu mengindikasikan kalau para penumpang lainnya di United Air Flight 93 bersatu menyerang para pembajak. Teroris akhirnya menjatuhkan pesawat jenis Boeing 752-222 turun dekat Shanksville, sebuah kota di sebelah barat daya Pennsylvania.

    Berikut ini hasil cek faktanya,

    KLAIM 1:

    Sedikitnya enam saksi mata mengatakan melihat pesawat jet putih kecil terbang rendah di atas Shanksville, tak lama setelah pesawat United Flight 93 jatuh. BlogD.com berteori kalau pesawat jatuh, “karena rudal yang ditembakkan dari jet tempur, atau via sebuah serangan elektronik oleh pesawat yang dilaporkan terlihat dekat lokasi beberapa menit setelah Flight 93 jatuh."

    WorldNetDaily.com menguatkan teori itu bahwa tak lama setelahnya FBI mulai menyerang para saksi mata itu dengan disinformasi yang dinilainya paling tak masuk akal, menuding apa yang dilihat itu adalah pesawat jet pribadi terbang di ketinggian 34 ribu kaki atau lebih dari 10 ribu meter. FBI disebut WorlNetDaily meminta pesawat jet itu turun ke ketinggian 5.000 kaki dan mencoba mencari lokasi jatuh pesawat. “Padahal untuk turun di antara ketinggian itu butuh sekitar 20 menit.”

    FAKTA:

    Benar ada satu pesawat jet yang tampak terbang di lokasi—sebuah pesawat jet carteran jenis Dassault Falcon 20 milik VF Corp dari Greensboro, North Carolina, sebuah perusahaan apparel yang memasarkan antara lain jeans Wrangler. Pesawat jet ini sedang terbang ke Bandara Johnstown-Cambria, berjarak 20 mil arah utara Shanksville.

    Lokasi jatuhnya pesawat United Airlines 93 di Somerset County, Pennsylvania pada 11 September 2001. Foto: U.S. Federal Government/Wikipedia

    Menurut David Newell, Direktur Aviasi dan Travel di VF, otoritas penerbangan federal (FAA) di Cleveland mengontak kopilot Yates Gladwell ketika jet Falcon berada pada ketinggian sekitar 3-4 ribu kaki. “Bukan 34 ribu,” katanya menepis disinformasi atau hoax yang beredar, sambil menambahkan kalau pesawat saat itu sudah mulai turun untuk persiapan mendarat di Johnstown.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.