Begini Cara Aplikasi PeduliLindungi Mendeteksi Keberadaan Penderita Covid-19

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengakses aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 14 Januari 2021. ANTARA/Zabur Karuru.

    Seorang warga mengakses aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 14 Januari 2021. ANTARA/Zabur Karuru.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam upaya penanganan pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia meluncurkan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi tersebut berguna untuk melakukan tracing atau pendeteksian orang-orang yang terinfeksi Covid-19. Selain itu, aplikasi PeduliLindungi diharapkan juga mampu membantu upaya vaksinasi guna mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity

    Salah satu kemampuan unik dari PeduliLindungi adalah mampu mendeteksi orang-orang yang terinfeksi Covid-19. Dilansir dari Antara, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa aplikasi PeduliLindungi telah berhasil mendeteksi 3.839 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat sedang beraktivitas di fasilitas umum dalam kurun waktu sebulan terakhir. 

    Menurut Budi, aplikasi PeduliLindungi bekerja dengan cara membagi kriteria para pengunjung suatu fasilitas umum. Kriteria tersebut tampak dalam empat warna yang berbeda. Warna hitam menunjukkan bahwa pengunjung tersebut positif Covid-19 atau mengalami kontak erat dengan orang yang telah terkonfirmasi positif. "Diluncurkan baru sebulan, sudah ada 29 juta yang melakukan check in dengan PeduliLindungi, tetap saja ada 3.839 orang yang masuk kategori hitam," kata Budi, 13 September 2021.

    Selain warna hitam, PeduliLindungi juga membagi pengunjung dengan warna merah, kuning, dan hijau. Warna merah menandakan bahwa orang tersebut belum pernah menerima vaksin Covid-19 sama sekali. Kemudian warna kuning berarti bahwa orang tersebut telah menerima satu dosis vaksin atau berstatus sebagai penyintas Covid-19 dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Sementara itu, warna hijau menandakan bahwa orang tersebut telah menerima dua dosis vaksin Covid-19 dan tidak menerima hasil positif ketika menjalani tes. 

    Dilansir dari pedulilindungi.id, aplikasi PeduliLindungi bisa langsung bekerja setelah diinstall di ponsel android. Setelah berhasil diinstall, aplikasi PeduliLindungi akan meminta penggunanya untuk mengaktifkan lokasi. Dengan kondisi lokasi aktif, maka secara berkala aplikasi akan melakukan identifikasi penderita Covid-19 lokasi Anda. Selain itu, PeduliLindungi juga akan memberikan informasi terkait keramaian dan zonasi penyebaran Covid-19.

    Kegunaan aplikasi PeduliLindungi akan semakin maksimal jika digunakan oleh banyak orang sekaligus. Aplikasi PeduliLindungi akan membantu pemerintah untuk melakukan tracing guna melakukan vaksinasi. Karena itu, semakin banyak masyarakat yang menggunakan aplikasi tersebut, semakin mudah dan cepat pula upaya vaksinasi dapat digencarkan. 

    BANGKIT ADHI WIGUNA

    Baca juga: Kominfo Ungkap Cara Aman Menggunakan Aplikasi Pedulilindungi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.