Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Fakta Kerawanan Tsunami Pacitan yang Bikin Heboh

image-gnews
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (tengah) bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) menyusur peta kerawanan potensi tsunami di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu 11 September 2021. (ANTARA/HO-BMKG)
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (tengah) bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) menyusur peta kerawanan potensi tsunami di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu 11 September 2021. (ANTARA/HO-BMKG)
Iklan

TEMPO.CO, Bandung - Simulasi dan pemeriksaan jalur evakuasi tsunami di dermaga Tamperan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu akhir pekan lalu, menimbulkan banyak pertanyaan warga. Acara itu melibatkan BMKG, Kementerian Sosial, dan pemerintah daerah setempat.

“Pada ribut kenapa BMKG adakan drill (latihan) tsunami di Pacitan,” kata Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa 14 September 2021.

Daryono membeberkan alasan latihan kesiagaan gempa dan tsunami itu berdasarkan fakta kerawanan dan sejarahnya. Pacitan disebutnya merupakan daerah yang berhadapan dengan zona sumber gempa besar atau megathrust.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG terhadap aktivitas kegempaan sejak 2008, di lautan wilayah selatan Pacitan beberapa kali terbentuk cluster atau kumpulan kegempaan aktif meskipun tidak diakhiri dengan terjadinya gempa besar. Wilayah selatan Pacitan, kata Daryono, merupakan bagian dari zona aktif gempa di Jawa Timur yang mengalami peningkatan aktivitas kegempaan.

“Di wilayah ini pada beberapa tahun terakhir sering terjadi aktivitas gempa signifikan yang guncangannya dirasakan masyarakat,” ujarnya

Berdasarkan hasil kajian, gempa dari lautan selatan Pacitan berpotensi berkekuatan hingga magnitudo 8,7. Ditambah data-data lain, BMKG melakukan pemodelan yang dipakai untuk skenario gempa tsunami, mitigasi, dan penyelamatan diri warga.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, potensi tsunami di Pantai Pacitan setinggi 28 meter dengan perkiraan waktu tiba sekitar 29 menit. “Adapun tinggi genangan di darat berkisar sekitar 15-16 meter dengan potensi jarak genangan mencapai 4-6 kilometer dari bibir pantai," katanya di laman BMKG, Sabtu 11 September 2021.

Sejarah kelam tsunami di Teluk Pacitan, tercatat kejadiannya pada 4 Januari 1840, kemudian 20 Oktober 1859, lalu gempa besar pada 27 September 1937 berskala intensitas VIII-IX MMI menyebabkan 2.200 rumah roboh dan banyak orang meninggal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Terkait bahaya tsunami, Daryono menjelaskan, kondisi alam Pantai Pacitan yang berbentuk teluk dinilai lebih berbahaya. Alasannya karena tsunami yang masuk teluk akan terakumulasi energinya. “Tsunami yang masuk ke teluk gelombangnya berkumpul dan terjebak sehingga tinggi tsunami meningkat,” katanya.

Pada kondisi pantai teluk yang landai, tsunami bisa lebih jauh melanda daratan. Upaya mencegah korban ketika muncul tsunami seperti masyarakat memahami konsep evakuasi mandiri. Konsep itu menurutnya terbukti efektif mampu menyelamatkan masyarakat di Pulau Simeulue sejak ratusan tahun lalu dalam kisah “smong”.

Tindakan warga pesisir ketika terjadi gempa kuat, saat itu juga harus segera pergi menjauh dari pantai. Jalur evakuasi warga harus disiapkan dan rambunya terpasang permanen. Masyarakat juga, Daryono menambahkan, jangan abai terhadap peringatan dini tsunami dari BMKG.

“Masyarakat harus memiliki sikap swasadar informasi gempa dan peringatan dini tsunami serta memiliki respon yang cepat untuk segera melakukan evakuasi, karena golden time yang cukup singkat,” kata Daryono.

Pada kondisi sebagian warga terlambat mengetahui adanya peringatan tsunami, disarankan melakukan evakuasi vertikal secepatnya. “Meskipun harus memanjat pohon, bangunan tower yang tinggi, atau memanjat bangunan tinggi lainnya yang terdekat,” katanya.

Selain warga, pemerintah daerah menurutnya juga harus sigap menanggapi peringatan tsunami. Selanjutnya mengaktivasi sirine untuk perintah evakuasi masyarakat pesisir agar segera menjauh dari pantai jika terjadi gempa berpotensi tsunami.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BMKG: Hujan Lebat Turun di Bogor, Cianjur, Sukabumi & Sejumlah Wilayah Jawa Barat

20 jam lalu

Tim BPBD Kota Bogor saat mengevakuasi becak yang tertimpa pohon besar di Kebon Pedes, Kota Bogor, Sabtu Sore 26 Oktober 2019. Pohon tumbang karena hujan lebat yang disertai petir serta angin kencang. TEMPO/M.A MURTADHO
BMKG: Hujan Lebat Turun di Bogor, Cianjur, Sukabumi & Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Hujan lebat hingga sangat lebat pada skala lokal dan berdurasi singkat diprediksi turun pada Senin, 7 Agustus 2023 di sejumlah wilayah di Jawa Barat


Ramalan Cuaca: Malam Ini Jabodetabek Diguyur Hujan, Suhu Terendah 22 Derajat Celsius

22 jam lalu

Pengunjung Car Free Day mengenakan payung saat diguyur hujan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 12 Februari 2023. Dilansir dari BMKG, perkiraan cuaca Jakarta berpotensi hujan sedang lebat sampai sepekan ke depan, warga dihimbau  mempersiapkan diri termasuk kebugaran tubuh untuk menghadapi cuaca ekstrem. TEMPO/MAGANG/MUHAMMAD FAHRUR ROZI
Ramalan Cuaca: Malam Ini Jabodetabek Diguyur Hujan, Suhu Terendah 22 Derajat Celsius

Prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan hujan ringan akan turun di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi malam nanti


Prakiraan Cuaca Hari ini: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan Intensitas Sedang di Medan

23 jam lalu

Ilustrasi cuaca mendung berpotensi turun hujan. Kredit: ANTARA
Prakiraan Cuaca Hari ini: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan Intensitas Sedang di Medan

Hujan diperkirakan akan terjadi dj aejumlah wilayah Indonesia hari ini.


Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Terjadi di Wilayah Kuta Selatan, Bali

1 hari lalu

Ilustrasi - Peta gempa yang berpusat di Bali bagian selatan. ANTARA/HO-BMKG
Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Terjadi di Wilayah Kuta Selatan, Bali

Gempa tidak berpotensi tsunami. Namun, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada atas kemungkinan gempa susulan.


Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat

1 hari lalu

Ilustrasi gempa bumi
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat

BMKG mengonfirmasi adanya gempa dengan magnitudo 4,6 mengguncang Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat, pada Senin dinihari, 7 Agustus 2023.


Daftar Perairan Indonesia Bergelombang Tinggi 4 Meter sesuai Prediksi BMKG

1 hari lalu

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia Dua Hari ke Depan
Daftar Perairan Indonesia Bergelombang Tinggi 4 Meter sesuai Prediksi BMKG

BMKG mengimbau masyarakat pesisir waspada potensi gelombang tinggi hingga empat meter di beberapa wilayah perairan pada 6-7 Agustus 2023.


Gempa Magnitudo 5,2 di Sulawesi Tengah, Warga Ingat Bencana Palu

1 hari lalu

Ilustrasi gempa. shutterstock.com
Gempa Magnitudo 5,2 di Sulawesi Tengah, Warga Ingat Bencana Palu

Gempa tidak berpotensi tsunami


BMKG Prediksi Cuaca Banyak Kota Besar Cerah Berawan, dan Masih Ada yang Hujan

1 hari lalu

Ilustrasi Cuaca Cerah Berawan. Tempo/Fardi Bestari
BMKG Prediksi Cuaca Banyak Kota Besar Cerah Berawan, dan Masih Ada yang Hujan

BMKG memprakirakan cuaca kebanyakan kota besar di Indonesia cerah berawan pada Minggu, 6 Agustus 2023. Namun masih ada hujan di sejumlah kota.


Prakiraan Cuaca BMKG: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan di Berbagai Wilayah

1 hari lalu

Ilustrasi hujan disertai angin kencang. Shutterstock
Prakiraan Cuaca BMKG: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan di Berbagai Wilayah

Waspada bencana hidrometeorologi akibat hujan di beberapa wilayah.


Prediksi Cuaca Hari Ini untuk Jabodetabek, Jangan Harapkan Hujan

1 hari lalu

Warga berjalan di tengah cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin, 24 April 2023. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan dinamika atmosfer yang tidak biasa menjadi salah satu penyebab Indonesia mengalami suhu panas dalam beberapa hari terakhir. ANTARA/Fauzan
Prediksi Cuaca Hari Ini untuk Jabodetabek, Jangan Harapkan Hujan

Prediksi cuaca dari BMKG menyebutkan langit Jakarta didominasi cerah berawan dari pagi sampai malam nanti.