Manfaat Lubang Biopori, Bisa Kurangi Sampah dan Mencegah Banjir

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Program Gerakan 400 Lobang Resapan (Biopori) dan Bank Sampah, di wilayah Cakung, Jakarta Timur (27/12)

    Program Gerakan 400 Lobang Resapan (Biopori) dan Bank Sampah, di wilayah Cakung, Jakarta Timur (27/12)

    TEMPO.CO, Jakarta - Biopori merupakan salah satu teknologi penyerapan air. Biasanya, teknologi ini dibuat di kawasan rawan banjir atau tanah dengan daya serap yang kurang maksimal, khususnya saat hujan. Lubang resapan ini dibuat tegak lurus ke dalam tanah sehingga memiliki berbagai manfaat jika dibuat di depan rumah.

    Mengutip dari laman resmi Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, lubang biopori ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik yang memiliki fungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

    Biopori memiliki banyak manfaat, antara lain:

    1. Mengurangi sampah organik

    Pembuatan lubang resapan biopori dapat mengurangi sampah organik dari rumah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini karena sampah akan dimasukkan ke dalam lubang. Selain mengurangi sampah organik, pembuatan biopori juga akan membuat masyarakat mulai memilah antara sampah organik dan anorganik.

    1. Menyuburkan tanah

    Ketika memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan terjadi proses biologis yang akan menjadikan sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.

    1. Membantu mencegah terjadinya banjir

    Saat ini, banjir sering terjadi baik di kota atau di kampung, dan salah satu penyebabnya adalah sistem drainase yang tidak baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainase akan buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah. Dengan membuat lubang resapan biopori, maka dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

    1. Mempengaruhi jumlah air tanah

    Sampah organik yang ada di lubang menjadi makanan cacing. Cacing-cacing ini kemudian membuat terowongan kecil yang dapat meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini pun akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat.

    WINDA OKTAVIA

    Baca juga:

    Satu RT di Malang Wajib Punya 100 Lubang Biopori


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.