Antara Menteri Nadiem, Sultan Yogya dan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sekolah Tatap Muka atau Ilustrasi Belajar Tatap Muka. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Ilustrasi Sekolah Tatap Muka atau Ilustrasi Belajar Tatap Muka. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim terlibat balas pernyataan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X tentang pembukaan kembali sekolah-sekolah. Keduanya sempat bertemu di Kantor Gubernur DIY pada Selasa, 14 September 2021. 

    Usai pertemuan itu, Nadiem menuturkan bahwa semua sekolah di daerah dengan PPKM Level 1 sampai 3 boleh menggelar pembelajaran tatap muka terbatas tak bergantung kepada capaian vaksinasi Covid-19. Sebelumnya, DIY sudah ditetapkan berada di level 3 namun Sultan bersikukuh memilih tidak terburu-buru membuka kembali sekolah-sekolah, sekalipun secara terbatas.

    “Dalam pertemuan dengan Pak Gubernur itu justru Pak Nadiem lebih banyak memberikan dukungan kepada Yogya soal sekolah penggerak, guru penggerak yang berjalan, bukan fokus membahas soal kebijakan tatap muka sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan DIY, Didik Wardaya, Kamis 16 September 2021.

    Adapun terkait soal tatap muka sekolah, ujar Didik, yang dibahas Menteri Nadiem bersama Sultan HB X pada intinya adalah pemerintah pusat tetap akan mengacu pada revisi terakhir Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diteken Maret 2021 lalu. SKB menerangkan bahwa daerah PPKM Level 1 sampai 3 bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas dan tidak ada kewajiban harus vaksinasi dulu.  

    “Yang dibahas soal tatap muka sekolah saat bertemu (secara tertutup) dan usai pertemuan sama, pemerintah pusat mengacu SKB 4 Menteri,” ujar Didik.

    Setelah pertemuan, instruksi Gubernur DIY hanya memprioritaskan pembelajaran tatap muka di sekolah yang sebagian besar siswanya telah divaksin. Menurut Didik, pertimbangannya adalah prinsip kehati-hatian dan memulainya secara bertahap. 

    Didik menuturkan, saat ini dari sekitar 400 SMA/SMK di DIY, sudah 192 atau separo dari total sekolah yang vaksinasi siswanya di angka 80 persen. “Kami utamakan dulu sekolah yang vaksinasi siswanya sudah mencapai 80 persen,” ujar Didik.

    Didik menambahkan, hampir seluruh sekolah itu sudah siap dengan protokol kesehatan, sarana prasarana dan pembentukan gugus tugas Covid-19 tingkat sekolah. Mulai Senin depan, 20 September 2021, sebanyak lebih dari 50 sekolah, dari 192 sekolah, diizinkan menggelar tatap muka.

    “Ada sekolah yang tak bersedia tatap muka dulu, karena masih memiliki agenda penilaian tengah semester secara daring, kami bebaskan untuk itu, tidak kami paksakan tatap muka,” ujar Didik.

    Baca juga:
    Covid-19 di Padang, Siswa tak Diizinkan Divaksin Diusulkan Tetap Sekolah Daring


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.