Pengumuman PPKM Malam Ini, Covid-19 Yogya Sudah Susut Ribuan Kasus Aktif

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan Malioboro, Yogyakarta, ramai wisatawan pada akhir pekan pertama PPKM Level 3, Sabtu, 11 September 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Kawasan Malioboro, Yogyakarta, ramai wisatawan pada akhir pekan pertama PPKM Level 3, Sabtu, 11 September 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pada hari terakhir perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 periode 13-20 September 2021, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan jumlah akumulasi kasus aktif Covid-19 di bawah 3.000. Kasus aktif dihitung dari kasus positif Covid-19 yang masih berada dan menjalani perawatan medis di rumah sakit.

    "Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY hari ini sebanyak 83 kasus, total jumlah kasus aktif sebanyak 2.953 kasus," kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, Senin 20 September 2021.

    Jumlah kasus aktif di DIY ini menurun drastis dibanding dua periode sebelumnya. Pada 20 Juli, misalnya, jumlah kasus aktif saat itu masih 28.527 orang dan pada 20 Agustus lalu masih sebanyak 18.506. Artinya, dalam periode satu bulan, kasus aktif Covid-19 DIY turun sekitar 15 ribu kasus.

    Berty menuturkan, positivity rate per hari ini di DIY juga sebesar 1,64 persen dengan uji sampel sebesar 5.046 orang. Penambahan kasus sembuh masih melesat sebanyak 360 kasus sedangkan penambahan kasus meninggal sebanyak sembilan orang. "Hingga hari ini total kasus meninggal terkonfirmasi Covid-19 menjadi 5.139," ujar Berty.

    Terpisah, pemerintah mengumumkan tetap memperpanjang PPKM hari ini hingga 4 Oktober mendatang di seluruh Jawa-Bali. Dengan seluruh daerah telah mengalami penurunan status pembatasan mobilisasi menjadi level 3 atau 2, kelonggaran akan dilakukan dengan membuka pusat-pusat belanja untuk kunjungan anak usia kurang dari 12 tahun dan perkantoran non esensial diizinkan menerima kembali karyawannya bekerja offline dengan kuota 25 persen.

    Keputusan itu berdasarkan estimasi tim epidemiolog Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia  yang menunjukkan angka reproduksi efektif Covid-19 di Indonesia untuk pertama kali selama pandemi sudah di bawah 1,00. Tepatnya, FKUI menunjuk angka 0,98.

    Baca juga:
    Kotanya Ditetapkan Masih PPKM Level IV, Kepala Daerah Ini Bingung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.