Impikan Pelaut Paham Riset, STIP Gandeng UGM Buka Prodi S2

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sekolah tinggi ilmu pelayaran (STIP), Marunda, Jakarta Utara, Rabu (30/4). TEMPO/Dasril Roszandi

    Suasana sekolah tinggi ilmu pelayaran (STIP), Marunda, Jakarta Utara, Rabu (30/4). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan, menandatangani kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuka jenjang program studi pascasarjana atau S2 Kamis 23 September 2021.

    “Kami menggandeng UGM untuk terlibat dalam program studi S2 kami agar lulusan-lulusan kami yang kelak jadi pelaut, tidak hanya mahir secara skill, tapi juga bisa melakukan riset,” ujar Ketua STIP Amiruddin usai penandatangan kerja sama itu di kampus UGM Yogyakarta.

    Amiruddin menuturkan, fokus riset atau bidang pendidikan penelitian jadi tantangan mahasiswa dan para dosen STIP untuk menjawab persoalan tentang kawasan laut Indonesia di masa depan.

    “Salah satu fokus kami dari program studi S2 ini bisa melakukan riset untuk menemukan inovasi teknologi yang berfokus perawatan laut, misalnya melakukan pembersihan sampah-sampah di dasar lautan yang saat ini belum banyak teratasi,” ujar Amiruddin.

    Amiruddin mengakui kerja sama dengan UGM itu karena sejauh ini dosen-dosen di kampusnya lebih banyak berfokus pada pendidikan bidang vokasi yang orientasinya sebagai sekolah kedinasan.

    “Jadi kami memang masih agak kurang mendalami terkait ilmu tentang penelitian, padahal itu yang dibutuhkan di masa mendatang, bukan sekedar skill,” ujarnya.

    Amiruddin menuturkan fokus penelitian soal kemaritiman ini sekaligus menindaklanjuti nawacita Presiden Joko Widodo yang sejak periode pertama menggaungkannya, di mana pada periode pemerintahan pertama Jokowi saat itu muncul poros maritim dan tol laut.

    “Tol laut termasuk hasil kajian penelitian yang bisa disebut sukses dan berdampak positif bagi masyarakat, salah satunya efisiensi biaya transporasi,” ujarnya.

    Dengan potensi kemaritiman Indonesia yang sangat melimpah namun belum banyak kajian penelitiannya inilah yang jadi fokus kerja sama itu.

    “Melalui kerja sama dengan UGM ini juga menjadi pintu masuk sekolah tinggi seperti kami bisa terkoneksi dengan jaringan lembaga pendidikan yang berfokus pada kemaritiman seperti di Australia yang sangat terkenal,” ujarnya.

    “Taruna-taruna kami juga diharapkan bisa bersaing dengan taruna-taruna jebolan Tokyo Maritime University atau sekolah kelautan Korea yang dikenal kompetitif,” Amiruddin menambahkan.

    Dalam penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan bersama Rektor UGM Panut Mulyono itu disepakati sejumlah hal, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyediaan tenaga ahli, seminar, lokakarya, pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Baca:
    Mahasiswa UGM Kuliah Tatap Muka Oktober, Prioritas yang Belum Kenal Kampusnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.