Profesor di Inggris: Tanpa Kepastian jika Semua Anak Sekolah Terinfeksi Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sekolah di Inggris. REUTERS

    Ilustrasi sekolah di Inggris. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Penasihat Kesehatan di pemerintahan Inggris, Chris Witty, berpendapat, saat ini, anak-anaklah yang berperan menyebarluaskan penularan Covid-19. Dia juga meyakini kalau nantinya, pada satu titik tertentu, hampir semua anak berusia 12-15 tahun akan terinfeksi bukan lewat vaksinasi.

    “Ada peningkatan penularan yang jelas sekali terjadi dalam kelompok umur ini. Faktanya, kelompok umur yang sedang kita bicarakan ini adalah satu yang transmisinya terjadi paling tinggi saat ini, sejauh yang bisa kami ketahui,” kata Chris Witty pada Rabu 22 September 2021.

    Profesor Witty menyampaikan itu saat bersama wakilnya, Profesor Jonathan Van-Tam, hadir di hadapan Komite Pendidikan di parlemen Inggris. Keduanya menjelaskan alasan di belakang keputusan untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada anak-anak di kelompok umur 12-15 tahun. Keputusan itu diberikan sepekan sebelumnya berupa rekomendasi satu dosis vaksin kepada seluruh anak tersebut.

    “Saya telah menerima rekomendasi untuk memperluas vaksinasi kepada anak-anak di usia 12-15 tahun. Untuk melindungi orang muda dari infeksi Covid-19, mengurangi penularan di sekolah-sekolah dan menjaga mereka bisa tetap terus berada di dalam kelas (belajar),” kata Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid, mengungkapkan rekomendasi tersebut.

    Whitty mengatakan, program vaksinasi pasti bakal mengganggu proses pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah, tapi itu diyakininya tidak akan sebesar gangguan yang bakal terjadi jika anak-anak itu tertular Covid-19. Dan, menurut Whitty, sebagian besar anak-anak yang hingga kini masih terbebas dari infeksi SARS-CoV-2 pasti bakal terinfeksi pula nantinya.

    “Entah dua atau tiga bulan lagi tapi mereka pasti akan tertular juga cepat atau lambat karena virus ini luar biasa sangat menular…vaksinasi akan mengurangi risiko itu,” katanya merujuk kepada virus corona Covid-19 varian Delta.

    Dalam rekomendasinya, Whitty menyatakan anak-anak tersebut akan disuntikkan satu dosis saja vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech. Belum ada keputusan untuk dosis suntikan yang kedua seperti yang seharusnya diberikan untuk memberi efek perlindungan penuh. Meski begitu, anak-anak yang dianggap rentan telah lebih dulu dinyatakan termasuk yang mendapat prioritas program vaksinasi Covid-19.

    Kehadiran Whitty dan Van-Tam di parlemen terjadi tepat setelah angka-angka baru Covid-19 di Inggris menunjukkan cepatnya penularan kasus di lingkungan sekolah. Penambahan kasus baru meningkat terutama setelah pemerintahan setempat tak lagi mewajibkan protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak dan isolasi mandiri untuk para siswa.

    Menurut perkiraan keduanya, sebanyak 50 persen anak-anak di rentang usia 12-15 tahun tersebut kini telah tertular Covid-19. Banyak yang lainnya berada dalam posisi yang rentan.

    “Anda jangan membandingkan rencana vaksinasi kepada anak-anak ini dengan kondisi di mana tidak sedang terjadi apa-apa, tapi bandingkan anak yang sudah divaksinasi dengan kondisi yang hampir tanpa kepastian jika mereka semua terinfeksi virus Covid-19,” kata Whitty menjawab sejumlah anggota parlemen yang mempertanyakan manfaat vaksinasi itu pada anak-anak.

    REUTERS, GUARDIAN

    Baca juga:
    Reproduksi Virus Covid-19 Indonesia di Bawah 1, Ini Pesan Eks Direktur WHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.