Ilmuwan Cina Hasilkan Pati Sintesis dari Karbon Dioksida dengan 11 Reaksi Inti

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilmuwan China Qiao Jing, Cai Tao, Ma Yanhe, Zhu Leilei, Sun Hongbing (dari kiri ke kanan) berfoto bersama di sebuah laboratorium Institut Bioteknologi Industri Tianjin, Akademi Ilmu Pengetahuan China, pada 16 September 2021. Kredit: Xinhua/Jin Liwang

    Ilmuwan China Qiao Jing, Cai Tao, Ma Yanhe, Zhu Leilei, Sun Hongbing (dari kiri ke kanan) berfoto bersama di sebuah laboratorium Institut Bioteknologi Industri Tianjin, Akademi Ilmu Pengetahuan China, pada 16 September 2021. Kredit: Xinhua/Jin Liwang

    TEMPO.CO, Beijing - Ilmuwan Cina berhasil mengembangkan sebuah metode buatan untuk menyintesis pati dari karbon dioksida, yang pertama dari jenisnya secara global.

    Studi ini, yang dilakukan oleh Institut Bioteknologi Industri Tianjin di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, diterbitkan dalam jurnal Science pada Jumat, 24 September 2021.

    Sebagai komponen utama makanan, pati umumnya diproduksi oleh tanaman melalui fotosintesis. Proses sintesis pati di alam membutuhkan sekitar 60 reaksi metabolik dan regulasi fisiologis yang kompleks.

    Banyak penelitian telah dilakukan secara global pada proses sintesis pati, tetapi hanya sedikit menunjukkan kemajuan sebelumnya.

    Tim peneliti telah merancang jalur sintesis pati buatan yang hanya terdiri dari 11 reaksi inti, menghasilkan sintesis lengkap dari karbon dioksida menjadi molekul pati di laboratorium untuk pertama kalinya, kata Ma Yanhe, Direktur Jenderal Institut Bioteknologi Industri Tianjin.

    Struktur pati sintetis terbukti sama dengan pati alami, papar Ma, yang juga penulis korespondensi (corresponding author) studi tersebut.

    XINHUA | ANTARA

    Baca:
    Studi: Orang Tidak Divaksin 11 Kali Lebih Mungkin Meninggal Akibat Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.