Turkmenistan Belum Laporkan Satupun Kasus Covid-19, Kenapa Dinilai Janggal?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patung anjing gembala Turkmenistan, yang dikenal sebagai Alabai, di Ashgabat, Turkmenistan pada 10 November 2020.[REUTERS]

    Patung anjing gembala Turkmenistan, yang dikenal sebagai Alabai, di Ashgabat, Turkmenistan pada 10 November 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam pandeminya yang telah terjadi selama hampir dua tahun ini, sulit mempercayai ada negara yang mampu hingga kini terbebas sama sekali dari infeksi virus corona Covid-19. Meski begitu, Turkmenistan mengklaim menjadi negara itu.

    Negara pecahan Uni Soviet itu termasuk dalam sembilan negara di dunia yang belum melaporkan satupun kasus positif Covid-19, sementara secara global sudah terdata lebih dari 230 juta kasus dengan 4,7 juta angka kematian. Bersama Turkmenistan adalah Korea Utara dan sejumlah negara kepulauan di Samudera Pasifik. 

    Data Turkmenistan untuk kasus positif Covid-19 dan kematian karena penyakit ini di laman WHO per hari ini, Senin 27 September 2021, tertulis ‘0’. Menariknya, WHO telah mencatat sebanyak hampir 42 ribu dosis vaksin Covid-19 telah didistribusikan di negara itu. Yang juga membuat janggal adalah fakta bahwa negara ini berbatasan langsung dengan Iran yang termasuk negara penyumbang jumlah kasus positif terbesar di dunia dengan hampir 5,5 juta kasus dan 119 ribu kematian.

    Sebagian kalangan menuding nol kasus Covid-19 di Turkmenistan adalah kebohongan. Bahkan ada yang mengatakan gelombang wabah sedang menerjang untuk yang ketigakalinya hingga membuat rumah sakit yang ada di negara itu penuh pasien.

    “Saya tahu nama-nama lebih dari 60 orang yang sudah meninggal karena Covid-19 di negara itu,” kata Ruslan Myatiev, editor di sebuah media berita independen di Belanda yang juga seorang eksil dari Turkmenistan.

    Ruslan mengaku telah mencocokkan nama-nama itu dengan data rekam medis dan sinar-X. "Ketimbang menerima kondisi yang ada dan bekerja sama dengan komunitas internasional, Turkmenistan memilih membenamkan kepalanya dalam pasir,” katanya.

    Sebaliknya, Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhamedov balik mengecam mereka yang menyebutkan bahwa laporan data kasus corona yang datang dari negara itu palsu. Dia juga, pada Selasa pekan lalu, meminta PBB agar tidak ‘mempolitisir’ pandemi.

    Namun, Rachel Denber, Deputi Direktur di Human Rights Watch untuk urusan Eropa dan Asia Tengah ikut mempertanyakannya. “Anda lihat apa yang terjadi di negara-negara lain di kawasan yang sama dan bagaimana itu bisa berbeda di Turkmenistan?" kata dia.

    Turkmenistan adalah negara terbesar kedua di Asia Tengah. Populasinya sebesar 5,9 juta jiwa dan memiliki pemerintahan yang represif. Turkmenistan telah terkenal sulit untuk bisa dikunjungi dan karenanya tak masuk radar negara tujuan perjalanan.

    Berbatasan dengan Kazakstan di sebelah timur laut, Turkmenistan memiliki ibu kota yakni Ashgabat (Ashkhabad) yang berlokasi dekat perbatasan negara itu dengan Iran di sebelah selatan. Negara lain yang berbatasan dengannya adalah Afghanistan dan Uzbekistan. Turkmenistan memiliki banyak wilayah gurun tak berpenghuni dengan beberapa oase di dalamnya.

    NZHERALD, WHO

    Baca juga:
    Data Setahun Lalu di Iran, Satu Orang Meninggal setiap Tujuh Menit karena Covid-19 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.