Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Perbaikan Kabel Bawah Laut Telkom, Buah Prasejarah

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal DNEX Pasifik Link yang akan melakukan perbaikan kabel optik bawah laut antara perairan Sarmi-Biak. Kredit: ANTARA/Evarukdijati

    Kapal DNEX Pasifik Link yang akan melakukan perbaikan kabel optik bawah laut antara perairan Sarmi-Biak. Kredit: ANTARA/Evarukdijati

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini dimulai dari topik tentang Telkom Group telah mengumumkan upaya pemulihan jalur kabel bawah laut ruas Batam-Pontianak yang menyebabkan gangguan koneksi internet sebagian pengguna Telkomsel dan Indihome membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Gangguan terjadi mulai Minggu, 19 September 2021.

    Berita terpopuler selanjutnya tentang pisang tongkat langit (Musa troglodytarum) merupakan jenis pisang yang unik, karena memiliki tangkai buah tegak lurus ke langit. Di Papua, pohon pisang prasejarah itu biasa dikenal tumbuh dan mudah dijumpai di Pulau Kapotar, sebuah pulau kecil di Teluk Cenderawasih, Distrik Kepulauan Moora, Kabupaten Nabire.

    Selain itu, gempa tektonik bermagnitudo 3,9 mengguncang lemah sebagian wilayah Garut dan Tasikmalaya di Jawa Barat, pada Minggu malam, pukul 20.15 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa itu di antara sejumlah gempa terkini yang bisa dirasakan di wilayah Indonesia hingga Senin dinihari, 27 September 2021.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

    1. Kabel Bawah Laut Telkom Rusak, Teknik Perbaikan Butuh Bajak atau ROV

    Telkom Group telah mengumumkan upaya pemulihan jalur kabel bawah laut ruas Batam-Pontianak yang menyebabkan gangguan koneksi internet sebagian pengguna Telkomsel dan Indihome membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Gangguan terjadi mulai Minggu, 19 September 2021.

    Telkom menyebut periode perbaikan itu di antaranya digunakan untuk persiapan cableship yang akan dioperasikan ke titik lokasi gangguan tersebut. Ini persis yang belum lama harus dilakukannya pula di perairan antara Sarmi dan Biak, Papua, pada April lalu.

    Faktanya, kerusakan kabel bawah laut dan perbaikannya biasa terjadi di dunia, dan The National Bureau of Asian Research menyebutkan dalam Maritime Awareness Project bahwa sebagian besar karena kelalaian atau kesalahan manusia. Dicatatnya, sebanyak 40 persen terkait aktivitas perikanan dan 15 persen karena lempar jangkar sembarangan.

    Laporan kolaborasi antara Program Lingkungan PBB (UNEP) dan Komite Proteksi Kabel Internasional (ICPC) yang dipublikasi 2009 juga pernah menyebut secara spesifik bahwa sekitar 70 persen dari seluruh kasus kegagalan kabel bawah laut karena faktor eksternal oleh aktivitas perkapalan dan perikanan terjadi di perairan kurang dari 200 meter.

    2. Buah Prasejarah Pisang Tongkat Langit Ditemukan di Fakfak Papua Barat

    Pisang tongkat langit (Musa troglodytarum) merupakan jenis pisang yang unik, karena memiliki tangkai buah tegak lurus ke langit. Di Papua, pohon pisang prasejarah itu biasa dikenal tumbuh dan mudah dijumpai di Pulau Kapotar, sebuah pulau kecil di Teluk Cenderawasih, Distrik Kepulauan Moora, Kabupaten Nabire.

    Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, menjelaskan, data terbaru menunjukkan bahwa pisang tongkat langit juga ditemukan di Fakfak, Papua Barat. “Ini berdasarkan buah pisang yang dijual secara sistem barter di Pasar Mambuni Buni, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak,” ujar dia melalui pesan WhatsApp, Minggu, 26 September 2021.

    Pisang tongkat langit ditanam di lahan semi hutan atau tumbuh secara alami di Hutan Fakfak. Tinggi tanaman pisang tongkat langit, rata-rata 5-7 meter, batangnya tegak lurus, sedangkan buahnya menengadah ke langit.

    3. Gempa Goyang Garut-Tasikmalaya Minggu Malam, Ini Pemicunya

    Gempa tektonik bermagnitudo 3,9 mengguncang lemah sebagian wilayah Garut dan Tasikmalaya di Jawa Barat, pada Minggu malam, pukul 20.15 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa itu di antara sejumlah gempa terkini yang bisa dirasakan di wilayah Indonesia hingga Senin dinihari, 27 September 2021.

    Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho mengungkapkan bahwa gempa di Garut dan Tasikmalaya itu berpusat di laut pada jarak 80 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran. Gempa dari laut selatan itu tergolong dangkal dengan kedalaman 21 kilometer.

    "Akibat aktivitas penyesaran di laut pada bagian dalam dari lempeng Eurasia," katanya lewat keterangan tertulis yang dibagikan, Minggu malam. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Kabel Bawah Laut Telkom, Studi Kelelawar, Merapi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.