Ruang Pasien Covid-19 Terisi 5 Persen, RSHS Bandung Lakukan Alih Fungsi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. (rshs.or.id)

    Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. (rshs.or.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Ruangan isolasi bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kini terisi 5,33 persen. “Keterisian tempat tidur (BOR) sudah sangat turun,” kata Muhammad Kamaruzzaman, Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung, Selasa, 28 September 2021. Sebagian ruangan dipakai oleh pasien non-Covid-19.

    Dari data per 24 September lalu, total ada 17 pasien Covid-19 yang dirawat di ruang gedung isolasi. Seorang pasien lainnya di ruang isolasi instalasi gawat darurat (IGD). Adapun total ranjang pasien Covid-19 yang disediakan berjumlah 319 unit.

    Dari 302 ranjang yang kosong, sebagiannya kemudian dialihfungsikan. “Ruangan di Asnawati dan Kenanga dipakai untuk pasien non-Covid-19,” ujarnya. Dalam penanganan Covid-19, RSHS Bandung hanya menerima pasien bergejala sedang hingga berat sesuai statusnya sebagai salah satu rumah sakit rujukan tertinggi di Jawa Barat.

    Tanda-tanda penurunan jumlah pasien Covid-19 diketahui sejak Juli lalu. “Memang kita lihat dalam tren sekarang, lima hari belakangan ini terjadi penurunan BOR,” kata pelaksana tugas Direktur Utama RSHS Bandung Irayanti, Kamis, 22 Juli lalu.

    Dia mencontohkan keterisian ranjang pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) yang biasanya di atas 90 persen sudah di bawah 80 persen. Dari data RSHS Bandung per 22 Juli 2021, keterisian ruang perawatan intensif adalah 76,64 persen dari kapasitas total 54 ranjang bagi pasien Covid-19 bergejala berat.

    Adapun di ruang perawatan isolasi lainnya yang total berjumlah 273 ranjang, terisi oleh 79,3 persen pasien. Secara umum dari 327 ranjang, keterisian pasiennya mencapai 79,20 persen. Selain itu Irayanti mengungkapkan masalah krisis gas oksigen bagi pasien di RSHS Bandung. Tangki oksigen cair tidak bisa terisi penuh.

    Lonjakan pasien Covid-19 membuat pemakaian gas oksigen sampai empat kali lipat dari biasanya. Kebutuhan tertinggi bagi pasien Covid-19 dibandingkan pasien biasa. “Dalam sehari kadang-kadang kita mengisi dua kali,” katanya. 

    Kondisi itu berubah pada awal Agustus. Jumlah pasien Covid-19 turun 53 persen dibandingkan jumlah rata-rata pasien pada Juni-Juli lalu yang sebanyak 291 orang. Pasokan gas oksigen tercukupi. RSHS Bandung mendapat bantuan dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan dan lembaga swadaya masyarakat.

    Baca:
    Jumlah Pasien Covid-19 di RSHS Bandung Turun 53 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.