Vaksinasi Covid-19 Tembus 80 Persen, Yogya Tetap Larang Konser dan Resepsi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksinasi Covid-19 di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bunder, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada Jumat 13 Agustus 2021, menjadi awal vaksinasi bertema hutan. Dok. Balai Tahura Bunder

    Vaksinasi Covid-19 di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bunder, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada Jumat 13 Agustus 2021, menjadi awal vaksinasi bertema hutan. Dok. Balai Tahura Bunder

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengumumkan capaian vaksinasi Covid-19 di wilayah itu akhir September ini telah menembus angka 80 persen dari target total populasi 2,8 juta penduduk.

    “Per hari ini vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah mencapai 2.321.200 penduduk atau 80,61 persen dari target keseluruhan,” ujar Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokoler Setda Yogyakarta, Ditya Nanaryo Aji, Selasa, 28 September 2021.

    Adapun untuk capaian vaksinasi dosis kedua di Yogyakarta di saat yang sama belum mencapai 50 persen. “Untuk vaksinasi dosis kedua saat ini masih 1.291.128 penduduk atau 44,86 persen dari target,” ujar Ditya.

    Meski vaksinasi dosis pertama telah sesuai target dan kasus penularan Covid-19 mulai kerap di bawah 100 kasus dan angka kematian tak lebih dari lima kasus per hari, Pemerintah Yogyakarta tetap belum mengizinkan kegiatan hiburan semacam konser atau kegiatan sosial kemasyarakatan seperti resepsi pernikahan.

    Sekretaris Pemerintah Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Level 3 ini, status Yogyakarta tetap dalam posisi waspada dari sumber baru penularan Covid-19.

    "Kami belum mengizinkan pertunjukan, konser, termasuk pesta resepsi pernikahan dengan jumlah undangan dan peserta banyak karena semua itu bisa menjadi sumber klaster baru Covid-19," kata Aji.

    Dari penilaian sementara, event pertunjukan seperti konser musik jelas memicu datangnya ribuan penonton yang terpusat di satu lokasi dan membuat kerumunan. Ia pun meminta penyelenggara event itu tak curi start.

    “Semua perizinan kegiatan harus tetap melalui Satgas Covid-19 wilayah, mereka yang akan menentukan layak tidaknya kegiatan di luar ruangan khususnya hajatan dan event," kata dia.

    Aji mengakui, sejak Yogyakarta menyandang status PPKM Level 3, pemerintah kabupaten/kota mulai menerima berbagai permohonan izin keramaian termasuk untuk menggelar konser musik. Ini disebabkan karena pemerintah pusat memang memberi keleluasaan daerah untuk kegiatan secara terbatas berbagai event ini.

    “Tapi sampai saat ini di Yogyakarta perizinan itu belum dikeluarkan,” ujar dia yang mencontohkan salah satunya event besar Prambanan Jazz yang akhirnya konsepnya diubah menjadi virtual.

    Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Berty Murtiningsih menuturkan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Yogyakarta pada Selasa ini sebanyak 71 kasus. “Untuk penambahan kasus meninggal sebanyak tiga kasus dan kasus aktif sebanyak 1.697 kasus,” kata Berty.

    Baca:
    Penularan Covid-19 Muncul di Sekolah, Yogya Kian Ketat Awasi TK dan SD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.