Peneliti Beberkan Dugaan Asal Zat Parasetamol yang Cemari Pantai Jakarta

Petugas membersihkan sampah di Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Ahad, 3 Oktober 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi, Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Zainal Arifin, membeberkan dugaan asal limbah zat aktif obat parasetamol yang mencemari Teluk Angke dan Ancol, Jakarta. Zainal terlibat dalam peneliti gabungan Indonesia dan Inggris yang menemukan konsentrasi tinggi zat parasetamol itu di dua lokasi tersebut.

“Saya kira sumber itu lagi-lagi, kita masih belum melakukan risetnya, tapi secara teori, ‘seperti banyak jalan menuju roma’ artinya banyak sumber yang potensial yang masuk ke Angke atau Ancol,” ujar dia dalam acara virtual, Senin, 4 Oktober 2021.

Secara umum, peraih Ph.D dari Simon Fraser University Kanada itu mengatakan para peneliti sepakat bahwa 60-80 persen pencemaran di pesisir itu datangnya dari daratan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. “Bisa karena gaya hidup masyarakat, obat kadaluarsa yang sembarangan dibuang, karena konsumsi yang berlebihan,” katanya lagi.

Selain itu, dia menambahkan, sumber potensi dari rumah sakit dan industri farmasi dapat diakibatkan sistem pengelolaan air limbah yang tidak berfungsi optimal, sehingga sisa pemakaian obat atau limbah pembuatan obat masuk ke sungai dan akhirnya ke perairan pantai.

Riset tersebut sebenarnya mengambil sampel di empat lokasi berbeda, yaitu Angke, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing, serta  satu lokasi di pantai utara Jawa Tengah, yakni Pantai Eretan. Namun, yang ditemukan konsentrasi tinggi zat parasetamol hanya Angke dan Ancol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter nutrisi seperti Amonia, Nitrat, dan total Fosfat, melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia. Selain itu, Parasetamol terdeteksi di dua situs, yakni muara sungai Angke (610 ng/L) dan muara sungai Ciliwung Ancol (420 ng/L), keduanya di Teluk Jakarta.

Namun, lulusan Magister Sains dari Dalhousie University Canada itu menambahkan, dugaan tersebut perlu dikonfirmasi melalui penelitian lebih lanjut. Karena, Zainal berujar, melihat bagaimana pencemaran di pesisir Jawa ini cukup menarik.

“Ini baru penelitian awal saja, kita bisa meneliti bagaimana di kota besar dan di pedesaan pencemarannya, termasuk konsentrasi kontaminan parasetamol atau sejenisnya, itu bisa jadi berbeda,” tutur Zainal.

Peneliti Oseanografi BRIN lainnya yang terlibat, Wulan Koagouw, juga menyampaikan hal yang senada mengenai sumber pencemaran itu. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Zainal masih dugaan dan belum ada sumber datanya.

“Yang kami sebutkan baru dari telaah pustaka, dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sumber kontaminan parasetamol itu,” tutur Wulan yang kini sedang menempuh program doktoral di University of Brighton, Inggris itu.

Baca:
Parasetamol Cemari Perairan Pantai Jakarta, Apa Saja Dampaknya?






Satelit Universitas Surya Sampai di ISS, Pertama dari Kampus di Indonesia

2 jam lalu

Satelit Universitas Surya Sampai di ISS, Pertama dari Kampus di Indonesia

Satelit kini menunggu dilepas ke orbit rendah Bumi oleh astronot di ISS.


Puluhan Ribu Rumah Rusak Pasca-Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Akan Belajar dari Jepang

2 hari lalu

Puluhan Ribu Rumah Rusak Pasca-Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Akan Belajar dari Jepang

BRIN mencatat, lebih dari 80 persen rumah di zona kegempaan tinggi adalah rumah rakyat. Seperti di Cianjur, rumah rakyat kebanyakan tak tahan gempa.


Peneliti Pertanian Muda dari BRIN Dapat Penghargaan di Jepang

4 hari lalu

Peneliti Pertanian Muda dari BRIN Dapat Penghargaan di Jepang

Selain Amanda, dua peneliti muda dari Madagaskar dan Meksiko juga mendapat penghargaan yang sama. Terima hadiah uang tunai sebesar US$5.000.


Kerja Sama dengan Kampus Rusia, Peneliti BRIN Bisa Studi S-3 Nuklir Berbasis Riset

6 hari lalu

Kerja Sama dengan Kampus Rusia, Peneliti BRIN Bisa Studi S-3 Nuklir Berbasis Riset

Untuk tahun ini, sebanyak enam peneliti BRIN terpilih sebagai mahasiswa kampus Tomsk Polytechnic University (TPU) Rusia.


Peneliti Nuklir BRIN Cerita Cara Hadapi Kelompok Antinuklir di Indonesia

6 hari lalu

Peneliti Nuklir BRIN Cerita Cara Hadapi Kelompok Antinuklir di Indonesia

Peneliti nuklir perempuan ini mengungkapnya dalam Atom Expo XII di Park of Science and Art Sirius, Sochi, Rusia.


Ini Sumber Gempa yang Merusak Cianjur: Utara Cimandiri, Lurusan Lembang

6 hari lalu

Ini Sumber Gempa yang Merusak Cianjur: Utara Cimandiri, Lurusan Lembang

BMKG mencatat 14 kejadian gempa dengan kekuatan merusak di wilayah Sukabumi dan Cianjur, termasuk gempa M5,6 yang terjadi pada Senin.


Mahasiswa IPB Ciptakan Dry Bath, Bisa Mandi Tanpa Bilas

7 hari lalu

Mahasiswa IPB Ciptakan Dry Bath, Bisa Mandi Tanpa Bilas

Mahasiswa IPB University menciptakan sabun yang tidak perlu dibilas. Disebut ramah lingkungan bisa kurangi limbah cair.


BUMN Rusia Gelar Pameran Industri Nuklir Atom Expo XII, Dihadiri BRIN

7 hari lalu

BUMN Rusia Gelar Pameran Industri Nuklir Atom Expo XII, Dihadiri BRIN

BUMN energi nuklir Rusia Rosatom rutin menggelar Atom Expo setiap tahun.


Pemprov DKI Kejar Truk Sedot WC yang Diduga Buang Limbah Sembarangan di Cawang

8 hari lalu

Pemprov DKI Kejar Truk Sedot WC yang Diduga Buang Limbah Sembarangan di Cawang

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tengah memburu pemilik truk sedot WC yang diduga membuang limbah di kawasan Cawang


Freeport Resmikan Fasilitas Pengolahan Limbah Smelter di Gresik

8 hari lalu

Freeport Resmikan Fasilitas Pengolahan Limbah Smelter di Gresik

PT Freeport Indonesia meresmikan fasilitas pengolahan smelter Pusat Transformasi Bersama (PTB) di Desa Manyarejo, Manyar, Gresik, Jawa Timur.