Mengenal Cabya Jawa, Cabai Asli Indonesia yang Mulai Langka

Reporter

Editor

Nurhadi

Pedagang memegang segenggam cabai rawit merah di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga cabai rawit menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi pada Februari 2021 sebesar 0,10 persen. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kuliner Indonesia identik dengan rasa pedas. Karena itu, tidak jarang dalam setiap menu juga dilengkapi dengan sambal. Hal ini dibenarkan sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM), Fadly Rahman. Menurut dia, sensasi yang tidak dapat dipisahkan dari kuliner Indonesia adalah cita rasa pedas.

Pedas bukan hanya sekedar rasa, namun dapat direfleksikan secara historis sebagai unsur pusaka dalam pembentukan cita rasa kuliner Indonesia,” kata Fadly seperti dikutip Tempo dari laman ugm.ac.id, Selasa, 8 Mei 2018.

Konteks histori pedas kemudian dijelaskan oleh Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada, Murdijati Gardjito. Dia mengatakan bahwa citarasa pedas telah membudaya dalam dapur menu makanan orang Indonesia sejak abad ke-16. Murdijati menyebut sumber bahan makanan yang memberikan cita rasa pedas pada masa itu berasal dari tiga macam komoditas, yaitu jahe, cabya Jawa, dan merica atau lada.

Dilansir dari penelitian yang dilakukan oleh Wawan Haryudin dan Otih Rostiana berjudul “Karakteristik Morfologi Tanaman Cabe Jawa (Piper retrofractum. Vahl) di Beberapa Sentra Produksi”, cabya Jawa atau yang bernama latin Piper retrofractum. Vahl termasuk ke dalam famili Piperaceae, yang tumbuh memanjat dan merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak digunakan di Indonesia. Cabya juga pemberi citarasa pedas untuk mengolah makanan.

Bentuk cabya sendiri berbeda dengan cabai pada umumnya, khususnya pada permukaannya yang berbintik seperti buah stroberi. Sedangkan daunnya berbentuk bulat telur sampai lonjong dengan pangkal daun berbentuk jantung atau membulat serta ujung daun yang runcing. Cabya yang belum tua berwarna kelabu, kemudian menjadi hijau dan akan berubah menjadi kekuningan dan merah ketika matang dengan tekstur yang lunak.

Dilansir dari laman p2k.unkris.ac.id, cabya dapat tumbuh di lahan ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan curah hujan rata-rata 1.259-2.500 mm/tahun. Cabya cocok untuk dibudidayakan pada tanah lempung berpasir dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik

Dibandingkan dengan jahe dan merica, cabya merupakan komoditas pemberi citarasa pedas yang populer. “Pedasnya cabai tak semenyakitkan jahe dan merica. Sakit dalam arti menggigit. Jadi bekas rasa pedas dari merica dan jahe lama hilangnya,” kata Murdijati.

Karena itu, pemanfaatan cabya sebagai bahan makanan pemberi citarasa pedas meluas, terutama dalam masyarakat Jawa kuno. Tetapi, pada abad ke-16, para pelaut dari Portugis dan Spanyol membawa masuk tanaman cabai ke Asia Tenggara. Lambat laun, cabai mulai dikembangkan menjadi bahan pembuat sambal.

Pemakaian cabai sebagai bahan pembuat sambal ini diikuti dengan beragamnya varian cabai, mulai dari cabai keriting, cabai rawit, cabai flores, hingga cabai domba. Akibatnya, penggunaan cabya bergeser menjadi sebatas herbal atau bahan jamu saja disamping cabya sendiri yang saat ini masuk ke dalam kategori tanaman langka.

NAUFAL RIDHWAN ALY

Baca juga: Ini Dia Benih Cabai Baru yang Kebal Penyakit 






Jokowi Instruksikan Mentan Dorong Produksi Jagung, Cabai, hingga Bawang

8 hari lalu

Jokowi Instruksikan Mentan Dorong Produksi Jagung, Cabai, hingga Bawang

Jokowi menginstruksikan Menteri Syahrul Yasin Limpo untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan meski pasokan kini dalam batas aman.


Sejarah Keris, Sudah Tergambar di Relief Candi Borobudur

10 hari lalu

Sejarah Keris, Sudah Tergambar di Relief Candi Borobudur

Keris sebagai senjata tradisional cukup banyak dikenal masyarakat diakui UNESCO. Begini sejarahnya, tergambar pada salah satu relief Candi Borobudur.


Depok Ikuti Jokowi Tahan Inflasi, Tanam Cabai, Sedekah ASN, dan Pasar Murah

12 hari lalu

Depok Ikuti Jokowi Tahan Inflasi, Tanam Cabai, Sedekah ASN, dan Pasar Murah

Pemkot Depok siap menjalankan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi berkaitan dengan penanganan inflasi.


Airlangga Sebut Ada 8 Usaha Ekstra untuk Mengendalikan Inflasi, Apa Saja?

13 hari lalu

Airlangga Sebut Ada 8 Usaha Ekstra untuk Mengendalikan Inflasi, Apa Saja?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah menyiapkan usaha ekstra untuk mengendalikan laju inflasi.


Harga Cabai di Kabupaten Agam Sumbar Naik Jadi Rp 100 Ribu Per Kilogram

23 hari lalu

Harga Cabai di Kabupaten Agam Sumbar Naik Jadi Rp 100 Ribu Per Kilogram

Harga cabai merah di pasar tradisional Kabupaten Agam, Sumatera Barat naik dari Rp70.000 menjadi Rp100.000 per kilogram.


Luhut Ajak Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi: Jangan Terlalu Canggih, Pokoknya Gak Kekurangan

28 hari lalu

Luhut Ajak Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi: Jangan Terlalu Canggih, Pokoknya Gak Kekurangan

Menteri Luhut menyatakan masyarakat sebetulnya bisa turut mengendalikan laju kenaikan harga atau inflasi dengan cara yang sederhana.


Jokowi Minta Semua Desa Tanam Cabai dan Bawang untuk Kendalikan Inflasi

39 hari lalu

Jokowi Minta Semua Desa Tanam Cabai dan Bawang untuk Kendalikan Inflasi

Luhut Binsar Pandjaitan melapor Jokowi soal kenaikan harga bawang dan cabai sebagai penyumbang tingginya inflasi Indonesia.


Harga Cabai dan Bawang Kontributor Utama Inflasi, Luhut: Kita Ini Kampungan Sebenarnya

39 hari lalu

Harga Cabai dan Bawang Kontributor Utama Inflasi, Luhut: Kita Ini Kampungan Sebenarnya

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tingginya angka inflasi Indonesia disebabkan oleh kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit.


Gubernur BI: Pengendalian Inflasi Pangan Seperti Menegakkan Kemerdekaan

48 hari lalu

Gubernur BI: Pengendalian Inflasi Pangan Seperti Menegakkan Kemerdekaan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pengendalian inflasi sangat penting seperti pahlawan menegakkan kemerdekaan Indonesia.


Tekan Inflasi Pangan, Perry Warjiyo Ajak Pusat dan Daerah Gelar Operasi Pasar

48 hari lalu

Tekan Inflasi Pangan, Perry Warjiyo Ajak Pusat dan Daerah Gelar Operasi Pasar

Inflasi pangan merupakan 20 persen dari komposisi pengeluaran masyarakat secara total, sedangkan bagi masyarakat kelas bawah bisa mencapai 50 persen.