FDA dan CDC Mulai Evaluasi Suntikan Vaksin Booster Moderna dan Janssen

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 Moderna bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Mangusada, Kabupaten Badung, Bali, Rabu, 4 Agustus 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Bali menergetkan 40.768 orang tenaga kesehatan seluruh Bali mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Johannes P. Christo

    Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 Moderna bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Mangusada, Kabupaten Badung, Bali, Rabu, 4 Agustus 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Bali menergetkan 40.768 orang tenaga kesehatan seluruh Bali mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini banyak orang Amerika Serikat mendapatkan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech, dan sudah ada jutaan orang menerima suntikan booster dengan vaksin Moderna atau Johnson & Johnson (Jenssen). Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika atau FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC mengevaluasi dosis tambahan vaksin itu.

    Mereka untuk tahap pertama dalam proses memutuskan apakah dosis tambahan dari kedua vaksin harus dibagikan dan, jika demikian, siapa yang harus mendapatkannya dan kapan. Sementara, pekan ini panel yang diadakan oleh CDC akan menawarkan lebih spesifik tentang siapa yang harus mendapatkannya.

    Keputusan itu harus mendapat persetujuan dari direktur CDC. Proses ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin. Namun, hal itu telah menyebabkan konflik dan ketidaksepakatan di antara para ahli dan lembaga. 

    Misalnya, bulan lalu panel penasihat CDC mendukung booster Pfizer pada  enam bulan setelah dua dosis vaksin untuk orang Amerika yang lebih tua, penghuni panti jompo, dan orang-orang dengan masalah kesehatan mendasar. Namun, Direktur CDC Rochelle Walensky menolak para penasihatnya  dan memutuskan bahwa booster juga harus ditawarkan kepada mereka yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi seperti guru dan petugas kesehatan.

    Beberapa ahli kesehatan khawatir pertimbangan yang kurang tegas dan mengacaukan upaya publik  untuk membujuk mereka yang tidak divaksinasi agar mendapatkan suntikan pertama mereka. Mereka khawatir bahwa pembicaraan tentang booster akan membuat orang salah meragukan keefektifan vaksin. 

    Ketika panel FDA bertemu untuk meninjau vaksin Moderna dan Jenssen, keputusannya kali ini kemungkinan akan lebih rumit, dengan para ahli mendiskusikan apakah suntikan Moderna ketiga harus mengandung hanya setengah dari dosis asli, dan kapan waktu terbaik untuk suntikan kedua vaksin Jenssen.

    Panel juga akan melihat keamanan dan keefektifan pencampuran dan pencocokan merek vaksin yang berbeda, sesuatu yang belum disetujui oleh regulator sejauh ini. Diperkirakan 103 juta orang Amerika sepenuhnya divaksinasi dengan formula Pfizer, 69 juta dengan Moderna dan 15 juta dengan Jenssen, menurut CDC.

    WHNT | REUTERS | FOX NEWS

    Baca:
    Studi Terbaru: Booster Vaksin Sinovac Tingkatkan Efektivitas Melawan Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.