Lebih dari 100 Juta Orang Dewasa Indonesia Menonton YouTube Setiap Bulan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi youtube (pixabay.com)

    ilustrasi youtube (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - YouTube mengumumkan ada lebih dari 100 juta penonton unik berusia di atas 18 tahun di Indonesia yang menonton video di platformnya setiap bulan. Data tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh ComScore VMX yang jumlahnya naik sekitar 30 persen daripada tahun depan.

    YouTube mengungkap hasil survei itu dalam gelaran Brandcast Delivered tahun ini. Sebagian besar pertumbuhan penonton disebutkan datang dari daerah tingkat dua dan tiga, dengan waktu nonton mencapai 4,3 jam per hari. Waktu menonton di platform juga naik hingga 100 persen dari berbagai jenis konten.  

    Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia, mencontohkan, konten terkait drama, keuangan, dan perawatan kulit, yang naiknya dua kali lipat daripada tahun lalu. “Banyak orang yang mempelajari kemampuan baru selama pandemi,” ujar dia dalam acara virtual, Kamis, 14 Oktober 2021.

    Randy merinci, konten video mengenai makanan naik 40 persen dalam periode satu tahun yang sama, konten video game ROG naik 70 persen, dan waktu tonton untuk video perawatan kulit pria naik dua kali lipat. “Untuk kategori makanan, pada masa pandemi masyarakat Indonesia suka menonton video mukbang populer,” kata Randy, sambil menambahkan, tapi mereka juga belajar cara membuat resep masakan baru.

    Selain itu, YouTube juga menyampaikan keberhasilannya dalam meraih pencapaian baru untuk para kreator konten. Kini ada 1.000 kanal di Indonesia yang jumlah subscriber-nya lebih dari satu juta dan ada 25 kreator Indonesia yang telah mendapatkan Diamond Play Button karena berhasil melampaui 10 juta subscriber.

    Yolanda Sastra, Head of Ads Marketing di Google Indonesia, menjelaskan, semua kreator itu membuat video dalam berbagai format, mulai dari YouTube Shorts hingga video berdurasi panjang dan live streaming. “Banyaknya format iklan di YouTube memungkinkan brand untuk mendorong tindakan dan memungkinkan kreator konten untuk menjangkau audiens baru yang lebih luas,” tutur dia.

    Dengan format iklan Video Action Campaigns yang baru diluncurkan, iklan kini bisa ditampilkan di lebih banyak tempat, termasuk di halaman beranda YouTube dan partner video Google. Format iklan baru lainnya, Performance Max Beta, kampanye iklan all-in-one, memudahkan brand mencapai tujuan bisnisnya melalui kekuatan machine learning dengan menampilkan format iklan berbeda seperti Video, Search, Discovery, dan Display.

    Menurut Yolanda, YouTube melihat brand menggunakan berbagai format iklan untuk mewujudkan ide kreatif baru dan meningkatkan hasil bisnis. “Maka pada tahun ini, kami meluncurkan YouTube Works Awards untuk mengevaluasi dampak ide kreatif tersebut terhadap hasil bisnis,” ujar Yolanda.

    Baca juga:
    Google Ancam Blokir Adsense Konten YouTube yang Sangkal Perubahan Iklim


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.