AS Gelar Pertemuan Membahas Serangan Ransomware Bersama 29 Negara Tanpa Rusia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi serangan virus ransomware. shutterstock.com

    ilustrasi serangan virus ransomware. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat akan mengadakan pertemuan Cybercrime Summit bersama 29 negara lainnya untuk membahas meningkatnya ancaman ransomware dan kejahatan dunia maya lainnya. Namun, seorang penjabat senior Amerika menjelaskan bahwa ada satu negara yang tidak diundang, yaitu Rusia.

    “Karena geng ransomware Rusia beroperasi dengan persetujuan diam-diam dari Kremlin atau Federasi Rusia, tapi tidak dikendalikan secara langsung oleh pemerintah,” kata pejabat pemerintah Amerika yang tidak disebutkan namanya, Rabu, 13 Oktober 2021.

    Pertemuan akan diadakan selama dua hari, melibatkan enam sesi dan mencakup topik-topik seperti mengatasi penyalahgunaan mata uang virtual untuk mencuci pembayaran tebusan, menuntut penjahat ransomware, menggunakan diplomasi untuk melawan ransomware, dan membantu negara-negara menjadi lebih tahan terhadap serangan semacam itu.

    Bersama dengan Amerika Serikat, empat negara termasuk India, Australia, Jerman, dan Inggris akan memimpin diskusi tentang topik-topik seperti disrupsi, mata uang virtual, dan diplomasi. Lainnya yang bergabung dalam pertemuan itu termasuk Kanada, Prancis, Inggris, Brasil, Meksiko, Jepang, Ukraina, Irlandia, Israel, Afrika Selatan, Uni Eropa. 

    "Kami melakukan diskusi aktif dengan Rusia, tapi dalam forum khusus ini mereka tidak diundang untuk berpartisipasi," kata pejabat senior pemerintah, seraya menambahkan bahwa ini tidak menghalangi Rusia untuk berpartisipasi dalam acara mendatang. 

    Pejabat itu mengatakan Amerika terlibat langsung dengan Rusia dalam masalah ransomware di bawah US-Kremlin Experts Group, yang dipimpin oleh Gedung Putih dan telah didirikan oleh Presiden Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin. 

    “Diskusi dengan Rusia sedang berlangsung, Amerika telah berbagi informasi tentang pelaku kriminal tertentu di Rusia dan negara tersebut telah mengambil langkah awal untuk mengatasi masalah yang diangkat,” kata pejabat itu.

    Presiden Joe Biden telah meningkatkan respons terhadap keamanan siber ke tingkat paling tinggi dalam pemerintahan menyusul serangkaian serangan tahun ini. Salah satunya bahkan mengancam mengganggu stabilitas pasokan energi dan makanan Amerika. 

    Peretas juga menyebabkan gangguan bahan bakar di Amerika bagian timur pada Mei ketika mereka menargetkan pipa yang dijalankan oleh Colonial Pipeline. Pemerintahan Biden berharap bahwa kelompok informal baru mereka, yang mereka sebut Inisiatif Kontra-Ransomware, akan meningkatkan dorongan diplomatik mereka yang mencakup pembicaraan langsung dengan Rusia serta aliansi NATO dan negara-negara kaya KGroup of Seven.

    GADGETS NDTV | REUTERS

    Baca:
    Serangan Ransomware pada Industri Kesehatan AS Meningkat dalam 2 Tahun

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.