Kronologi Temuan Fosil Kaki Gajah di Pulau Sirtwo Waduk Saguling

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fosil kaki gajah temuan di Pulau Sirtwo Waduk Saguling. (Dok.Tim Paleontologi)

    Fosil kaki gajah temuan di Pulau Sirtwo Waduk Saguling. (Dok.Tim Paleontologi)

    TEMPO.CO, Bandung - Sebuah lokasi wisata yang dinamakan Pulau Sirtwo di tengah Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, ternyata kuburan fosil. Berawal dari laporan warga, paleontolog memastikan temuan fosil di sana baru-baru ini.

    Sekitar sepekan lalu, datang laporan dari warga pengelola tempat wisata Pulau Sirtwo, Moch. Rizky Hardjadinata, yang berantai ke Muhammad Malik Ar Rahiem, seorang peneliti di Kelompok Riset Cekungan Bandung, kemudian sampai ke Sukiato Khurniawan. “Katanya ada temuan terlihat beberapa fosil,” kata Sukiato, Kamis, 14 Oktober 2021.

    Paleontolog dari Departemen Geosains Universitas Indonesia itu memeriksa kiriman foto-foto soal benda yang diduga fosil. “Ok, ini menarik karena kemungkinan fosil,” ujar Sukiato. Karena lokasinya berada di daerah Bandung, dia lantas mengajak paleontolog koleganya dari Institut Teknologi Bandung, Mika Rizki Puspaningrum, untuk memeriksanya langsung ke lokasi.

    Salah satu lokasi temuan fosil di Pulau Sirtwo Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat. (Dok.Tim Paleontologi)

    Mereka datang Ahad, 10 Oktober 2021, bersama dua orang geolog dari ITB, dan Malik Ar Rahiem. Pada kunjungan perdana itu, mereka melakukan survei lokasi. “Untuk mengkonfirmasi apakah benar fosil atau tidak,” ujar Sukiato. Saat berjalan di daratan yang menyembul di tengah danau hingga terbentuk seperti pulau kecil itu, pecahan-pecahan fosil mudah mereka lihat.

    Menyebar ke berbagai arah, tim mengumpulkan beberapa fosil dan temuan di permukaan sebanyak 17 kantong dari 17 titik. Ada juga beberapa fosil yang rentan lepas kalau tergeser. “Kami data, analisis posisinya di lapisan batuan, didokumentasikan, kemudian kami relokasi, dan kumpulkan di lokasi yang aman,” ujar Sukiato.

    Beberapa temuan pentingnya seperti separuh tengkorak yang ditengarai dari hewan kelompok bovidae. Sejauh ini fosil itu belum bisa diidentifikasi apakah tengkorak sapi, kerbau, atau banteng. Tim juga mendapatkan fosil gigi dan tanduk rusa.

    Menurutnya, temuan sementara fosil seperti itu tergolong umum dan biasa banyak ditemukan di daerah lain. Adapun fosil istimewanya, yaitu tulang kaki gajah. Sebelumnya, kata Sukianto, pernah ada laporan benda yang diduga fosil gajah di wilayah Waduk Saguling juga, yaitu di daerah Cipeundeuy dan Cipongkor. “Cuma saya belum konfirmasi,” ujarnya. Tim saat ini masih mengumpulkan jejak-jejak fosil di sana.

    Baca:
    Tim Paleontolog Teliti Fosil Kaki Gajah di Waduk Saguling

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.