RSHS Bandung Riset Internal Proteksi Antibodi dari Vaksin Sinovac, Hasilnya?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Dokter menunjukan kartu vaksinasi usai penyuntikan vaksin Covid-19 di RS Kesehatan Ibu dan Anak di Bandung, Kamis, 14 Januari 2021. Hari ini dilaksanakan penyuntikan pertama vaksin Covid-19 Sinovac khusus untuk 1,4 juta tenaga medis di Indonesia. TEMPO/Prima mulia

    Dokter menunjukan kartu vaksinasi usai penyuntikan vaksin Covid-19 di RS Kesehatan Ibu dan Anak di Bandung, Kamis, 14 Januari 2021. Hari ini dilaksanakan penyuntikan pertama vaksin Covid-19 Sinovac khusus untuk 1,4 juta tenaga medis di Indonesia. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Tim PINERE (Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging) Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melakukan studi internal untuk mengetahui tingkat antibodi dari vaksinasi Covid-19.  Pemeriksaan antibodi itu digelar sejak pascaimunisasi dosis perdana dengan vaksin Sinovac.

    “Kalau kami hitung efikasi rata-ratanya 56,3 persen, mirip dengan angka (riset) efikasi vaksin yang betulan,” kata Rudi Wisaksana dari tim PINERE, di acara webinar tentang vaksin dan antibodi gelaran RSHS Bandung, Kamis 14 Oktober 2021.

    Rudi merujuk kepada vaksin Covid-19 Sinovac, CoronaVac. Dia menerangkan, riset proteksi antibodi oleh vaksin itu menggunakan metode cross sectional. Desain studi itu mengkaji hubungan suatu penyakit dan paparannya.

    Pemeriksaan pertamanya pada Juli 2021, setelah 4-5 bulan vaksinasi pertama pada kurun Januari-Februari 2021. Responden yang terlibat berjumlah 359 orang. Hampir setengahnya para dokter, selebihnya perawat, tenaga penunjang, dan lain-lain.

    Responden berusia 32-51 tahun dengan rasio gender 45 persen pria dan 55 persen wanita. Di rumah sakit, 47 persen bekerja di zona merah atau menangani pasien Covid-19, zona kuning 30,2 persen, dan zona hijau 22,8 persen. Sebanyak 98,5 responden telah mendapat vaksinasi lengkap, sisanya belum atau tidak lengkap.

    Berdasarkan riwayatnya, 84,3 persen responden menyatakan tidak pernah terinfeksi Covid-19, dan 15,7 persen pernah ketularan. Adapun riwayat kontak keluarga yang terkena Covid-19, sejumlah 89,1 persen menyatakan tidak pernah, dan 10,9 persen mengaku pernah kontak.

    “Hasilnya 89 persen responden memiliki antibodi namun kadarnya tidak terlalu tinggi,” ujar Rudi sambil menambahkan, tim mengukur antibodi dengan standar binding antibody units (BAU) per mililiter versi Abbott.

    Pada pemeriksaan kedua di bulan yang sama, tim mengukur kadar antibodi yang khusus jenis Immunoglobulin G (IgG) anti receptor binding domain (RBD). Jumlah subyek penelitiannya lebih banyak, yakni 630 orang dari kalangan internal RSHS Bandung.

    Hasilnya yaitu, setelah rata-rata 166 hari pascavaksinasi, sebanyak 233 orang (36,9 persen) terlindungi 70 persen lebih dari Covid-19. Sementara 155 orang (24,6 persen) terlindungi 80 persen lebih, dan hanya sebagian kecil yaitu 23 orang (3,6 persen) yang bisa terlindungi hingga tingkat 90 persen lebih. “Mayoritas terlindungi 70-80 persen, jadi vaksinasi sangat tepat,” kata Rudi.

    Pengukuran tim berlanjut hingga pascasuntikan penguat atau dosis ketiga bagi kalangan rumah sakit dengan vaksin Moderna. Hasilnya setelah satu bulan pemberian vaccine booster itu, proteksi antibodi dari jenis anti-RBD lebih dari 90 persen ditemukan pada 85,9 persen subyek penelitian. Pemeriksaan akan dilanjutkan pada bulan 3, 6, dan 12 setelah vaksinasi.

    Baca juga:
    Bisa Melindungi Bayi, Antibodi Covid-19 dalam ASI Bertahan 10 Bulan

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.