Suhu Siang Saat Ini Terukur Lebih Tinggi, BMKG: Bukan Gelombang Panas!

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi gelombang panas. Sumber: Reuters / Pascal Rossignol / rt.com

    Ilustrasi gelombang panas. Sumber: Reuters / Pascal Rossignol / rt.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi suhu panas yang belakangan banyak dikeluhkan di banyak daerah. BMKG membenarkan terjadinya kenaikan suhu siang tapi memastikan berita gelombang panas yang sedang melanda Indonesia tidak benar.

    "Berita yang beredar ini tentu tidak tepat dan tidak benar atau hoax karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas," ujar Pelaksana tugas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Urip Haryoko, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu 16 Oktober 2021.

    Urip menerangkan gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sedangkan Indonesia terletak di wilayah ekuator, yang secara sistem dinamika cuaca, tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

    Gelombang panas dalam ilmu cuaca dan iklim didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa, misalnya lima derajat Celcius lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum. Anomali berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi.

    "Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas," ujar dia.

    Adapun suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia, dijelaskannya, merupakan akibat dari adanya gerak semu Matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa, dan terjadi setiap tahun. "Sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya," kata Urip.

    Saat ini, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat suhu di atas 36 derajat Celsius terjadi di Medan, Deli Serdang, Jatiwangi, dan Semarang pada catatan meteorologis tertanggal 14 Oktober 2021.

    Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I, Medan yaitu 37 derajat Celsius. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini karena masih berada dalam rentang variabilitasnya pada Oktober.

    Selain kedudukan semu gerak Matahari yang tepat di atas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, suhu maksimum yang meningkat dalam beberapa hari ini dapat disebabkan beberapa hal lain. Urip menyebut faktor cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar Matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan.

    "Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya Siklon Tropis Kompasu di Laut Cina Selatan bagian utara yang menarik masa udara dan pertumbuhan awan-awan hujan serta menjauhi wilayah Indonesia sehingga cuaca di wilayah Jawa cenderung menjadi lebih cerah-berawan dalam beberapa hari terakhir," katanya.

    Baca juga:
    Badan Geologi: Gempa Bali Bisa Picu Kenaikan Aktivitas Gunung Agung dan Batur


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.