BMKG: La Nina Datang Lagi, Waspada Penambahan Hujan sampai Februari

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kanan) dan anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti saat memberi keterangan pers di Gedung HNSI Cilacap, Selasa, 28 September 2021. Kredit: ANTARA/Sumarwoto

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kanan) dan anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti saat memberi keterangan pers di Gedung HNSI Cilacap, Selasa, 28 September 2021. Kredit: ANTARA/Sumarwoto

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini kedatangan La Nina menjelang akhir tahun ini. Berdasarkan kejadiannya pada tahun lalu, La Nina bisa meningkatkan curah hujan bulanan di wilayah Indonesia pada November-Desember-Januari sampai 70 persen dari curah hujan normalnya.

    "Kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021-2022 yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga sedang (moderat) setidaknya sampai Februari," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati lewat siaran pers, Senin 18 Oktober 2021.

    Hasil pemantauan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur, saat ini nilai anomali suhu itu telah melewati ambang batas untuk kejadian fenomena La Nina yaitu -0,61 pada 10 hari (dasarian) pertama bulan ini. Mendingin di bagian tengah dan timur, suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang dekat wilayah Indonesia, yakni di bagian barat, justru berubah menghangat dan menciptakan pusat tekanan udara rendah di kawasan tersebut.

    Kondisi saat ini dinilai BMKG berpotensi untuk terus berkembang sampai akhir tahun dan bahkan sampai Februari. "La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dengan tahun lalu dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20-70 persen di atas normalnya," kata Dwikorita.

    Dia mengingatkan agar pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait agar segera bersiap mencegah dan melakukan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung ataupun terjadinya badai tropis.

    Deputi Klimatologi di BMKG, Urip Haryoko, menambahkan, pada Oktober ini sebagian wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan sedang mengalami pancaroba. Pada peralihan musim dari kemarau ke hujan itu perlu diwaspadai fenomena cuaca ekstrem yang sering muncul, seperti hujan lebat, puting beliung, angin kencang.

    Cuaca ekstrem itu seperti yang sudah terjadi dan viral di media sosial mulai dari Lantung, Sumbawa, NTB, pada Jumat lalu; Bogor, Jawa Barat, serta Madiun, Jawa Timur, pada Minggu; serta Bangkalan, Jawa Timur, dan Sleman, DIY, pada Senin kemarin. 

    Baca juga:
    Amuk Hujan Angin di Depok, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.