Jam Pintar OPPO Watch Dilengkapi Sensor Ukur Irama Detak Jantung

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    OPPO Watch. Kredit: ANTARA/OPPO Indonesia

    OPPO Watch. Kredit: ANTARA/OPPO Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Jam tangan pintar (smartwatch) OPPO Watch dilengkapi dengan sensor untuk mengukur irama detak jantung pengguna. Pada bagian belakang perangkat jam tangan pintar ini terdapat sensor detak jantung optik untuk merekam aktivitas detak jantung.

    Pengguna bisa memantaunya melalui ponsel menggunakan aplikasi HeyTap Health, menurut keterangan OPPO, Minggu, 24 Oktober 2021.

    Selain bisa memantau detak jantung, OPPO Watch juga bisa digunakan untuk memonitor latihan dan aktivitas olahraga lainnya. Karena berbasis Wear OS, maka jam tangan pintar ini pun bisa mengakses sejumlah layanan dari Google, seperti Google Play, Google Pay, Google Assistant, atau Google Fit.

    OPPO Watch 46mm dikhususkan untuk pengguna pria dan tersedia dalam pilihan warna hitam saja. Jam tangan memiliki layar AMOLED dual-curve 1,91 inci yang fleksibel, dengan PPI 326.

    Sebaliknya, OPPO Watch 41mm yang tersedia dalam pilihan warna hitam dan rose gold lebih cocok untuk wanita. OPPO Watch 41mm memiliki layar AMOLED kaku 1,6 inci, dengan PPI 301.

    Kedua model OPPO Watch tersebut bisa dipersonalisasi tampilan mukanya sesuai dengan keinginan pengguna. Selain itu, OPPO Watch bisa digantitali strap-nya sesuai dengan gaya saat bekerja atau berolahraga.

    Sementara itu, ukuran detak jantung bisa menjadi patokan penting bagi kesehatan otot jantung seseorang. Detak jantung merupakan ukuran berapa kali jantung berdetak dalam satu menit. Dengan menghitung detak jantung melalui denyut nadi, maka akan membantu kita untuk melihat kesehatan jantung secara umum, baik saat berolahraga maupun saat mengalami masalah penyakit.

    Denyut nadi normal menandakan jantung bekerja dengan baik. Denyut nadi yang rendah biasanya terjadi saat sedang tidur atau beristirahat dan akan meningkat ketika berolahraga.

    Denyut nadi merupakan ukuran untuk mengetahui berapa kali pembuluh darah arteri akan mengembang dan berkontraksi dalam satu menit sebagai respons terhadap detak jantung.

    Jumlah denyut nadi umumnya sama dengan detak jantung, sebab kontraksi jantung menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut nadi di arteri. Oleh karena itu, mengukur denyut nadi sama artinya dengan mengukur denyut jantung.

    Ukuran detak jantung normal orang dewasa berkisar antara 60 - 100 denyut per menit atau beats per minute (bpm). Namun, ada standar lain yang menyebutkan denyut nadi normal adalah 50 - 70 kali per menit.

    Jika denyut nadi melebihi 80 kali per menit saat istirahat, maka dapat berpotensi terkena serangan jantung. Sementara itu, atlet atau orang yang terbiasa berolahraga cenderung memiliki denyut jantung lebih rendah, sekitar 40 kali per menit.

    ANTARA

    Baca:
    Oppo Watch Akan Hadir dalam 2 Varian dengan Desain Kotak

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.