BMKG Sering Sebut Istilah Cuaca Ekstrem, Apa Kriterianya?

Reporter

Warga berjalan sambil membawa payung saat hujan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin, 1 November 2021. BMKG mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi yang berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta – Baru-baru ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis info terkait cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah Indonesia. Melalui laman resminya, bmkg.go.id, mengungkapkan bahwa DKI Jakarta dan sekitarnya berpotensi mengalami cuaca ekstrem, berupa hujan lebat, disertai kilat dan angin kencang hingga 6 November mendatang. Namun, bagaimana suatu kondisi cuaca dikatakan ekstrem?

Sebagai wilayah rentan atas terjadinya bencana atas cuaca ekstrem, penting bagi masyarakat Indonesia untuk waspada atas dampak cuaca ekstrem. Meskipun cuaca ekstrem tidak dapat dihindari, tetapi setidaknya upaya minimalisir atas risiko cuaca ekstrem perlu dilaksanakan. Salah satu bentuk mitigasi atas cuaca ekstrem yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui perihal cuaca ekstrem.

Sebagaimana dikutip dari ngurahrai.bali.bmkg.go.id, cuaca ekstrem biasanya dihubungkan dengan suatu kondisi cuaca yang kuat, masif, serta memiliki potensi tinggi untuk rusak dan menimbulkan korban jiwa. Meskipun demikian, tak sedikit orang menganggap cuaca ekstrem merupakan penggambaran dari hujan lebat, badai guruh, dan angin kencang. Padahal, kondisi kering dan kemarau berkepanjangan juga termasuk cuaca ekstrem.

Dengan demikian, dapat dikatakan cuaca ekstrem merupakan cuaca yang berpotensi melahirkan bencana, kehancuran tatanan sosial, dan korban jiwa manusia. Dikutip dari climatehubs.usda.gov, peristiwa ekstrem yang disebabkan cuaca cenderung bertahan dalam waktu sebentar dibandingkan peristiwa ekstrem yang dipengaruhi oleh iklim.

Beberapa bencana yang termasuk ke dalam peristiwa ekstrem karena cuaca, diantaranya siklon tropis, banjir, hujan lebat, dan sebagainya. Sementara itu,yang termasuk bentuk peristiwa ekstrem yang disebabkan oleh iklim adalah kekeringan yang berlangsung lama.

Mengutip dari repo.itera.ac.id, sejak 30 tahun terakhir, fenomena cuaca ekstrem di Indonesia tergolong sering terjadi di beberapa provinsi besar di Indonesia. Beberapa provinsi tersebut antara lain Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua

Aktifnya Monsun Asia yang melewati wilayah Indonesia, menjadi faktor utama terjadinya cuaca ekstrem di Indonesia. Monsun Asia adalah sebutan bagi embusan angin yang secara periodik bergerak dari Benua Asia menuju Benua Australia.  Letak Indonesia yang berada di antara garis khatulistiwa memberikan pengaruh signifikan bagi cuaca di Indonesia. Kondisi cuaca ekstrem di Indonesia ditandai dengan adanya pola konvergensi dan perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah. Hal tersebut memicu terjadinya hujan lebat dalam kurun waktu yang lama.

NAOMY A. NUGRAHENI 

Baca: 5 Tips Jaga Kesehatan Tubuh Saat Cuaca Ekstrem

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Apple, Hurikan Ian dan Komitmen Berdonasi ke Daerah Bencana Alam

11 jam lalu

Apple, Hurikan Ian dan Komitmen Berdonasi ke Daerah Bencana Alam

Kekuatan Hurikan Ian sempat mengendur saat memorakporandakan sebagian Kuba, sebelum kemudian menjadi salah satu badai terkuat yang pernah terjang AS.


Melihat Badai Ian dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

2 hari lalu

Melihat Badai Ian dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Berdasarkan video yang direkam pada hari Senin, 26 September 2022, Badai Ian terlihat sangat besar.


Badai Ian Mulai Menerjang, Kuba Dilanda Hujan dan Angin Kencang

3 hari lalu

Badai Ian Mulai Menerjang, Kuba Dilanda Hujan dan Angin Kencang

Angin kencang disertai hujan pertama menjelang Badai Ian mulai menerjang pantai selatan Kuba pada Senin malam


Duit Bantuan Korban Badai Seroja dan Dana CSR Rp1 Miliar Kota Kupang Raib

4 hari lalu

Duit Bantuan Korban Badai Seroja dan Dana CSR Rp1 Miliar Kota Kupang Raib

Sekda Kota Kupang mengaku tidak tahu-menahu soal nasib bantuan dan dana CSR tersebut. Dipermasalahkan DPRD.


Badai Tropis Ian Siap Menghantam Kuba

4 hari lalu

Badai Tropis Ian Siap Menghantam Kuba

Badai Tropis Ian melaju kencang menuju Kuba wilayah barat. Walhasil, area pelabuhan seluruh bagian barat Kuba ditutup.


Cold Urticaria: Sederet Cara Menangani Alergi Dingin

5 hari lalu

Cold Urticaria: Sederet Cara Menangani Alergi Dingin

Beberapa orang akan mengalami masalah alergi dingin atau cold urticaria. Meski tidak ada obat untuk alergi ini, namun alergi dingin dapat dikelola


WFP Ingatkan 50 Juta Orang di Dunia di Ambang Kelaparan

7 hari lalu

WFP Ingatkan 50 Juta Orang di Dunia di Ambang Kelaparan

50 juta orang di dunia diambang kelaparan sehingga bantuan amat dibutuhkan demi menghindari kekacauan.


Badai Fiona Menyapu Kepulauan Turks dan Caicos

9 hari lalu

Badai Fiona Menyapu Kepulauan Turks dan Caicos

Badai Fiona adalah badai kategori 3, yang berupa hujan lebat, yang bisa memicu banjir bandang di wilayah Kepulauan Turks dan Caicos.


Badai Nanmadol Menyerang Jepang, Termasuk Kategori Super Topan

9 hari lalu

Badai Nanmadol Menyerang Jepang, Termasuk Kategori Super Topan

Jepang dibanjiri air berlumpur dari sungai, dan petak-petak rumah kehilangan aliran listrik setelah badai Nanmadol datang. Kenapa disebut super topan


Badai Fiona di Puerto Rico Menyebabkan Listrik Padam dan Tanah Longsor

11 hari lalu

Badai Fiona di Puerto Rico Menyebabkan Listrik Padam dan Tanah Longsor

Puerto Rico mengalami pemadaman listrik yang disebabkan badai tropis Fiona. Ada sejumlah daerah mengalami banjir dan tanah longsor.