Peneliti UI Kembangkan Ampas Kopi untuk Material Baterai Kendaraan Listrik

Ketua Tim Peneliti UI, Anne Zulfia Syahrial, yang mengolah ampas kopi jadi baterai lithium untuk kendaraan listrik. Kredit: Dok. Humas UI

TEMPO.CO, Jakarta - Tim peneliti dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI) mengembangkan inovasi material baterai lithium ion untuk kendaraan listrik.
 
Material penyusun baterai yang dikembangkan terbuat dari limbah ampas kopi yang diolah menjadi grafen dan limbah batok kelapa yang diolah menjadi karbon aktif untuk ditambahkan pada material aktif anoda. Inovasi ini mampu membuat baterai yang dihasilkan memiliki bobot lebih ringan dan waktu pengisian daya yang lebih cepat.
 
Baterai lithium ion itu buatan tim peneliti yang terdiri dari Anne Zulfia Syahrial, Bambang Priyono dan Nofrijon Sofyan. Bahan dibuat dari material Lithium Titanate Oxide (LTO) yang dicampur dengan timah (Sn) dan karbon aktif (C) serta LTO yang dicampur dengan Silikon (Si) dan karbon aktif (C) sehingga membentuk masing-masing komposit LTO/C-Sn dan LTO/C-Si sebagai material aktif anoda dan Lithium Ferro Phospate (LFP) sebagai material aktif katoda.
 
Ketua Tim Peneliti Baterai Lithium-Ion FTUI, Anne Zulfia Syahrial, mengatakan LTO tidak rentan mengalami short circuit (korsleting) pada saat proses charging (pengisian electron). Arus listrik yang dihasilkan lebih stabil dan aman dibandingkan baterai Lithium Graphite yang umum banyak digunakan pada baterai kendaraan listrik saat ini. Kelemahannya, kapasitas spesifik (LTO) di 175 mAh/g, lebih rendah dari grafit di 372 mAh/g.
 
"Tim kami mencoba mengatasi kelemahan ini dengan mencampurkan Sn atau Si dan karbon aktif dari limbah batok kelapa menjadi komposit. Kami juga mengolah ampas kopi menjadi grafen untuk dicampurkan dengan LTO," ujar Anne melalui keterangan tertulis, Rabu, 3 November 2021.
 
Anggota peneliti lainnya, Bambang Priyono, mengatakan ide pemanfaatan limbah ampas kopi untuk baterai Lithium Ion berawal saat tim peneliti melihat banyaknya sampah dari kopi yang tidak dimanfaatkan. Setelah dikaji, menurut dia, ternyata ampas kopi dapat diolah menjadi grafen untuk meningkatkan konduktivitas LTO pada baterai Lithium-Ion.
 
Pada limbah ampas kopi, ditemukan kandungan partikel-partikel yang dapat menghasilkan nano partikel dengan kondisi surface area yang baik. "Semakin baik kondisi kondisi surface area, semakin banyak ion masuk yang dapat menghasilkan tenaga yang lebih bagus juga,” ujar Bambang menjelaskan terkait ide pemanfaatan limbah ampas kopi.
 
Sedangkan, Nofrijon mengatakan semakin besar bobot mobil, semakin rendah daya dorongnya. Konsumsi bahan bakar juga semakin besar. Baterai lithium graphite yang ada saat ini lumayan berat. Untuk mengurangi bobot, tim mencoba mengembangkan material yang lebih ringan sehingga berat baterai dapat berkurang sampai mencapai target 200 kg. "Tim kami juga sedang meneliti bagaimana agar waktu pengisian daya dapat lebih singkat seperti halnya pengisian bahan bakar pada kendaraan konvensional,” kata Nofrijon.
 
Keunggulan baterai Lithium-Ion dengan LTO yang dikembangkan yaitu bobotnya yang ringan dan waktu pengisian daya yang lebih cepat. Tim Peneliti FTUI memperkirakan baterai mobil listrik dengan LTO ini dapat mencapai bobot 200 kilogram jauh lebih ringan dibandingkan dengan baterai berkapasitas sama yang ada saat ini dengan bobot kisaran 500 kilogram.
 
Dengan bobot yang ringan itu, jarak tempuh yang bisa dicapai mobil akan meningkat. Sementara waktu pengisian daya baterai saat ini adalah 30 menit dengan target ke depannya mencapai 15 menit untuk full charging. Waktu ini lebih cepat dibandingkan baterai mobil listrik yang saat ini membutuhkan 1.5–2 jam waktu pengisian daya.
 
Dekan FTUI, Hendri D.S. Budiono, mengatakan inovasi baterai listrik dari FTUI ini akan sangat bermanfaat bagi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Saya berharap pihak industri dapat menyerap inovasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika FTUI untuk kemudian dikomersialisasikan.
 
"Hasil penelitian ini menunjukkan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi penguasa pasar dalam hal baterai kendaraan listrik dengan begitu banyak material pembuatan baterai listrik ini tersedia di alam Indonesia," ujar Hendri 
 
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Research Center for Advanced Vehicle (RCAVe) Mohammad Adhitya, menyampaikan bahwa penelitian baterai listrik ini merupakan bagian dari riset besar RCAVe yang saat ini tengah mengembangkan teknologi bus listrik berukuran besar bersama beberapa mitra industri melalui program riset produktif (Rispro) LPDP.
 
“Bus listrik ini kami rancang sebagai bus ramah lingkungan bersama mitra industri dengan memperhatikan faktor keamanan, keselamatan serta efisiensi energi sehingga mampu bersaing dengan produk sejenis yang saat ini ada di pasaran. Menggunakan rangka badan berbahan alumunium yang dipasangkan pada rangka low entry berjenis monokok serta akan dilengkapi dengan sistem cerdas untuk memastikan faktor keselamatan dan keamanan berkendara dapat dipenuhi secara optimal,” ujarnya.
 
Bersama mitra industri dalam negeri, yaitu MAB, PINDAD, NSAD, dan AICOOL, diharapkan bus listrik ini dapat dipersembahkan kepada masyarakat Indonesia di awal tahun 2022 untuk kemudian segera dipasarkan.
 
Produk baterai Lithium-Ion dengan LTO ini merupakan satu dari puluhan produk riset hasil karya dosen dan peneliti FTUI yang siap dikomersialisasikan. Berbagai produk riset ini dipamerkan di area pameran lantai 2 gedung i-CELL FTUI dan terbuka untuk umum sebagai wisata penelitian dan dapat dinikmati secara langsung dan daring oleh masyarakat luas. 

Baca:
MacBook Pro 2021 Gunakan Chip Baru, Punya Masa Pakai Baterai Terpanjang?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Gaikindo Sebut Insentif OJK Bisa Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

3 jam lalu

Gaikindo Sebut Insentif OJK Bisa Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

Gaikindo Kukuh Kumara menuturkan bahwa guyuran insentif kendaraan listrik dari OJK dapat mendorong pertumbuhan industri.


Gencarkan Penggunaan Kendaraan Listrik, Menteri ESDM Fokuskan Pembenahan Sektor Hulu

4 jam lalu

Gencarkan Penggunaan Kendaraan Listrik, Menteri ESDM Fokuskan Pembenahan Sektor Hulu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik.


General Motors-LG Energy Tambah Investasi Rp 4,2 Triliun untuk Pabrik Sel Baterai di AS

8 jam lalu

General Motors-LG Energy Tambah Investasi Rp 4,2 Triliun untuk Pabrik Sel Baterai di AS

Tambahan investasi ini akan meningkatkan kapasitas pabrik baterai General Motors-LG Energy sebesar 40 persen.


10 Harga Motor Listrik yang Beredar di Indonesia

10 jam lalu

10 Harga Motor Listrik yang Beredar di Indonesia

Harga motor listrik dan ketersediaan fasilitas pengisian daya listrik umum (SPKLU) maupun SPBKLU masih menjadi faktor masyarakat enggan berpindah.


Renault dan Nissan Tunda Kesepakatan Restrukturisasi Aliansi

10 jam lalu

Renault dan Nissan Tunda Kesepakatan Restrukturisasi Aliansi

Renault dan Nissan akan melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan dan bisa bertemu kembali untuk pengumuman berikutnya di London.


BMW akan Mengembangan Baterai Baru, Jangkauan Lebih Jauh

16 jam lalu

BMW akan Mengembangan Baterai Baru, Jangkauan Lebih Jauh

BMW mengklaim baterai baru yang dikembangkan ini akan memiliki jangkauan 30 persen lebih jauh.


Rektor: UI Siap Jalankan Program Griya Moderasi Beragama dan Bela Negara

1 hari lalu

Rektor: UI Siap Jalankan Program Griya Moderasi Beragama dan Bela Negara

Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menyatakan kesiapannya dalam menjalankan program yang diluncurkan pemerintah itu.


Berambisi Bikin Dunia Bergantung pada Baterai Indonesia, Jokowi: Saya Mati-matian Harus Jadi

2 hari lalu

Berambisi Bikin Dunia Bergantung pada Baterai Indonesia, Jokowi: Saya Mati-matian Harus Jadi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menebar ambisi untuk membuat negara lain tergantung dengan baterai listrik produksi Indonesia.


Jokowi dan Joe Biden Sepakat Kembangkan Kendaraan Listrik, Dananya Rp 308 T

2 hari lalu

Jokowi dan Joe Biden Sepakat Kembangkan Kendaraan Listrik, Dananya Rp 308 T

Presiden Jokowi dilaporkan telah menjalin kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden terkait pengembangkan kendaraan listrik.


Punya Potensi Besar, Jokowi: 60 Persen Produksi EV Battery Akan Ada di Indonesia

2 hari lalu

Punya Potensi Besar, Jokowi: 60 Persen Produksi EV Battery Akan Ada di Indonesia

Presiden Joko Widodo alias Jokowi meyakini di masa mendatang, produksi 60 persen EV battery atau baterai kendaraan listrik ada di Indonesia.