Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Status Siaga Merapi Genap Setahun, Masih Muntahkan 106 Lava Pijar Sepekan

image-gnews
Luncuran material vulkanik Gunung Merapi terlihat dari Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 1 November 2021. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Senin (1/11) pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Merapi mengalami guguran sebanyak 46 kali dengan amplitudo 3-27 mm dan durasi 22-214 detik. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Luncuran material vulkanik Gunung Merapi terlihat dari Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 1 November 2021. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Senin (1/11) pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Merapi mengalami guguran sebanyak 46 kali dengan amplitudo 3-27 mm dan durasi 22-214 detik. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Status aktivitas Siaga atau Level III Gunung Merapi pada Jumat, 5 November 2021, telah genap setahun disematkan. Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta belum memutuskan penurunan level status Merapi itu karena menilai aktivitas erupsi Merapi saat ini masih intens.

"Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif sehingga status aktivitas masih dalam tingkat Siaga," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida Jumat.

Hanik memaparkan tingginya aktivitas erupsi Merapi itu pun dapat diamati dalam hasil catatan periode sepekan terakhir 29 Oktober hingga 4 November 2021.

Pada sepekan ini BBPTKG mencatat terjadi satu kali awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur 2.000 meter dan 106 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal juga 2.000 meter.

"Hanya saja memang tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan untuk kubah barat daya maupun kubah tengah. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.610.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.927.000 meter kubik," kata dia.

BPPTKG Yogyakarta mencatat pula bahwa pekan ini, khususnya pada tanggal 4 November 2021, dalam rentang pukul 00.00-18.00 WIB sempat terdengar satu kali gemuruh dari Merapi dengan intensitas sedang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam periode 18 jam saat itu, terjadi 104 kali gempa guguran (RF), 88 kali hembusan (DG), delapan kali fase banyak (MP) dan satu kali gempa tekntonik jauh (TJ).

Sedangkan secara akumulasi, dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi mencatat satu kali gempa awan panas guguran (AP), 33 kali gempa fase banyak (MP), 1.297 kali gempa guguran (RF), 181 kali gempa hembusan (DG), dan 15 kali gempa tektonik (TT). "Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan dengan minggu lalu," kata Hanik.

BPPTKG Yogyakarta pada minggu ini mencatat pula terjadi hujan dengan intensitas curah hujan sebesar 49 milimeter/jam selama 220 menit di Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 2 November 2021.  "Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Merapi," kata dia.

Baca:
BPPTKG Jelaskan Status Siaga Merapi Nyaris Setahun dan Awan Panas Kian Jarang

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Basarnas Gelar Simulasi Penanganan Erupsi Gunung Merapi di Magelang

1 hari lalu

Luncuran awan panas Gunung Merapi terlihat dari Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu 11 Maret 2023. BPPTKG menghimbau kepada masyarakat untuk mengungsi apabila cakupan wilayah awan panas guguran lebih dari 7 kilometer dari puncak. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Basarnas Gelar Simulasi Penanganan Erupsi Gunung Merapi di Magelang

Fokus kegiatan ini untuk antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya saat erupsi Gunung Merapi.


Gunung Merapi di DIY-Jawa Tengah 8 Kali Luncurkan Lava Pijar dan 27 Gempa

5 hari lalu

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Jumat petang, 28 Juli 2023. Dok. BPPTKG.
Gunung Merapi di DIY-Jawa Tengah 8 Kali Luncurkan Lava Pijar dan 27 Gempa

BPPTKG Yogyakarta menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY pada Rabu, 2 Agustus 2023, mengeluarkan guguran lava pijar.


Siaga, Guguran Lava Gunung Karangetang Meluncur ke Lima Sungai

9 hari lalu

Guguran lava terpantau meluncur ke lima sungai atau kali yang berhulu dari puncak kawah Gunung Karangetang, di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Sabtu, 29 Juli 2023. Tampak guguran lava yang meluncur pukul 18.33 Wita. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang
Siaga, Guguran Lava Gunung Karangetang Meluncur ke Lima Sungai

Tingkat aktivitas Gunung Karangetang level III siaga.


Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Lagi, Suhu Dini Hari Bisa Sentuh 13 Derajat Celcius

10 hari lalu

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Jumat petang, 28 Juli 2023. Dok. BPPTKG.
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Lagi, Suhu Dini Hari Bisa Sentuh 13 Derajat Celcius

Awan panas Gunung Merapi pertama di bulan ini terjadi pada 5 Juli 2023 lalu dengan jarak luncur hampir dua kali lipat yakni 2.700 meter ke barat daya.


Dua Hari Gunung Merapi Luncurkan 100 Kali Lava Pijar, Wisatawan Perhatikan Zona Bahaya

11 hari lalu

Gunung Merapi di Yogyakarta. Dok. BPPTKG Yogyakarta.
Dua Hari Gunung Merapi Luncurkan 100 Kali Lava Pijar, Wisatawan Perhatikan Zona Bahaya

Meski musim kemarau membuat kawasan destinasi sekitar lereng Gunung Merapi diselimuti cuaca cerah, wisatawan dan masyarakat diminta tetap waspada potensi bahayanya.


Gunung Karangetang Bergemuruh, Ada 31 Guguran Lava Pagi Ini

11 hari lalu

Asap putih keluar dari puncak Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu, 6 Februari 2019. Asap putih bertekanan disertai guguran material vulkanik dari kawah bagian utara masih mendominasi aktivitas erupsi efusif Gunung Karangetang. ANTARA
Gunung Karangetang Bergemuruh, Ada 31 Guguran Lava Pagi Ini

PGA di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, mencatat sebanyak 31 kali gempa guguran Gunung Karangetang, Kamis pagi.


Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

12 hari lalu

Gunung Dempo. Shutterstock
Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

Letusan yang terjadi di Gunung Dempo pada Selasa malam merupakan yang kedua pada Juli 2023 ini.


Bukan lagi di Hutan Gunungkidul, UGM Trail Run 2023 Pilih Medan Lereng Merapi

12 hari lalu

UGM International Trail Run 2022. Doc. Kagama UGM.
Bukan lagi di Hutan Gunungkidul, UGM Trail Run 2023 Pilih Medan Lereng Merapi

Event lari UGM Trail Run 2023 bakal mengambil lokasi berbeda dengan perhelatan tahun-tahun sebelumnya.


Gunung Karangetang Masih Luncurkan Guguran Lava, Status Siaga

18 hari lalu

Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, memantau guguran lava meluncur ke Kali Kahetang pada periode pengamatan pukul 00.00 - 06.00 WITA, Minggu, 2 Juli 2023. (ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang)
Gunung Karangetang Masih Luncurkan Guguran Lava, Status Siaga

Guguran lava masih meluncur dari kawah Gunung Karangetang selama periode pengamatan Kamis pukul 00.00 sampai 06.00 WITA.


Candi Lumbung Dipindahkan ke Lokasi Asal, Prosesnya Berakhir Tahun Depan

26 hari lalu

Candi Lumbung yang pernah terkena erupsi Merapi. Tempo.co/Arimbihp
Candi Lumbung Dipindahkan ke Lokasi Asal, Prosesnya Berakhir Tahun Depan

Candi Lumbung yang berada di lereng barat Gunung Merapi Kabupaten Magelang terpaksa harus kembali dipindah dari lokasi sementara ke lokasi baru.