Aktif di Media Sosial? Kenali 3 Etika Penting dalam Bermedia Sosial Berikut

Reporter

Editor

Nurhadi

Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

TEMPO.CO, Jakarta - Karena pesatnya perkembangan teknologi, media sosial memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai aktivitas kini dapat dilakukan dengan bermodalkan kemampuan bermedia sosial, seperti aktivitas jual-beli hingga bersosialisasi. Namun, sosial media juga memiliki berbagai aturan seperti di dunia nyata, yang harus dipatuhi oleh para penggunanya.

Dilansir dari compukol.com, keberadaan berbagai aturan tersebut tidak terlepas dari upaya untuk mewujudkan media sosial sebagai ruang berekspresi yang terbuka dan bebas bagi siapa saja. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa cara satu orang menggunakan media sosial mampu berpengaruh negatif terhadap cara orang lain bermedia sosial. Aturan-aturan tersebut biasanya dikenal sebagai etika bermedia sosial. Dilansir dari zahiraccounting.com, berikut adalah tiga etika bermedia sosial:

1. Hindari Menggunakan Bahasa yang Kasar dan Intimidatif

Bahasa memegang peranan penting dalam proses komunikasi, tak terkecuali komunikasi di media sosial. Dalam beberapa kasus, seorang pengguna media sosial sering kali menggunakan bahasa yang kasar atau menyinggung, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, ketika berkomunikasi dengan pengguna media sosial lain.

Bahasa yang kasar atau menyinggung mampu membuat pengguna media sosial merasa tertekan, terintimidasi, dan terhalangi kebebasannya. Hal tersebut kemudian berimplikasi pada menyusutnya ruang publik yang sebelumnya telah dihadirkan oleh media sosial.

2. Jangan Menyebarkan Isu-Isu Sensitif

Media sosial memang membawa kebebasan bagi para penggunanya. Berbagai substansi konten bisa langsung tampil di beranda media sosial tanpa melalui filter-filter tertentu. Namun, hal tersebut bisa menjadi masalah ketika pengguna media sosial justru memanfaatkan kebebasan tersebut untuk mengunggah konten-konten sensitif, seperti pornografi, rasisme, hingga kekerasan. Konten-konten sensitif tersebut berpotensi untuk memicu konflik, baik di media sosial maupun konflik nyata.

3. Rajin-Rajin Memeriksa Validitas Informasi

Kebebasan yang ditawarkan media sosial memang nyata adanya. Hampir semua informasi dapat dibagikan melalui media sosial tanpa melalui filter-filter tertentu. Namun, kebebasan tersebut membawa dampak buruk, yakni mudahnya seorang pengguna sosial media dalam menyebarkan berita atau informasi palsu.

Ironisnya, beberapa pengguna media sosial menyebarkan informasi palsu tanpa disadari. Mereka biasanya langsung percaya akan kebenaran suatu informasi yang baru saja ditemui.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pengguna media sosial harus aktif dalam mengecek validitas informasi. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berbagai hal, seperti mengecek sumber berita, membandingkan informasi dengan realita di lapangan, hingga membandingkan satu sumber dengan sumber lainnya.

BANGKIT ADHI WIGUNA

Baca juga: Pahami 4 Etika di Media Sosial Ini Agar Tak Tersandung Hukum






Tak Suka, tapi tetap Melanjutkan Hubungan, Apa Itu Curving?

14 jam lalu

Tak Suka, tapi tetap Melanjutkan Hubungan, Apa Itu Curving?

Ketika salah satu pasangan merasa tak cocok, tapi tetap melanjutkan hubungan tanpa penolakan menandakan perilaku curving


6 Tips agar Data Pribadi Pengguna Media Sosial Aman

2 hari lalu

6 Tips agar Data Pribadi Pengguna Media Sosial Aman

Berikut enam langkah yang bisa diterapkan pengguna media sosial agar data pribadi terhindar dari potensi pembobolan atau pencurian data.


Telkomsel Beberkan 4 Tip Digital Marketing, Paling Penting Jalur Komunikasi

5 hari lalu

Telkomsel Beberkan 4 Tip Digital Marketing, Paling Penting Jalur Komunikasi

Tip digital marketing pertama versi Telkomsel, marketer perlu menentukan value dan persepsi yang ingin disampaikan dalam digital marketing.


Pengguna TikTok di Indonesia Kedua di Dunia, Cocok untuk Kampanye Marketing

5 hari lalu

Pengguna TikTok di Indonesia Kedua di Dunia, Cocok untuk Kampanye Marketing

Pengguna TikTok di Indonesia saja mencapai 99,1 juta orang pada April 2022. Jumlah itu nomor dua setelah Amerika Serikat yang mencapai 136,4 juta.


Nigeria Minta Google Blokir Akun Kelompok Teroris

7 hari lalu

Nigeria Minta Google Blokir Akun Kelompok Teroris

Nigeria meminta agar Google mau menutup akun YouTube yang digunakan oleh para separatis agar menghindari dampak buruk media sosial.


Perilaku Pamer atau Flexing Apakah Dipengaruhi Narsistik?

11 hari lalu

Perilaku Pamer atau Flexing Apakah Dipengaruhi Narsistik?

Perilaku pamer mengakibatkan sulit bergaul atau diterima oleh orang lain


Pakar Ingatkan untuk Jaga Data Pribadi di Ruang Digital

11 hari lalu

Pakar Ingatkan untuk Jaga Data Pribadi di Ruang Digital

Pengguna digital diimbau untuk selalu menjaga data pribadi dan tak sembarang membagikan di media sosial demi menjaga keamanan digital.


WNI yang Disekap di Kamboja Tergiur Lowongan Kerja di Media Sosial

11 hari lalu

WNI yang Disekap di Kamboja Tergiur Lowongan Kerja di Media Sosial

Migrant Care menyatakan WNI yang disekap di Kamboja mengetahui lowongan kerja dari media sosial.


Berbagai Cara Menemukan Lowongan Kerja, Selain Melalui Job Fair

11 hari lalu

Berbagai Cara Menemukan Lowongan Kerja, Selain Melalui Job Fair

Anda tidak perlu khawatir karena di era seperti saat ini informasi lowongan kerja sangat mudah diakses dan diketahui.


9 Bulan Hiatus dari Media Sosial Yolanda Hadid Merasa Banyak Waktu untuk Diri Sendiri

12 hari lalu

9 Bulan Hiatus dari Media Sosial Yolanda Hadid Merasa Banyak Waktu untuk Diri Sendiri

Yolanda Hadid sempat depresi setelah kehilangan ibunya