Tes Acak Covid-19 pada 1.015 Pelajar, Kota Yogyakarta Tutup Satu Sekolah

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-18 tahun yang digelar di halaman parkir Kebun Binatang Gembiraloka, Yogyakarta. Dok.Pemkot Yogya

    Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-18 tahun yang digelar di halaman parkir Kebun Binatang Gembiraloka, Yogyakarta. Dok.Pemkot Yogya

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Temuan siswa positif Covid-19 dari hasil tes acak yang digencarkan pemerintah di lima kabupaten/kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih terus berlanjut.

    Setelah tes acak di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo dan Gunungkidul membuahkan temuan siswa positif Covid-19, giliran Kota Yogyakarta menemukan hal serupa dari skrining acak siswa, guru, tenaga kependidikan SD dan SMP.

    "Dari 1.015 anak di 14 sekolah yang jadi sasaran tes acak pekan ini, ditemukan empat siswa positif Covid-19 dari sebuah sekolah, semuanya tanpa gejala,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Kamis, 25 November 2021.

    Kota Yogyakarta menggencarkan tes acak mulai Senin, 22 November 2021, yang menyasar 10 persen dari siswa peserta tatap muka atau minimal 30 anak di sebuah sekolah plus tiga orang guru di tiap SD-SMP atau sederajat.

    Heroe mengatakan temuan siswa positif Covid-19 di sebuah sekolah di Kota Yogyakarta itu sampai saat ini masih terus diperluas pelacakannya, termasuk ke lingkungan sekitar sekolah itu, dengan menerjunkan tim puskesmas yang berada di dekat sekolah tersebut.

    "Empat siswa positif itu memiliki kontak erat dengan 59 orang, terdiri dari 17 siswa yang satu rombongan belajar dengan mereka dan sisanya dari keluarga siswa-siswa itu,” kata dia.

    Soal riwayat penularan para siswa itu, Heroe mengatakan masih dilakukan pelacakan mendalam. “Ada siswa yang rumahnya tidak di kota, ada yang orang tuanya juga sempat positif Covid-19 dan ada juga yang orang tuanya baru pindah dari Makassar,” kata Heroe.

    Kepala Dinas Pendidikan DIY Didik Wardaya mengatakan, dengan adanya sejumlah temuan siswa positif Covid-19, sekolah perlu memperketat protokol kesehatan dalam proses pembelajaran tatap muka. “Khususnya ketika siswa-guru masuk lingkungan sekolah, saat tatap muka digelar, juga saat tatap muka usai, protokol kesehatan jangan sampai kendor,”  kata Didik.

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.