Orang Tua Bisa Cek Ini, Game Rating di Indonesia versi Kemenkominfo

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)

    Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah menambah jam anak menghabiskan waktunya bersama ponsel dan bermain game atau game online. Tak sedikit orang tua yang resah dengan situasi ini namun tak kuasa pula mencegahnya karena pandemi memang membatasi kegiatan masyarakat. Rating game boleh jadi bisa membuat mereka lebih tenang. 

    Rating game biasanya dijadikan alat untuk menilai kesesuaian antara konten dalam game dengan kelompok usia pengguna. Rating game membuat pengguna mengetahui apakah game tersebut layak dimainkan sesuai dengan usianya atau tidak. Ini bisa dimanfaatkan orang tua sebagai pengawasan tak langsung terhadap anak-anaknya.

    “Orang tua zaman sekarang perlu meningkatkan pengawasan saat anak bermain game. Banyaknya jenis game yang bermunculan membuat orang tua harus bijak memilih game yang bisa dimainkan anak sesuai dengan usianya,” kata Luat Sihombing, Koordinator Business Matchmaking di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

    Dalam keterangan tertulis yang dibagikan Senin 29 November 2021, tapi kemudian diperbarui Selasa 30 November 2021, Luat mengatakan kalau Kementerian Kominfo telah meluncurkan Indonesia Game Rating System (IGRS), dan hingga kini terus sosialisasi pentingnya pemahaman memainkan game sesuai usia anak. “Bagi orang tua, rating game penting dipahami karena bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak,” katanya. 

    IGRS memberikan informasi terkait klasifikasi permainan interaktif elektronik (PIE), berdasarkan kategori konten game dan usia pengguna. IGRS, secara keseluruhan, bertujuan untuk meningkatkan industri game Indonesia agar menjadi lebih baik, sehat, dan terarah. “Rating game dapat menjadi acuan oleh orang tua dan gamers untuk mengetahui konten dan unsur yang ada dalam sebuah permainan,” kata Luat.

    Selain melalui IGRS, orang tua kini juga bisa mencari tahu informasi rating game melalui Aplikasi Gimbot: Gim Bimbingan Orang tua. Aplikasi ini bisa menjadi sarana edukasi dan informasi yang membantu orang tua untuk lebih memahami game yang dipilih anak. Keduanya, IGRS dan Gimbot, sudah bisa diunduh di Play Store.

    Selain melalui aplikasi dan website, orang tua juga bisa memperoleh informasi dan tips seputar rating game di akun Instagram dan Twitter @gameratingid, serta Facebook Page Indonesia Game Rating System. Melalui pesan #TahuRatingSeruGaming di media sosial, IGRS mengajak masyarakat pada umumnya dan khususnya kalangan orang tua untuk lebih aktif mengenali dan mendampingi anak saat bermain game.

    "Dengan mengetahui terlebih dahulu rating sebuah game, orang tua dan anak bisa lebih seru, aman dan nyaman dalam bermain game," kata Luat.

    Berikut ini lima klasifikasi rating game berdasarkan kelompok usia dari IGRS, 

    1. Usia 3 tahun ke atas: Game tidak mengandung konten yang mengkhawatirkan, namun tetap memerlukan pengawasan dan pendampingan orang tua

    2. Usia 7 tahun ke atas: Game mengandung unsur darah dan anak membutuhkan bimbingan orang tua saat memainkan game

    3. Usia 13 tahun ke atas: Game mengandung unsur kekerasan, dan anak memerlukan pendampingan orang tua saat memainkan game ini

    4. Usia 18 tahun ke atas: Game mengandung konten kekerasan, darah dan horor, dan anak wajib mendapatkan pengawasan saat bermain game ini

    5. Semua usia: Game dapat dimainkan oleh kelompok pengguna semua usia, terutama usia tujuh tahun ke atas, sebab game jenis ini umumnya tidak mengandung unsur darah, kekerasan maupun horor

    Baca juga:
    Cina Terapkan Regulasi Batas Waktu Main Game Online Anak-anak


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?