Di Papua Barat, 70 Persen ASN Belum Jalani Vaksinasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan didampingi Kapolda dan Pangdam XVIII/Kasuari menjemput vaksin COVID-19 tiba di Bandara Rendani Manokwari pada Selasa 5 Januari 2021. ANTARA/Toyiban

    Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan didampingi Kapolda dan Pangdam XVIII/Kasuari menjemput vaksin COVID-19 tiba di Bandara Rendani Manokwari pada Selasa 5 Januari 2021. ANTARA/Toyiban

    TEMPO.CO, Manokwari - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan terkejut sendiri mendapati cakupan vaksinasi Covid-19 di lingkungan pemerintahannya baru 30 persen hingga akhir November 2021. Artinya, 70 persen belum menjalani suntik vaksin itu.

    Dia menumpahkan rasa kagetnya dan mempertanyakannya secara langsung saat memimpin apel bersama ASN, TNI dan Polri di lapangan Borasi Manokwari, Rabu 1 Desember 2021. "Aparat negara seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat untuk taat protokol kesehatan dan vaksinasi," katanya menegaskan. 

    Dominggus mengatakan, tidak ada alasan bagi pegawai di provinsi yang dipimpinnya untuk tidak divaksin. Alasannya, kekebalan kelompok di lingkungan kerja dan masyarakat Papua Barat harus tercapai. "Bagi ASN di lingkungan pemerintah provinsi Papua Barat wajib divaksin," kata dia. 

    Dominggus mengarahkan pegawai pemerintah agar mendatangi tempat pelayanan vaksinasi massal yang akan digelar pada Kamis 2 Desember di lapangan Borasi Manokwari. "Yang belum divaksin wajib datang. Ini perintah!" katanya.

    Menurut data yang dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, cakupan vaksinasi Covid-19 di provinsi itu per 29 November 2021 mencapai 43 persen dosis pertama. Sedang yang sudah menerima dosis sebanyak 23,3 persen dari target.

    Terpisah, juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkap dalam sepekan ini terdapat 21 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus cukup signifikan. Teluk Wondama di Papua Barat masuk di sana. 

    Nadia mengatakan perlunya peningkatan pengawasan kasus harian Covid-19, pelacakan kontak erat yang diikuti dengan tes untuk pencegahan agar tidak terjadi kenaikan level situasi pandemi di Indonesia. "Kesiapsiagaan juga dilakukan di hilir dengan memastikan ketersediaan tempat perawatan isolasi dan intensif, stok obat dan juga ventilator serta oksigen," jelasnya.

    Baca juga:
    Begini RSUP Sardjito Yogyakarta Siaga Varian Omicron dan Libur Akhir Tahun


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?