Terkini dari Afsel, Varian Omicron Dorong Lonjakan Tajam Kasus Covid-19

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona varian Omicron mendorong peningkatan tajam kasus baru Covid-19 di Afrika Selatan. Otoritas kesehatan setempat menyatakan, SARS-CoV-2 varian terbaru itu telah dengan cepat menjadi yang dominan di negaranya.

Sepanjang Kamis 2 Desember 2021, Afrika Selatan melaporkan sebanyak 11.535 kasus baru, atau meningkat dari 8.561 kasus pada Rabu. Kasus baru pada Rabu itupun telah hampir dua kali lipat daripada hari sebelumnya. Proporsi kasus positif dari total hasil tes (positivity rate) melompat dari 10,2 persen pada Selasa menjadi 16,5 persen pada Rabu.

“Ada indikasi yang kuat, lonjakan kasus yang terjadi bukan semata karena penambahan jumlah testing,” bunyi pernyataan National Institute for Communicable Diseases (NICD) Afrika Selatan.

Per Rabu, NICD menghitung, kasus positif varian Omicron yang pertama terdeteksi pada 8 November—dilaporkan ke WHO pada 24 November--telah menyumbang 74 persen dari 249 genom virus hasil sekuensing pada bulan sebelumnya. Ada kekhawatiran kalau varian Omicron mampu mengatasi kekebalan tubuh hingga batas tertentu, tapi NICD dalam laporan pemantauan terkininya mengatakan, “Proteksi terhadap gejala infeksi yang berat dan vaksin-vaksin seharusnya hanya sedikit saja terdampak.”

Di Provinsi Gauteng, pusat lonjakan kasus baru di Afrika Selatan, positivity rate naik lebih tajam lagi yakni 2 persen pada pertengahan November lalu menjadi 24 persen pada pekan ini. Pejabat kesehatan setempat mengatakan angka reproduksi atau daya tular virus varian Omicron di provinsi padat penduduk itu terukur hingga 6,3—melampaui reproduksi virus varian Delta global yang lebih dari 5,0.

Di provinsi itu pula terjadi kenaikan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit. Peningkatan dialami di seluruh kelompok usia, terutama balita. “Kasus baru di antara balita kini nomor dua setelah lansia,” kata Waasila Jassat dari NICD, Jumat 3 Desember 2021.

Ketua tim ilmuwan di WHO, Soumya Swaminathan, mengatakan kalau penambahan jumlah kasus yang terjadi menunjukkan varian Omicron memiliki daya tular tinggi tapi tak harus menjadi panik. Alasannya, situasi saat ini berbeda daripada tahun lalu. Saat ini, varian Delta menguasai hingga 99 persen kasus global, dan belum bisa diprediksi apakah varian Omicron bisa ganti mendominasi.

Dia juga menekankan belum mencatat kasus kematian terkait varian Omicron. Tapi, tetap, menyerukan kepada para produsen vaksin bersiap untuk kemungkinan kebutuhan menyesuaikan produknya untuk bisa memberi perlindungan melawan varian Omicron.

NEW SCIENTIST, THE GUARDIAN, CNN

Baca juga:
Covid-19 Varian Omicron Diduga Menyebar di Anime NYC 2021, Dikunjungi 53 Ribu Orang


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

8 jam lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

1 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

1 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

1 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

2 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

3 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

3 hari lalu

Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

Aktor Korea Selatan Lee Seung Gi mendapatkan apresiasi Direktur Jenderal WHO, karena mengingatkan soal batas konsumsi asupan garam harian. Berbahaya?


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

4 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

4 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

5 hari lalu

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'