Dampak Kebakaran di Ruang Server Gedung Cyber, Ahli Ingatkan Penerapan ISO 27001

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api yang membakar Gedung Cyber 1 di Mampang, Jakarta, Kamis, 2 Desember 2021. Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik mengakibatkan satu orang tewas dalam kejadian tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api yang membakar Gedung Cyber 1 di Mampang, Jakarta, Kamis, 2 Desember 2021. Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik mengakibatkan satu orang tewas dalam kejadian tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran ruang server di Gedung Cyber 1 di Mampang, Jakarta Selatan, berdampak pada layanan koneksi ke jaringan internet yang diputus sementara. Belajar dari peristiwa itu pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengingkatkan pentingnya menjalankan standar keamanan data.

    Menurutnya, standar untuk sistem manajemen keamanan informasi mengikuti ISO 27001. “Itu akan membantu mengamankan datanya,” ujar dia saat dihubungi pada Jumat, 3 Desember 2021.

    ISO 27001 sudah merupakan standar internasional yang menetapkan spesifikasi untuk sistem manajemen keamanan informasi atau Information Security Management System (ISMS). Isinya terdiri dari kebijakan, prosedur dan kontrol lain yang melibatkan sumber daya manusia, proses dan teknologi.

    “Kalau disebutkan akan sangat panjang detailnya, tapi intinya data center harus disiplin menjalankan standar ISO pengamanan data itu,” kata Alfons menambahkan.

    Versi terakhir ISO 27001 diterbitkan September 2013, menggantikan versi 2005. Dengan itu, perusahaan akan menggunakan standar khusus dalam mengelola dan mengendalikan serta menjaga risiko keamanan informasi perusahaan yang meliputi kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity) dan ketersediaan (availability).

    Hal lainnya, Alfon juga mengingatkan bahwa semua server melakukan mirroring atau membuat server bayangan untuk mempercepat akses sesuai geografis dan IP pengakses--seperti standar pengelolaan data yang baik. Mirroring juga bisa berfungsi sebagai cadangan jika salah satu server mengalami masalah baik karena down, rusak, kena virus atau hambatan lainnya.

    "Di mana kalau ada satu pusat data bermasalah, maka beban akan langsung diambil alih oleh data center lain, sehingga tidak mengakibatkan kehilangan data," tuturnya

    Alfons melanjutkan, masalah bisa jadi rumit kalau pengelola server tidak melakukan mirroring. Dengan kata lain, pusat data utama hanya ada di data center yang kebakaran. “Karena hal ini akan mengakibatkan terhentinya layanan,” kata Alfons.

    Seperti diketahui, gara-gara kebakaran di Gedung Cyber dan penanganan yang mengharuskan pemutusan arus listrik di pusat data menyebabkan koneksi jaringan internet terkait ikut terputus sementara. Dampaknya dialami sejumlah perusahaan yang menyimpan data di ruang server tersebut.

    Sejumlah reaksinya bisa terlihat pada mereka yang menanggapi pengumuman Rumahweb Indonesia di akun media sosial Twitter resminya tentang adanya gangguan akses ke data center tersebut. Mulai dari klien yang tak sabar menanyakan waktu pulihnya akses hingga aktivitas ujian sekolah yang ikut terputus.

    Baca juga:
    Apple Diisukan Batalkan Produksi 10 Juta Unit iPhone 13 Tahun Ini 


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?