BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengendara melintas di jalan saat hujan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin, 1 November 2021. Para pengguna jalan diminta waspada saat berkendara saat hujan deras. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pengendara melintas di jalan saat hujan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin, 1 November 2021. Para pengguna jalan diminta waspada saat berkendara saat hujan deras. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Awan-awan hujan diperkirakan tumbuh dengan intensitas yang lebih tinggi di beberapa wilayah Indonesia sepanjang sepekan ke depan. Prediksi dibuat BMKG berdasarkan dinamika Maden Jullian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby pada dasarian pertama Desember yang terlihat cukup aktif.

    “Dalam sepekan ke depan, diprakirakan ada potensi peningkatan cuaca ekstrem di wilayah Indonesia,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab dalam konferensi pers 'Kebencanaan November dan Kesiapsiaagaan di Akhir 2021' yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat 3 Desember 2021.

    Wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem itu, antara lain, Laut Jawa pada hari ini, Sabtu 4 Desember 2021. Sedangkan Kalimantan bagian selatan di pesisir barat, serta Sumatera bagian selatan juga Jawa bagian barat akan mengalami potensi hal serupa pada Minggu, 5 Desember 2021.

    Fachri menambahkan, kewaspadaan juga harus dibangun karena saat ini masih periode pertumbuhan siklon tropis di wilayah bagian selatan Indonesia. Dan, dari beberapa catatan kejadian dari 2008 hingga 2021, siklon tropis tak pernah absen dan bahkan, "Frekuensi semakin intens tiap tahun.”

    Menurutnya, siklon tropis yang harus paling diwaspadai adalah siklon tropis yang tumbuh di perairan Samudera Hindia bagian selatan Indonesia. Khususnya selatan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur atau sebelah Utara Australia.

    Ia turut menegaskan tidak berarti siklon tropis di tempat lain tidak memberikan dampak. Adanya Siklon Tropis Nyatoh di sekitar Filipina, dicontohkannya, juga memberikan dampak tidak langsung terutama di daerah Indonesia bagian utara.

    Oleh sebab itu, meskipun Indonesia belum mencapai puncak musim hujan, BMKG mengimbau semua warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Terutama jika hujan turun dengan durasi yang cukup lama. “Tipikal dari musim hujan adalah hujan dengan durasi yang lama. Itu yang perlu jadi kewaspadaan kita,” ujar dia.

    Baca juga:
    Gempa Surabaya dari Kedalaman 501 Kilometer, BMKG: Jangan Khawatir


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?