Ini Alasan Mengapa Dilarang Menyalakan HP di SPBU

Reporter

Editor

Nurhadi

Petugas melakukan pengecekan alat pegisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Shell Recharge di SPBU Shell Pluit 1, Jakarta, Senin, 29 Maret 2021. Shell Recharge hadir dengan pelayanan proses pengisian daya fast charging sebesar 50kW dari 0-80% dapat dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kita selalu menemukan tanda larangan menyalakan handphone (HP) saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mengapa begitu?

Anda perlu memahami terlebih dahulu apa itu HP untuk memahami alasan di balik larangan ini. Dilansir dari laman Science ABC, Kamis, 11 November 2021, HP merupakan perangkat nirkabel yang bisa membuat Anda terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia.

Di balik kulit luarnya yang tipis, HP memiliki segudang komponen elektronik kecil yang membantu kita terhubung dengan menara jaringan secara nirkabel. Komunikasi dua arah antara HP dan menara jaringan terjadi melalui gelombang elektromagnetik.

Gelombang elektromagnetik tak kasat mata ini berpacu bolak-balik ke menara jaringan dan HP Anda dalam hitungan detik. Nilai energi gelombang ini adalah sekitar 1,24 Megaelektron-Volt hingga 12,4 Peta-elektronvolt.

Radiasi elektromagnetik inilah yang menjadi sumber kekhawatiran karena membawa begitu banyak energi dan berpotensi menyebabkan percikan api yang bisa menyebabkan kerusakan besar pada pom bensin. Tak heran HP dilarang digunakan di SPBU.

Tapi, apakah penggunaan HP di SPBU benar-benar bisa menyebabkan kebakaran? Menurut penelitian di SPBU di seluruh dunia antara 1994 hingga 2005, tidak ada kasus kebakaran SPBU yang berkaitan dengan HP.

Ponsel tidak cukup "kuat" untuk menyalakan percikan api di SPBU karena baterainya bertegangan rendah. Meski begitu, baterai ponsel yang rusak berpotensi menyebabkan kebakaran.

Tetapi, hal ini sangat sulit terjadi karena kecil kemungkinannya HP dengan baterai yang rusak tetap digunakan. Tak hanya baterai HP yang rusak, baterai kendaraan Anda yang rusak juga berpotensi menyebabkan kebakaran.

Sementara itu, menurut Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Twitternya, @KemenBUMN, Kamis, 26 September 2019, pelarangan HP di SPBU bukanlah tanpa alasan. HP, tablet, iPad, dan sejenisnya tidak didesain digunakan di tempat berbahaya seperti SPBU.

Selain itu, panggilan masuk atau keluar dan penggunaan flash atau lampu kilat pada kamera berpotensi menimbulkan loncatan arus listrik. Akibatnya, bisa muncul percikan api yang memicu kebakaran di SPBU atau ledakan di area yang terdapat uap gas mudah terbakar.

AMELIA RAHIMA SARI

Baca juga: Pertamina Larang Knalpot Modifikasi Masuk SPBU, Ini Sebabnya






PLN Batalkan Program Kompor Listrik, Pengamat: Realistis karena Banyak Masalah Teknis

7 jam lalu

PLN Batalkan Program Kompor Listrik, Pengamat: Realistis karena Banyak Masalah Teknis

Program migrasi elpiji tiga kilogram ke kompor listrik juga tidak akan optimal menyerap kelebihan surplus listrik PLN.


Infinix Zero Ultra Muncul dengan Kamera 200 MP dan Pengisian Daya 180W

13 jam lalu

Infinix Zero Ultra Muncul dengan Kamera 200 MP dan Pengisian Daya 180W

Selain pengisian daya yang sangat cepat, Infinix Zero Ultra akan memiliki kamera utama 200MP dengan OIS dan layar OLED 120Hz


Viral Beli Pertalite Pakai Kartu Debit Kena Admin Rp 5.000, Ini Tanggapan Pertamina

14 jam lalu

Viral Beli Pertalite Pakai Kartu Debit Kena Admin Rp 5.000, Ini Tanggapan Pertamina

Pertamina menegaskan bahwa pembelian BBM, termasuk Pertalite, menggunakan metode pembayaran kartu debit apapun tidak akan dikenai biaya admin.


Beda di Cina, Huawei Mate 50 Pro Dirilis Global Tanpa Konektivitas Satelit

17 jam lalu

Beda di Cina, Huawei Mate 50 Pro Dirilis Global Tanpa Konektivitas Satelit

Huawei Mate 50 Pro ditenagai oleh chipset Snapdragon 8+ Gen 1, tetapi kemampuan 5G-nya dinonaktifkan karena sanksi AS.


Apple Mulai Produksi iPhone 14 di India Tak Lama Setelah Diluncurkan

17 jam lalu

Apple Mulai Produksi iPhone 14 di India Tak Lama Setelah Diluncurkan

Batch pertama unit iPhone 14 buatan India diperkirakan akan diluncurkan akhir tahun ini.


Asal-usul Perkembangan Teknologi Kompor Listrik

17 jam lalu

Asal-usul Perkembangan Teknologi Kompor Listrik

Kompor listrik menggunakan pemanas dari kumparan


Vivo X Fold+ Dirilis dengan Snapdragon 8+ Gen 1 dan Warna Baru

19 jam lalu

Vivo X Fold+ Dirilis dengan Snapdragon 8+ Gen 1 dan Warna Baru

Vivo X Fold+ Dirilis dengan Snapdragon 8+ Gen 1 dan Warna Baru


Efek Samping Menyimpan Ponsel di Tempat Tidur

1 hari lalu

Efek Samping Menyimpan Ponsel di Tempat Tidur

Jangan biasakan bermain ponsel di sekitar waktu tidur. Berikut kemungkinan efek negatif menyimpan ponsel di dekat tempat tidur.


Bocoran Spesifikasi OPPO Find X6, Akan Rilis pada 2023

2 hari lalu

Bocoran Spesifikasi OPPO Find X6, Akan Rilis pada 2023

OPPO Find X6 akan mendukung resolusi layar 1,5K, sedangkan panel Find X6 Pro akan menawarkan resolusi 2K.


Isu Pertalite Boros, Konsumen Bisa Buktikan dengan Cara Ini

3 hari lalu

Isu Pertalite Boros, Konsumen Bisa Buktikan dengan Cara Ini

Pengujian itu membutuhkan dua sampel Pertalite, yaitu Pertalite harga lama dan yang baru.