Ilegal, Sebanyak 110 Burung Dicegah Dibawa Seberangi Selat Bangka

Burung jenis Cucak Ranting (Chloropsis cochinchinensis) di antara 110 ekor burung yang digagalkan dari penyelundupan di Pelabuhan Tanjung Api-api, Banyuasin, Sumatera Selatan. TEMPO/PARLIZA HENDRAWAN

TEMPO.CO, Palembang — Sebanyak 110 burung, terdiri dari empat jenis, dicegah dibawa menyeberangi Selat Bangka, dari Pelabuhan Tanjung Api-api, Banyuasin, Sumatera Selatan, tujuan Muntok, Bangka Barat. Sebabnya, seluruh muatan unggas itu tidak disertai dokumen resmi, dan belakangan dipastikan tiga dari empat jenis burung tersebut termasuk satwa dilindungi.

Pencegahan itu sekaligus menyelamatkan burung-burung itu dari upaya diperjualbelikan. Mereka kini dalam pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA) Sumatera Selatan. Sayang, 25 ekor di antaranya disita sudah dalam keadaan mati.

Ujang Wisnu Barata, Kepala BKSDA Sumatera Selatan menerangkan petugas berhasil menyelamatkan burung-burung itu kala telah berada di atas Kapal Kuala Bate yang sudah siap bertolak dari Tanjung Api-api pada 27 November lalu. “Setelah dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi diketahui sebanyak 3 jenis teridentifikasi termasuk dalam daftar satwa dilindungi,” katanya, Jumat 3 Desember 2021.

Ketiga jenis yang dilindungi itu adalah Serindit Melayu (Loriculus galgulus) sebanyak 92 ekor, Cucak Hijau (Chloropsis sonnerati) 7 ekor, dan Cucak Ranting (Chloropsis cochinchinensis) 3 ekor. Sisanya, sebanyak delapan ekor, berasal dari jenis tidak dilindungi, yaitu Burung Kinoi. Mereka seluruhnya diketahui berasal daari Pekanbaru dan akan dikirim ke Pangkalpinang.

“Harus terus dilakukan operasi seperti ini karena masih ada permintaan atas satwa-satwa tersebut di pasar gelap,” kata Ujang lagi.

Ujang menerangkan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang berkolaborasi dengan BKSDA Sumatera Selatan mendalami kasus itu berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Hasilnya, mengungkap penyesalan si pemilik yang mengakui kesalahannya tidak melapor kepada pejabat karantina setempat.

“Upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan perkarantinaan terus dilakukan untuk membuat efek jera dan tingkatkan kepatuhan pengguna jasa" ujar Hafni Zahara, Kepala Balai Karantina Pertanian Palembang, menambahkan.

M. Andriansyah, Ketua Kelompok Pejabat Fungsional Polisi Hutan BKSDA Sumatera Selatan, menambahkan sebanyak 25 ekor burung yang mati meliputi 20 ekor Serindit Melayu, 1 ekor Cucak Hijau atau Cucak Ijo dan 4 ekor Cucak Ranting. "Sekarang kami masih menunggu hasil tes Avian Influenza terhadap individu yang hidup," katanya.

Baca juga:
Terkini dari Afsel, Varian Omicorn Dorong Lonjakan Tajam Covid-19


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

6 hari lalu

Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

Pertunjukan topeng monyet iberdampak negatif bagi manusia ataupun satwa monyetnya.


5 Fakta Menarik Burung Albatros, Salah Satunya Bisa Tidur Sambil Terbang

6 hari lalu

5 Fakta Menarik Burung Albatros, Salah Satunya Bisa Tidur Sambil Terbang

Burung albatros adalah burung yang mampu terbang tinggi dalam cuaca berangin dalam waktu yang lama. Burung ini senang berisitirahat di permukaan air.


BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

21 hari lalu

BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

Kini hewan tersebut diamankan oleh BKSDA Jakarta dan direncanakan akan dilepasliarkan.


BKSDA Lepas Empat Kukang ke Cagar Alam Maninjau

42 hari lalu

BKSDA Lepas Empat Kukang ke Cagar Alam Maninjau

Empat kukang tersebut terdiri dari tiga ekor yang merupakan barang bukti kejahatan perdagangan satwa dan satu ekor merupakan penyerahan warga


7 Jenis Burung Kicau

47 hari lalu

7 Jenis Burung Kicau

Ada beragam jenis burung kicau, suara merdu dan unik ciri daya tariknya


Suara Burung Ini Sangat Keras, Apa Itu White Bellbird?

47 hari lalu

Suara Burung Ini Sangat Keras, Apa Itu White Bellbird?

Suara burung white bellbird tiga kali lipat lebih keras daripada screaming piha (Lipaugus vociferans).


Dari Mana Sumber Racun Burung Hooded Pitohui?

47 hari lalu

Dari Mana Sumber Racun Burung Hooded Pitohui?

Penemuan racun burung hooded pitohui pada 1989


Burung Beracun Hooded Pitohui, Mengapa Bisa Mengeluarkan Bau tak Sedap?

47 hari lalu

Burung Beracun Hooded Pitohui, Mengapa Bisa Mengeluarkan Bau tak Sedap?

Burung hooded pitohui (Pitohui dichrous) salah satu dari sedikit spesies burung beracun


BKSDA Melepasliarkan Burung Kacer di Gunung Poteng Singkawang

51 hari lalu

BKSDA Melepasliarkan Burung Kacer di Gunung Poteng Singkawang

Puluhan burung yang dilepasliarkan adalah merupakan hasil penangkaran burung CV Enggang, salah satu penangkar binaan BKSDA Kalbar.


Cerita Anies Baswedan yang Menikmati Burung Kicau Sedari Kecil

51 hari lalu

Cerita Anies Baswedan yang Menikmati Burung Kicau Sedari Kecil

Saat kecil Anies Baswedan kerap ke Pasar Ngasem, Yogyakarta untuk membeli burung