Top 3 Tekno Berita Kemarin: 3 Vaksin untuk Booster, Awan Badai Dipicu Abu Semeru

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Vaksinator menyuntikkan vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Matraman, Jakarta, Jumat, 6 Agustus 2021. Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, hingga saat ini masih terus dilaksanakan. Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster  ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Vaksinator menyuntikkan vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Matraman, Jakarta, Jumat, 6 Agustus 2021. Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, hingga saat ini masih terus dilaksanakan. Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Minggu 5 Desember 2021, dipuncaki artikel berisi hasil percobaan tujuh jenis Vaksin Covid-19 sebagai booster. Percobaan sudah dibuat pada awal tahun ini namun dianggap memberi harapan untuk menghadapi Covid-19 varian terbaru.

    Berita terpopuler kedua datang dari info BMKG perihal gempa Sinabang, Aceh. Gempa pada Sabtu malam disebutkan mengguncang dengan kekuatan Magnitudo 5,0.

    Lalu, terpopuler ketiga adalah dampak lain dari erupsi Semeru yang berpotensi mempercepat proses pertumbuhan awan-awan badai mulai dari sekitaran puncak gunung itu sampai ke laut selatan Pulau Jawa. Erupsi yang terjadi Sabtu memang memuntahkan abu vulkanik dan awan panas yang sangat besar.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, Minggu 5 Desember 2021, selengkapnya,

    1. Tiga Vaksin Ini Menjanjikan sebagai Booster Atasi Varian Baru Covid-19

    Tiga jenis vaksin Covid-19 aman diberikan sebagai vaccine booster dan bahkan memicu repons imun tubuh yang kuat dalam sebuah percobaan di Inggris. Studi itu melibatkan 2.878 orang dewasa, berusia 30 tahun atau lebih, yang seluruhnya sudah pernah menerima dosis lengkap vaksin Oxford/AstraZeneca ataupun vaksin Pfizer/BioNTech.

    Percobaan pemberian dosis tambahan sebagai penguat itu dilakukan 10-12 minggu jaraknya dari suntikan dosis terakhir Vaksin Covid-19 yang pernah diterima setiap peserta. Ada tujuh jenis vaksin yang dicoba sebagai booster: AstraZeneca, Pfizer, Novavax, Janssen, Moderna, Valneva dan Curevac.

    Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Tim penelitinya lalu mengukur kadar antibodi dan sel T—sel darah putih yang mampu menetralisir infeksi—dalam darah para partisipan percobaan itu. Vaksin Pfizer, Moderna dan AstraZeneca seluruhnya didapati memproduksi antibodi dan respons imun yang kuat pada tubuh si penerima, tanpa melihat dosis vaksin jenis apa yang sudah pernah diterima sebelumnya.

    2. Gempa Magnitudo 5 Guncang Sinabang Aceh

    Gempa bumi dengan magnitudo 5 mengguncang Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, Sabtu malam, 4 Desember 2021, pukul 22.29 WIB.

    Berdasarkan informasi dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu, gempa bumi terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

    Pusat gempa berada pada koordinat 2,87 Lintang Utara (LU) dan 95,29 Bujur Timur (BT) atau 126 km Barat Laut Sinabang, Aceh.

    3. Peneliti: Abu Vulkanik Semeru Dapat Percepat Awan Badai Tumbuh

    Muntahan abu vulkanik Gunung Semeru hingga membuat langit di Lumajang tampak gelap, Sabtu sore, 4 Desember 2021, berdampak luas. Di antaranya, bagi atmosfer lokal, dapat mempercepat proses pembentukan awan-awan yang biasanya terjadi karena pengaruh topografi gunung.

    Percepatan proses sekitar 2-3 jam pertumbuhan awan menjadi awan badai cumulonimbus juga dapat terjadi. “Serta dapat menimbulkan hujan sore hari dengan puncak intensitas yang lebih lama dibandingkan tanpa terjadi letusan,” kata Erma Yulihastin, peneliti klimatologi Pusat Riset dan Teknologi Atmosfer, BRIN, lewat keterangan tertulis, Minggu 5 Desember 2021.

    Citra satelit pergerakan abu vulkanik (dalam kurva kuning) Gunung Semeru yang meletus Sabtu siang, 4 Desember 2021. Foto : BMKG

    Kondisi itu, menurutnya, pernah terjadi saat Gunung Pinatubo di Filipina meletus pada 15 Juni 1991. Setelah kejadian letusan gunung itu, pada sorenya, para peneliti menemukan sejumlah hujan badai terbentuk di wilayah sekitar pegunungan. Letusan disebut telah mengubah atau memodifikasi proses mikrofisika di dalam sistem awan menjadikannya lebih cepat dan kuat.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?