Pakar: Waspadai 6 Penyakit Akibat Debu Vulkanik Gunung Semeru

Awan hitam akibat letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Sabtu, 4 Desember 2021. Gunung Semeru mengalami erupsi yang disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik cukup tebal Sabtu sore 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB. Twitter

TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama, membeberkan enam penyakit yang perlu diwaspadai akibat asap dan abu vulkanik letusan gunung berapi seperti Gunung Semeru. “Sedikitnya ada enam penyakit yang perlu diwaspadai,” ujar dia melalui pesan WhatsApp, Minggu, 5 Desember 2021.

Enam penyakit tersebut adalah infeksi saluran pernafasan atas (ISPA); infeksi saluran pernafasan bawah (pneumonia dan bronkhitis); alergi, radang atau iritasi pada mata; alergi, infeksi atau iritasi pada kulit; gangguan saluran pencernaan; dan perburukan dari penyakit kronik baik karena daya tahan tubuh yang turun maupun karena stres atau lalai makan obat.

Menurut Tjandra yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020 itu, dampak pertama dari letusan gunung berapi adalah awan panas yang dapat langsung menerpa tubuh, juga mungkin lahar panas atau dingin. Selain itu, ada juga debu vulkanik dan gas yang bisa mengakibatkan iritasi pada kulit, mata dan saluran pernafasan.

“Kita sangat prihatin dengan dengan letusan Gunung Semeru, semoga para korban dapat segera tertolong,” tutur Tjandra sambil menambahkan bahwa jika ada letusan susulan dan atau keluarnya asap dan debu, maka dampaknya diharapkan bisa dicegah atau diminimalisir. 

Mantan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu mengatakan bagi para korban yang terkena awan panas, dapat sampai ke luka bakar berbagai derajat seperti yang banyak diberitakan sejak kemarin. Bahkan bukan tidak mungkin awan panas dapat terinhalasi ke dalam paru, disebut trauma inhalasi, yang mungkin perlu tindakan bronkoskopi.

“Selain itu juga dapat terjadi berbagai cedera seperti patah tulang, luka, dan lain-lain, yang menurut berita sudah mendapat penanganan sejak kemarin,” katanya lagi.

Untuk itu, Tjandra yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Jakarta, menyarankan tujuh langkah pencegahan yang perlu diketahui masyarakat. Pertama, bagi daerah yang terdampak asap dan debu vulkanik, hindari keluar rumah atau tempat pengungsian bila tidak sangat diperlukan.

Kedua, jika terpaksa keluar rumah, gunakan pelindung seperti masker. Selanjutnya, ketiga dan keempat, menutup sarana air atau sumur gali terbuka dan penampungan air yang terbuka agar tidak terkena debu; serta mencuci dengan bersih semua makanan, buah, dan sayur.

“Kelima segera cari pengobatan ke sarana pelayanan kesehatan bila terdapat keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas, iritasi pada mata dan kulit,” ujar Tjandra.

Keenam, bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronik, pastikan obat rutin harus selalu  dikonsumsi. Ketujuh, selalu lakukan perilaku hidup bersih dan sehat, baik di rumah dan juga semaksimal mungkin di tempat pengungsian.

Baca:
Erupsi Semeru, Para Ahli Tak Sangka Awan Panas Sangat Besar

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Yang Perlu Dilakukan di Musim Pancaroba agar Terhindar dari Penyakit

6 jam lalu

Yang Perlu Dilakukan di Musim Pancaroba agar Terhindar dari Penyakit

Untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit di musim pancaroba terutama dengan menerapkan pola hidup sehat. Berikut caranya.


Rapat Pleno Guru Besar PTNBH, Bahas Universitas di IKN dan ...

9 jam lalu

Rapat Pleno Guru Besar PTNBH, Bahas Universitas di IKN dan ...

Pemerintah perlu merancang pembangunan perguruan tinggi kelas dunia di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara


Guru Besar UGM Samekto Wibowo Tewas Terseret Ombak, Bagaimana Cara Tetap Aman Main di Pantai?

11 jam lalu

Guru Besar UGM Samekto Wibowo Tewas Terseret Ombak, Bagaimana Cara Tetap Aman Main di Pantai?

Guru Besar UGM Samekto Wibowo tewas terseret ombak. Berikut sejumkah tips aman bermain di pantai, apa saja yang perlu diperhatikan?


Legionellosis Mirip Covid-19, Waspadai Gejalanya

18 jam lalu

Legionellosis Mirip Covid-19, Waspadai Gejalanya

Kenali gejala legionellosis yang bervariasi, bisa menyebabkan beragam tingkat keparahan, mulai dari demam ringan hingga bentuk pneumonia serius.


UGM Beri Penghormatan Terakhir Guru Besar Kedokteran yang Tewas Terseret Ombak

2 hari lalu

UGM Beri Penghormatan Terakhir Guru Besar Kedokteran yang Tewas Terseret Ombak

Rektor UGM Ova Emilia memimpin upacara penghormatan terakhir untuk Samekto. Mengenang sebagai pribadi yang ramah, disiplin, dan sabar.


Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

2 hari lalu

Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

Kementerian Kesehatan meluncurkan laboratorium jejaring OIC CoE untuk mendukung tercapainya tujuan kemandirian produksi vaksin.


Penyebab Gagal Hati dan Pengobatannya

3 hari lalu

Penyebab Gagal Hati dan Pengobatannya

Beberapa kasus gagal hati tidak memiliki gejala apapun hingga berangsur pada kondisi serius. Namun, beberapa penderita umumnya mengalami gejala ini.


Tips Cegah Bahan Makanan Terkontaminasi Bakteri

3 hari lalu

Tips Cegah Bahan Makanan Terkontaminasi Bakteri

Pakar kesehatan memberikan tips mencegah makanan terkontaminasi agar tak memunculkan penyakit bawaan makanan.


Terseret Ombak Pantai di Gunungkidul, Guru Besar UGM Meninggal

3 hari lalu

Terseret Ombak Pantai di Gunungkidul, Guru Besar UGM Meninggal

Guru Besar Fakultas UGM Samekto Wibowo, 78, meninggal dunia usai terseret dan tenggelam di Pantai Pulang Sawal, Kabupaten Gunungkidul,


Tips Mengolah dan Menyimpan Bahan Makanan agar Tidak Terkontaminasi Penyakit

3 hari lalu

Tips Mengolah dan Menyimpan Bahan Makanan agar Tidak Terkontaminasi Penyakit

WHO menyebutkan lebih dari 200 penyakit disebabkan konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, atau zat kimia.