Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Stanford University Hadirkan Kelas Belajar Pertama dengan Teknologi VR

image-gnews
Seorang mahasiswa menggunakan headset VR untuk belajar. (ULA LUCAS/The Stanford Daily)
Seorang mahasiswa menggunakan headset VR untuk belajar. (ULA LUCAS/The Stanford Daily)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Stanford University telah meluncurkan kelas yang dilakukan sepenuhnya dengan teknologi virtual reality (VR). Ini adalah kelas VR pertama dalam sejarah universitas. 

Profesor komunikasi Jeremy Bailenson bertaruh ketika dia memformat kelas, meskipun tidak tahu apakah perangkat lunak dan teknologi yang dibutuhkan akan siap untuk dia ajarkan. “Tapi saya merasa sangat beruntung,” ujar dia yang telah mengajar mata pelajaran tersebut selama 20 tahun itu, dikutip pada Senin, 6 Desember 2021.

Perangkat lunak yang akhirnya dia pilih untuk mengajar di kelasnya telah disiapkan tepat pada waktunya, pada akhir Mei. Dengan perangkat lunak—dinamakan platform Engage—siswa dan guru dapat membangun interaksi di lingkungan virtual. 

Cyan DeVeaux, asisten pengajar untuk kelas tersebut, mengatakan VR memungkinkan orang untuk membayangkan hal yang mustahil. “Satu-satunya batasan untuk tugas ini adalah imajinasi siswa itu sendiri,” tutur DeVeaux.

Kelas dirancang sedemikian rupa sehingga setiap sesi dibatasi hingga 30 menit untuk menghindari masalah simulator. Kekhawatiran lainnya adalah privasi. Bailenson meminta Facebook untuk mengizinkan siswa menggunakan akun palsu dalam upaya untuk melindungi privasi mereka dan sebagai imbalannya, ia menawarkan untuk menggunakan headset dari Oculus, anak perusahaan dari perusahaan induk Meta.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bailenson dan DeVeaux telah mengajar dua kelas sejauh ini dan mengumpulkan lebih dari 3.000 jam data. Mereka sekarang berharap bahwa data yang dikumpulkan dari kursus akan memacu penemuan dalam adaptasi perilaku terhadap VR dan adopsi pendidikannya.

GADGETS NDTV | STANDFORD DAILY

Baca:
Meta Pamer Prototipe Sarung Tangan Pendamping Headset dan Goggle VR

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.     

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kemendikbudristek Jelaskan Kriteria Asesor dalam Proses Pengajuan Guru Besar

1 hari lalu

Direktur Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Lukman. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Kemendikbudristek Jelaskan Kriteria Asesor dalam Proses Pengajuan Guru Besar

Kemendikbudristek mengatakan hasil desk evaluasi mencatat sebanyak 253 orang calon asesor yang akan mengikuti tes asesmen


Agar Skandal Guru Besar Tak Terulang, Kemendikbudristek Cegah dengan Sosialiasi Aturan

1 hari lalu

Direktur Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Lukman. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Agar Skandal Guru Besar Tak Terulang, Kemendikbudristek Cegah dengan Sosialiasi Aturan

Kemendikbudristek mengimbau kepada masyarakat yang memiliki bukti dugaan pelanggaran pengajuan guru besar dapat melaporkannya


Syarat Pengajuan Guru Besar Tak Berubah, Kemendikbudristek Hanya Gunakan Screening Awal

1 hari lalu

Para politikus dan dosen berlomba mendapatkan guru besar dan profesor. Mereka melakukannya dengan cara culas: memakai jurnal predator dan bersekongkol dengan para asesor di Kementerian Pendidikan.
Syarat Pengajuan Guru Besar Tak Berubah, Kemendikbudristek Hanya Gunakan Screening Awal

Kemendikbudristek menyatakan persyaratan pengajuan guru besar tidak ada perubahan, meski banyak menemukan pelanggaran di tahun sebelumnya.


Deretan Rektor yang Tak Mau Cantumkan Gelar di Dokumen kecuali Urusan Akademik

1 hari lalu

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Fathul Wahid. Tempo/Pribadi Wicaksono
Deretan Rektor yang Tak Mau Cantumkan Gelar di Dokumen kecuali Urusan Akademik

Sejumlah rektor menyatakan tidak mencantumkan gelar mereka di surat dan dokumen, kecuali yang berhubungan dengan urusan akademik


Penjelasan Rektor UPNVJ soal Jurnal yang Dinilai Melanggar Kode Etik Berat

1 hari lalu

Rektor di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) periode tahun 2022-2026 Dr. Anter Venus, MA, Comm. ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Penjelasan Rektor UPNVJ soal Jurnal yang Dinilai Melanggar Kode Etik Berat

Komisi Etik Penulisan UPNVJ menduga adanya pelanggaran etik kategori berat yang dilakukan oleh enam staf pengajar, termasuk rektor.


Mengenal CrowdStrike, Perusahaan yang Menyebabkan Kelumpuhan Perangkat Windows Global

3 hari lalu

Crowdstrike falcon. Istimewa
Mengenal CrowdStrike, Perusahaan yang Menyebabkan Kelumpuhan Perangkat Windows Global

Komputer yang menjalankan Microsoft Windows diduga mogok karena kesalahan pembaruan kode perangkat lunak yang dikeluarkan oleh CrowdStrike.


Skandal Guru Besar, Rektor Unair Sarankan Penilaian dengan Digitalisasi

4 hari lalu

Rektor UNAIR Prof Nasih saat acara Tasyakuran Dies Natalis ke-68 UNAIR. Foto: PKIP UNAIR
Skandal Guru Besar, Rektor Unair Sarankan Penilaian dengan Digitalisasi

Kecurangan yang terjadi diakibatkan karena proses penilaian guru besar masih melibatkan manusia atau orang.


Begini Panduan Menggunakan Ekstensi Browser dengan Aman

4 hari lalu

Ilustrasi internet. (abc.net.au)
Begini Panduan Menggunakan Ekstensi Browser dengan Aman

Menginstal ekstensi akan memperkenalkan perangkat lunak baru ke browser berupa perangkat lunak yang berpotensi memiliki kelemahan keamanan.


Rektor UII Fathul Wahid: Kami Tak Ingin Politisi dan Pejabat Mengejar Gelar Profesor demi Status

4 hari lalu

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Fathul Wahid. Tempo/Pribadi Wicaksono
Rektor UII Fathul Wahid: Kami Tak Ingin Politisi dan Pejabat Mengejar Gelar Profesor demi Status

Rektor UII Yogyakarta membuat surat edaran yang memerintahkan agar gelar profesornya tak perlu dicantumkan dalam sejumlah dokumen.


Pernyataan Akademik Paguyuban Profesor Jabar-Banten Kritik Aturan Soal Profesor Kehormatan

4 hari lalu

Para politikus dan dosen berlomba mendapatkan guru besar dan profesor. Mereka melakukannya dengan cara culas: memakai jurnal predator dan bersekongkol dengan para asesor di Kementerian Pendidikan.
Pernyataan Akademik Paguyuban Profesor Jabar-Banten Kritik Aturan Soal Profesor Kehormatan

Paguyuban Profesor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah Jawa Barat dan Banten membuat pernyataan akademik terkait masalah penetapan dosen dalam jabatan akademik guru besar atau profesor. Ketua Umum Paguyuban tersebut, Eddy Jusuf Supardi mengatakan, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki ketentuan peraturan perundang-undangan dan proses penetapan profesor sesuai hakikatnya.