Pemerintah-Konfederasi Swiss Rancang Kurikulum untuk Teknisi PLTS di Indonesia

Reporter

Editor

Erwin Prima

Salah satu PLTS berkapasitas 25 kWh yang masih beroperasi di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, sejak 2013. Kredit: TEMPO/Erwin

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Ketenagakerjaan RI didukung oleh Konfederasi Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) menyelenggarakan lokakarya penyusunan kurikulum modular bagi teknisi operasional dan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada 6-8 Desember 2021 di Jakarta.

Lokakarya itu dilakukan dalam rangka mendukung program transisi energi Pemerintah Indonesia menuju bauran energi 23 persen dari energi baru terbarukan (EBT) pada tahun 2025 dan net zero emission pada tahun 2060.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama asistensi teknis proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) antara BPSDM Kementerian ESDM dan SECO yang turut melibatkan beberapa kementerian/lembaga strategis seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi,” ujar Laode Sulaeman, pimpinan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE), Kementerian ESDM, dalam keterangannya, Rabu, 8 Desember 2021.

Laode mengatakan kurikulum yang dikembangkan ini merupakan kurikulum modular pertama di Indonesia bagi teknisi operasional dan pemeliharaan PLTS yang juga dicanangkan menjadi bagian dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. “Penguatan sumber daya manusia di bidang energi terbarukan khususnya dalam sub-sektor PLTS memang sangat selaras dengan peta jalan transisi energi Pemerintah Indonesia tahun 2021-2060 yang akan didominasi oleh sumber energi surya,” tambahnya.

Muhammad Syikhab Adrie, Koordinator Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Program dan Materi Pelatihan Vokasi, Direktorat Pembinaan Standar Kompetensi dan Program Pelatihan, Kementerian Ketenagakerjaan mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan mendukung upaya Pemerintah beralih pada sumber energi bersih melalui penyiapan tenaga kerja yang dapat mendukung pelaksanaan dan pemeliharaan pembangkit listrik terbarukan di lapangan.

“Melalui proyek RESD, Ditjen Binalavotas menyiapkan empat Balai Latihan Kerja (BLK) yang terletak di Banda Aceh, Lombok Timur, Ternate, dan Ambon untuk meluncurkan program percontohan pelatihan kerja modular bagi teknisi PLTS yang akan dimulai pada tahun 2022. Penyusunan kurikulum ini dilaksanakan dengan pendampingan dari Direktorat Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan RI sebagai moderator dan nara sumber keseluruhan kegiatan,” ujarnya.

Martin Stottele, pimpinan proyek RESD, mengatakan kegiatan penyusunan kurikulum modular bagi Teknisi PLTS ini merupakan kelanjutan dari pelatihan dasar bidang PLTS bagi 16 instruktur dari lima lembaga pendidikan/pelatihan kerja percontohan mitra Proyek RESD yang telah diselenggarakan pada 25 Oktober-5 November 2021 lalu di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Serang.

“Melalui keterlibatan industri dan juga masukan dari lembaga pendidikan vokasi di Swiss dari awal penyusunan rincian tugas & pekerjaan teknisi PLTS hingga pengembangan kurikulum serta pelatihan bagi instruktur, diharapkan agar SDM keluaran yang dihasilkan betul-betul sesuai dengan kebutuhan pelaku industri energi terbarukan,” ujarnya.

Proyek RESD merupakan hibah langsung dari Pemerintah Swiss berupa asistensi teknis dan dukungan peralatan laboratorium yang akan berlangsung selama empat tahun ke depan hingga 2025. Tujuan utama dari RESD adalah menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang perencanaan, desain, pembangunan dan pemasangan, inspeksi dan commissioning, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik hybrid surya diesel, dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) melalui (1) penciptaan program D4 spesialisasi energi terbarukan di 5 politeknik di Indonesia; 2) peluncuran program kursus energi terbarukan secara modular di lima lembaga pendidikan/pelatihan kerja; dan 3) penguatan pertukaran informasi dan komunikasi di sektor energi terbarukan.

Baca:
PLTS Mangkrak di Pulau Tunda, Salah Siapa?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Korea Selatan Menggandakan Kupon Energi untuk Hadapi Hujan Salju dan Gelombang Dingin

2 hari lalu

Korea Selatan Menggandakan Kupon Energi untuk Hadapi Hujan Salju dan Gelombang Dingin

Hujan Salju menutup beberapa taman nasional dan membatalkan lima penerbangan.


Biodiesel B35 Berlaku 1 Februari 2023, Isuzu Sudah Siap

3 hari lalu

Biodiesel B35 Berlaku 1 Februari 2023, Isuzu Sudah Siap

Isuzu mengklaim telah melakukan pengetesan Biodiesel B35 secara mandiri hingga 40.000 kilometer.


Komisi Eropa Diminta Usaha Tingkatkan Pengiriman Gas dari Azerbaijan

3 hari lalu

Komisi Eropa Diminta Usaha Tingkatkan Pengiriman Gas dari Azerbaijan

Komisi Eropa diminta mengalokasikan dana untuk pengembangan infrastruktur yang memungkinkan peningkatan pengiriman gas dari Azerbaijan ke Uni Eropa.


ESDM Sebut Permen Perdagangan Karbon Aturan Wajib, Apa Saja yang Diatur?

4 hari lalu

ESDM Sebut Permen Perdagangan Karbon Aturan Wajib, Apa Saja yang Diatur?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif resmi menerbitkan peraturan teknis terkait perdagangan karbon di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)


Konsumsi Listrik RI Naik 6,15 Persen pada 2022, ESDM: Bukti Ekonomi Kita Tumbuh

5 hari lalu

Konsumsi Listrik RI Naik 6,15 Persen pada 2022, ESDM: Bukti Ekonomi Kita Tumbuh

Plt Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Dadan Kusiana menyebutkan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik di Indonesia sepanjang 2022 sangat baik.


Inovasi Aplikasi Pantau Konsumsi Listrik Real Time di Pabrik

5 hari lalu

Inovasi Aplikasi Pantau Konsumsi Listrik Real Time di Pabrik

Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi turut memberikan peranan penting bagi kemudahan dan fasilitas dalam memonitor konsumsi listrik.


Pakistan Dilanda Pemadaman Listrik Besar-besaran

5 hari lalu

Pakistan Dilanda Pemadaman Listrik Besar-besaran

Kondisi listrik di Pakistan merupakan gambaran ekonomi negara itu yang terhuyung-huyung dari satu bail-out ke bail-out berikutnya


Kolaborasi Hilirisasi Mineral, PLN Bakal Pasok Listrik 150 MVA untuk Smelter PT Antam

5 hari lalu

Kolaborasi Hilirisasi Mineral, PLN Bakal Pasok Listrik 150 MVA untuk Smelter PT Antam

PLN berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik dan memberikan pelayanan terbaik untuk industri smelter.


PLN Bangun 3 Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan

5 hari lalu

PLN Bangun 3 Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan

PT PLN (Persero) membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 3,2 megawatt peak (MWp) di Kepulauan Selayar


Pemerintah Hapus Skema Power Wheeling dari RUU EBT, Pengamat: Tetap Kawal Agar Sesuai DIM

7 hari lalu

Pemerintah Hapus Skema Power Wheeling dari RUU EBT, Pengamat: Tetap Kawal Agar Sesuai DIM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menghapus pasal skema power wheeling dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan atau RUU EBT