BPPTKG Yogya Jawab Soal Rumor Keruntuhan Mendadak Kubah Lava Merapi

Awan panas Gunung Merapi pada Kamis, 23 Desember 2021. (Dok. BPPTKG Yogyakarta)

TEMPO.CO, Yogyakarta - Laman situs yang berfokus pada kegunungapian, www.volcanodiscovery.com melaporkan prediksi pegiat Volcano Discovery Indonesia bahwa kubah lava besar yang tumbuh aktif di barat daya Gunung Merapi menimbulkan risiko tinggi keruntuhan mendadak.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida menjelaskan pihaknya bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pengambilan gambar setiap saat dan menganalisis morfologi secara menerus.

“Baik kubah lava yang baru (kubah barat daya dan tengah) serta lava-lava lama yang ada di sekitar kubah-kubah baru tersebut,” kata Hanik, Kamis, 30 Desember 2021.

Selain morfologi, lanjut Hanik, pihaknya juga terus menghitung volume kubah. “Sampai saat ini kubah-kubah yang ada tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan,” kata dia.

Volume kubah barat daya per 24 Desember 2021 sebesar 1,65 juta meter kubik. Volume tersebut untuk Gunung Merapi bukan volume yang besar. “Ini masih wajarnya kubah Merapi,” kata dia.

Hanik juga membeberkan hasil analisis kubah lava sudah rutin disampaikan ke stakeholder dan masyarakat termasuk dalam laporan aktivitas mingguan.

“Termasuk rekomendasi bahaya yang sudah ditetapkan sejak Januari 2021 berdasarkan skenario jika kubah tersebut runtuh,” kata dia.

Hanik mengungkap bahwa sampai saat ini tidak ada perubahan parameter yang signifikan dalam amatan aktivitas Gunung Merapi yang masih berstatus Siaga atau Level III.

“Walaupun demikian, tentunya kita tetap harus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi Merapi,” kata Hanik.

Menjawab soal potensi adanya keruntuhan mendadak dari kubah barat daya itu, Hanik mengatakan potensi bahaya saat ini tetap berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah sungai Woro dan sejauh 5 kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. “Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” kata dia.

Baca:

Diguyur Hujan, Gunung Merapi 3 Kali Semburkan Awan Panas Kurang dari Sejam

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






5 Tempat Healing Murah Meriah Searah Gunung Merapi, Yogyakarta yang Berkesan

1 hari lalu

5 Tempat Healing Murah Meriah Searah Gunung Merapi, Yogyakarta yang Berkesan

Kawasan obyek wisata yang letaknya bisa ditempuh satu arah perjalanan tak lain Yogyakarta bagian utara yang searah menuju kawasan Gunung Merapi.


Gandeng Komunitas, Yogyakarta Hidupkan Museum-museum yang Sepi Kunjungan

2 hari lalu

Gandeng Komunitas, Yogyakarta Hidupkan Museum-museum yang Sepi Kunjungan

Museum di Yogyakarta yang jumlahnya lebih dari 40 museum itu menjadi perhatian pemerintah karena kunjungannya masih minim.


5 Agenda Menarik Akhir Pekan Ini di Yogyakarta, Dari Festival Musik Sampai Balapan Kuda

3 hari lalu

5 Agenda Menarik Akhir Pekan Ini di Yogyakarta, Dari Festival Musik Sampai Balapan Kuda

Ada lima agenda event di Yogyakarta yang sebagian besar sifatnya gratis untuk umum dan menawarkan keseruan bagi wisatawan.


Yogya Kirim Kendaraan Taktis Bantu Korban Gempa Cianjur

4 hari lalu

Yogya Kirim Kendaraan Taktis Bantu Korban Gempa Cianjur

Titik utama pengoperasian armada kendaraan taktis dan para relawan di area korban gempa Cianjur paling parah.


Penyebab Malioboro Sering Macet Meski Sudah Bersih PKL

4 hari lalu

Penyebab Malioboro Sering Macet Meski Sudah Bersih PKL

Awal pekan ini kemacetan dan semrawutnya Malioboro itu kembali menggema setelah munculnya keluhan pengguna jalan itu di media sosial.


Menjelang Libur Akhir Tahun, Tingkat Reservasi Hotel di Yogyakarta Sudah Mulai Penuh

4 hari lalu

Menjelang Libur Akhir Tahun, Tingkat Reservasi Hotel di Yogyakarta Sudah Mulai Penuh

Agar tak kesulitan mendapatkan hotel untuk menginap saat libur akhir tahun, wisatawan ke Yogyakarta disarankan melakukan pemesanan jauh hari.


Laksmita, Cara Yogyakarta Branding Ulang Event Unggulan untuk Pikat Wisatawan

5 hari lalu

Laksmita, Cara Yogyakarta Branding Ulang Event Unggulan untuk Pikat Wisatawan

Laksmita menjadi sarana komunikasi baru sejumlah event unggulan Kota Yogyakarta kepada wisatawan.


PT KAI Sediakan 513.348 Kursi Tambahan Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Cek Relasinya

5 hari lalu

PT KAI Sediakan 513.348 Kursi Tambahan Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Cek Relasinya

PT KAI menyebutkan rata-rata penambahan 28.519 tempat duduk per hari menyambut libur Natal dan Tahun Baru.


Viral Video Pria Roboh Ditusuk Berkali-Kali di Ruas Malioboro Yogya, Polisi: Cekcok Senggolan

7 hari lalu

Viral Video Pria Roboh Ditusuk Berkali-Kali di Ruas Malioboro Yogya, Polisi: Cekcok Senggolan

Polisi membenarkan adanya kasus penusukan di kawasan Jalan Malioboro, Yagyakarta. Berawal dari senggolan di Sarkem.


Ngayogjazz 2022, Saat Yogyakarta Biasakan Lagi Desa Wisata Sambut Wisatawan

7 hari lalu

Ngayogjazz 2022, Saat Yogyakarta Biasakan Lagi Desa Wisata Sambut Wisatawan

Penyelenggaaan event menjadi satu strategi Yogyakarta mempercepat pemulihan sektor pariwisatanya pasca pandemi Covid-19.